• Home
  • News
  • Kekerasan Terhadap Pers Marak, Jurnalis di Medan Aksi Damai
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 29 Maret 2017 13:14:00

Kekerasan Terhadap Pers Marak, Jurnalis di Medan Aksi Damai

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Hendrik Sianturi (iNEWSTV) saat menyampaikan orasinya

Medan (Pelita Batak) :
Jurnalis gabungan dari sejumlah organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa terkait penganiayaan jurnalis Adi Palapa Harahap, yang bekerja sebagai kontributor iNews TV (MNC Biro Medan). Selain itu, sejumlah aksi kekerasan terjadi terhadap wartawan akhir-akhir ini.

Dalam aksi yang berlangsung tertib di bundaran air mancur Jl. Sudirman Medan, Rabu (29/3/2017), hadir perwakilan Badan Pengurus Harian (BPH) Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Persatuan Foto Indonesia (PFI) Medan, Forum Jurnalis Medan (FJM), Aliansi Media Cyber Indonesia (AMCI) dan sejumlah paguyuban jurnalis lainnya.

Ketua Pengda IJTI Sumut, Budiman Amin Tanjung mengatakan, aksi merupakan bentuk solidaritas terhadap korban yang mendapat tindak kekerasan dari pihak tidak bertanggungjawab.



"Jurnalis bekerja dilindungi Undang-undang. Oleh karena itu, preman jangan menggunakan hukum rimba," tegas Budi. Dia juga mendesak Dan Lantamal I Belawan untuk mengusut oknum TNI AL yang disinyalir terlibat dalam penganiayaan.

"Aparat Pemerintah harusnya sebagai pengayom dan pelindung, bukan sebaliknya menjadi alat menganiaya masyarakat," tambah Budi.

Budi juga mengapresiasi kinerja Polda Sumut yang tanggap dengan mengamankan tiga dari belasan tersangka.

"Kita mendorong Polda Sumut menangkap tersangka lain yang saat ini masih bebas berkeliaran. Basmi aparat nakal yang membacking mafia tanah maupun usaha ilegal. Institusi Polri jangan dicemari oleh oknum nakal untuk kepentingan pribadi," sebut Budi.

Sementara itu, Ketua AJI Medan, Agoez Perdana mengimbau, semua pihak harus memahami fungsi pers sesuai Undang-undang Pers No. 40/1999.

"Bila ada sengketa pemberitaan, hendaknya dikembalikan lagi kepada mekanisme penyelesaian sesuai Undang-undang. Artinya, selesaikan dengan cara yang diatur UU Pers No. 40/1999,  bukan dengan cara kekerasan terhadap jurnalisnya," tegas Agoez.

Menurut dia, tindakan penganiayaan itu melanggar pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 junto pasal 18 ayat 1 UU Pers No 40 tahun 1999, dan dapat dikenakan ancaman hukuman 2 (dua) tahun penjara serta denda Rp500 juta.



"AJI secara tegas menolak segala bentuk praktik impunitas kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Serta meminta korban untuk tidak menempuh jalur perdamaian," ujar Agoez.

Aksi ini juga diisi dengan meletakkan kamera dan ID Press di atas poster sebagai bentuk keprihatinan atas tindak kekerasan yang terus dialami para jurnalis.

Informasinya, dari sekitar 15 orang tersangka penganiayaan, tiga diantaranya telah diamankan Ditkrimum Polda Sumut dari tanah garapan Jl. Haji Anif, Selasa (28/3/2017) sekira pukul 15.00 WIB.

Ketiga tersangka masing-masing Parlin Sitorus yang berperan sebagai membawa tersangka lainnya ke rumah korban. Kemudian Torang Silaen, berperan turut melakukan penganiayaan terhadap korban dan terakhir Hokbin Sinaga, yang berperan mengetuk pintu rumah korban.

Petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit mobil Nissan X-Trail milik tersangka Parlin Sitorus yang digunakan para pelaku ke rumah korban, 1 buah CD rekaman pemberitaan tentang penyerobotan tanah dan keberadaan gudang semen ilegal, dan 3 unit handphone milik para tersangka.

Polda Sumut juga sedang memburu dua tersangka lain Gunung Silaen dan Endang Silaen, pemilik gudang semen ilegal yang di duga kuat sebagai pendana penganiayaan korban.

Kronologis Peganiayaan

Penganiayaan Adi Palapa Harahap terjadi di rumah kontrakan korban, Jl Pasar III, Mabar Hilir, tidak jauh dari SD Pelita pada Kamis (23/3/2017) sekira pukul 21.30 WIB kemarin.

Belasan pria (preman) bersama dua oknum, seorang di duga kuat oknum anggota polisi yang bertugas di Polda Sumut dan seorang anggota TNI AL Lantamal I Belawan mendatangi rumah korban, kemudian melakukan penganiayaan di hadapan isteri korban, anak (6) dan adik ipar korban (27).

Untuk menyelamatkan diri, korban terpaksa bersembunyi di dalam kamar mandi. Para pelaku sempat menarik korban dari kamar mandi dan berusaha membawa korban menggunakan mobil yang telah siap di depan rumah. Beruntung, isteri korban, Eka Siregar (29) berteriak dan berupaya mengahalangi hingga para pelaku pergi.

Sebelum meninggalkan rumah korban, para pelaku memaksa dan mengancam bunuh jika korban tidak melakukan ralat berita. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian wajah, bibir, kepala dan dada.

Penganiayaan disinyalir dipicu kemarahan atas pemberitaan terkait penyerobotan lahan oleh mafia tanah berinisial PS (P Sitorus) yang di backing oknum Sirait yang bertugas di Polda Sumut dan oknum Marinir.

Para pelaku tidak terima atas pemberitaan yang menyebutkan tentang penyerobotan tanah. Apalagi dalam berita menyinggung keberadaan gudang ilegal pemasok semen di lokasi lahan milik Endang Silaen yang telah dua kali di razia, namun tetap saja beroperasi.(TAp)

  BeritaTerkait
  • Jurnalis di Medan Turun ke Jalan

    4 tahun lalu

    Ratusan Jurnalis di Medan melakukan aksi unjukrasa di bundaran air mancur, Jalan Sudirman, Selasa (16/8/2016). Aksi yang dilakukan guna mengecam tindakan kekerasan prajurit TNI AU terhadap dua ‎wartawan saat melakukan unjukrasa Kelurahan Sari Re

  • AMCI Desak Hukum Ditegakkan Bagi Penganiaya Jurnalis di Medan

    4 tahun lalu

    Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Medan. Kali ini, korbannya adalah Array (wartawan di salah satu media harian di Medan) dan Andry Safrin (kontributor di salah satu televisi nasional). Kedua jurnalis itu mendapatkan penganiayaan oleh pra

  • Oknum Aparat Aniaya Jurnalis di Medan, AJI Medan Minta Pelaku di Hukum

    4 tahun lalu

    Setelah berulang kali warga melakukan aksi penolakan terhadap pengambilalihan lahan di kawasan Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, bentrok antara warga dengan prajurit TNI AU pun pecah, Senin (15/8/2016). Nahas, jurnalis yang meliput di lokasi

  • Kekerasan Oleh TNI AU di Medan Dikecam

    4 tahun lalu

    Puluhan massa menggelar aksi unjukrasa di bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Jumat (19/8/2016). Massa terdiri dari FMN Cabang Medan, HMI Komisariat Fisip USU, SMI Cabang Medan, LBH Medan dan Kontas Sumut.

  • Jurnalis se Indonesia Tolak Berpartisipasi Dalam Lomba Foto dan Video HUT TNI

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :<br></br> Jurnalis se-Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi wartawan khususnya yang bergerak dibidang wartawan foto dan video menyatakan sikap menolak berpartisipasi untuk mengikuti lomba foto dan video deng

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb