• Home
  • News
  • Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terulang, Ayah "Rusak" Dua Anaknya
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 30 November 2017 07:40:00

Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terulang, Ayah "Rusak" Dua Anaknya

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Arist Merdeka Sirait
Jakarta (Pelita Batak):
Kekerasan seksual yang dilakukan orang terdekat anak terulang kembali di Jakarta dan patut untuk diwaspadai warga Jakarta.

Ruhendi (32) warga KD, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan sadar tega melakukan kekerasan seksual berulang-ulang terhadap dua putri kandungnya AA (16) dan MU (14) bukan nama inisial sebenarnya yang masih duduk masing-masing dibangku sekolah SMP dan SMK.

Perlakuan biadab dan menjijikkan Ruhendi terhadap kedua dara dagingnya ini terungkap ketika kedua korban tidak tahan lagi menanggung derita atas perbuatan bejat ayah kandungnya mengadu kepada ibunya Minggu 26/11/17.

Perlakuan bejat Ruhendi dilakukan berulang-ulang dirumahnya sejak kedua putrinya duduk dibangku Sekolah Dasar. Setiap Ruhendi sebelum dan sesudah melakukan perbuatan mesumnya kepada kedua putrinya didahului dengan pelecehan seksual dan ancaman kekerasan. Perbuatan yang dilakukan secara sadar itu, Ruhendi tidak hanya melakukan kejahatan seksual terhadap buah hatinya itu,  tetapi juga merekam kedua putrinya melalui ponselnya dalam posisi telanjang pada saat kedua korban mandi dan rekaman dalam bentuk bentuk video tersebut masih tersimpan dan ponsel pelaku.

Setelah Polisi mendapat laporan dari ibu korban, Ahad 26/11/17 Polsek Kebon Jeruk bergerak cepat lalu menangkap dan menahan pelaku. Saat ini Ruhendi sudah diamankan di Polsek Kebon Jeruk untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban hukum.

Mengingat pelaku adalah ayah kandung dari kedua korban yang seyogianya melindungi anaknya,  perbuatan pelaku Ruhendi dapat dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman pidana pokok maksimal 20 tahun dan ditambah sepertiga dari pidana pokoknya. 

Oleh sebab itu, demi keadilan hukum bagi korban dan demi kepentingan terbaik bagi anak, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai institusi independen yang bertugas dan berfungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, mendorong pihak penyidik Polri  Khususnya penyidik Unit PPA Polres Jakarta Barat untuk bersedia kiranya menjerat pelaku dengan menggunakan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan PERPU Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana pokok maksimal 20 tahun ditambah dengan sepertiga dari pidana pokok. Itu artinya pelaku bisa saja terancam hukuman seumur hidup, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas  Perlindungan Anak kepada media  Rabu 29/11/17 di diselah-selah sidang memberikan keterangan sebagai saksi ahli di PN Depok.

Waspada Kekerasan Seksual 
Dengan menggunakan momentum kasus kekerasan seksual ini yang dilakukan Ruhendi ini, Komnas Perlindungan Anak mengajak masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan dan ancaman kekerasan terhadap anak dimasing-masing lingkungannya.

Arist menambahkan, untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, masyarakat Jakarta sudah saatnya saling peduli diantara sesama warga dan merajut kembali sistim kekerabatan sosial yang semakin hari semakin terasa ditinggalkan. Mengingat kehidupan  Jakarta sebagai kota metropolitan yang warganya sudah serba individualistis maka diperlukan gerakan bersama merajut kepedulian terhadap anak sebagai bentuk kewajiban untuk pemenuhan hak anak yang diamanatkan Undang-undang dan kesepakatan international.

Untuk mengimplementasikan  tanggungjawab pemenuhan  dan perlindungan hak anak dari ancaman kekerasan terhadap anak di DKI Jakarta, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Komnas Perlindungan Anak segera mengagendakan untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya untuk memberikan dorongan dan masukan agar DKI Jakarta segera menyusun rencana aksi pemulihan hak-hak anak sebagai bagian dari 8 program prioritas Gubernur DKI Jakarta serta mencanangkan gerakan perlindungan anak sekelurahan berbasis masyarakat di lingkungan   DKI Jakarta sebagai wujud dari Jakarta yang telah mendapat predikat Kota layak anak.

Untuk memberikan pemulihan trauma korban, Komnas Perlindungan Anak segera membentuk tim Psikologis  untuk membantu pemulihan korban melalui pendekatan psicosocial therapy dan  Relawan cepat Komnas Perlindungan anak siap membantu untuk pendampingan.

Atas peristiwa ini Arist mengingatkan, karena orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara bertanggungjawab untuk memberikan yang terbaik bagi anak, maka sudah saatnya warga Jakarta bangkit bersama untuk mengakhiri segala bentuk kejahatan, penganiayaan, penindasan, eksploitasi  dan penelantaran.(*)
  BeritaTerkait
  • Terjadi Lagi, Anak Hamil Tua di Garut Akibat Ulah Ayah Kandung

    10 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kasus kejahatan seksual terhadap anak  dalam bentuk incest akhir-akhir ini marak terjadi di sekitar lingkungan sosial anak. Rumah tidak lagi tempat yang nyaman, ramah dan b

  • Kasus Pembunuhan Anak di Doloksanggul: Hakim Vonis Bebas Ayah Almarhum Aldi Sibarani. Jadi Siapa Sebenarnya Pembunuh Aldi Sibarani ?

    3 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Tokoh masyarakat Kabupaten Humbanghasundutan Erikson Simbolon kepada pelitabatak.com mengaku terkejut setelah mengetahui hal ini. Ia menanggapi vonis bebas majelis hakim ke

  • Peringati Hari Anak Nasional 2016 Pemkab Sergei Adakan Seminar Sekolah Ramah Anak

    4 tahun lalu

    Bagian Hukum Setdakab Serdang Bedagai bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Pemkab Serdang Bedagai, PUSHAM UNIMED, HaRI, Fitra Sumut, BAKUMSU, SOI, dan Perempuan Indonesia Berbagi menyelenggarakan kegiatan bersama dalam memperingati

  • Ayah Ini Rudapaksa Anaknya Selama Satu Tahun di Asahan

    4 tahun lalu

    Asahan (Pelita Batak) :Seorang ayah tiri di Asahan tega merudapaksa anaknya yang masih duduk dikelas 6 SD. Aksi yang dilakukan FS terhadap anaknya HT (11) itu telah berangsung selama satu tahun.

  • Akhyar Nasution : Stop Kekerasan Terhadap Anak!

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Anak perlu dilindungi karena pada dasarnya setiap naka lahir dengan segenap potensi yang baik. Namun akibat pola asuh dan lingkungan yang salah, maka masa perkembangan anak dapat menghambat tumbuh kembangnya.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb