• Home
  • News
  • Kejahatan Seksual Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Depok Terulang Lagi
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 13 Februari 2020 21:43:00

Kejahatan Seksual Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Depok Terulang Lagi

Komnas Perlindungan Anak akan mendampingi korban dan mendesak Polres Metro Depok menangkap dan menahan pelaku
BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Arist Merdeka Sirait bersama ratusan anak kampanye Stop kekerasan terhadap anak di Bali
Jakarta (Pelita Batak):
Atas derita seorang remaja berkebutuhan khusus (ABK) asal Bojong Gede, Depok, Jawa Barat sebut bernama saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya-red) mengalami kekerasan seksual secara bergiliran yang diduga dilakukan Pelaku K dan S adalah merupakan perbuatan tercelah, tidak berprikemanusiaan dan merupakan tindak kejahatan luar biasa. Oleh karena itu, Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak membdtilan atensi khusus terhadap kasus yang menimpa Anak berkebutihan khusus ini. 

"Sikap KOMNAS Perlindungan Anak terhadap kasus ini Tidak ada "Toleransi"dan apalagi  kata "Damai" terhadap kejahatan kemanusiaan ini", oleh sebab itu, Arist Merdeka Sirait mendesak Polres Metro Depok untuk tidak ragu-ragu menangkap dan menahan terduga pelaku".

Kasus kejahatan seksual ini sesungguhnya telah terjadi dalam rentang waktu 2015 sampai 2019. Namun peristiwa menyakitkan ini baru diketahui oleh Kakak korban di akhir 2019. 

Lebih jauh kakak korban menjelaskan keadaan ini bisa terungkap setelah Kakak korban menaruh curiga dengan perilaku korban yang sering mengeluh sakit di bagian kemaluan.

Setelah korban didesak, dengan ketakutan korban kemudian mengaku bahwa korban sering disetubuhi oleh pelaku yang berinisial K dan S.

Mendapat informasi ini kemudian sang Kakak melaporkan hal ini Polres Metro Depok awal Desember 2019 dengan Nomor Paporan LP: /2745/XII/2019, namun setelah 2 bulan kasus ini dilaporkan belum juga ada tindakan penangkapan terhadap pelaku dan  para pelaku masih bebas berkeliaran kami hanya rakyat kecil yang menuntut keadilan ujar Kakak korban Sari Tamimah.

Kemudian kasus ini mendapat tanggapan serius dari Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas Perlindungan anak. Selain sebagai Ketua, Arist sebagai orangtua sangat geram dengan pelaku dan mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan kedua pelaku ini tidak bisa dibiarkan. 

Apa lagi dilakukan kepada anak berkebutuhan khusus,  pelaku harus segera ditangkap oleh Polresta Depok Jangan dibiarkan berkeliaran dan memakan lagi korban ucap Arist Merdeka Sirait kepada sejumlah media di kantornya.

Arist Merdeka menambahkan akan segeta meminta Polres Metro Depok intuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini secepatnya. Dan dapat dipastikan korban pasti menderita trauma berat dan sering menangis sendiri, seperti orang yang ketakutan.

Lebih jauh Arist menjelaskan, untuk memastikan kasus ini mendapatkan penyelesaian yang berkeadilan apalagi korbannya adalah anak berkebutuhan khusus serta mengingat kasus ini adalah kejahatan terhadap  kemanusiaan luar biasa

Dengan demikian tidak ada toleransi dalam perkara kejahatan seksual ini untuk tidak diteruskan, tegas Arist  

Oleh karenanya  Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen di bidang Perlindungan Anak yang diberikan tugas dan fungsi oleh pemerintah dan masyarakat untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, rencana besok Jumat 14 Februari 2019 akan bertemu korban dan keluarga korban kemudian mengantarkan dan memfasilitasi korban dan keluarganya ke Satreskrimu dan Unit PPA untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan hasil penyelidikan dan ingin mengetahui kendala apa yng menyebakan terduga pelaku belum ditangap dan ditahan.

Atas peristiwa ini, dan bersesuaian  dengan  ketentuan UU RI Nomor : l17 tahun 2016 tentang penerapan Perpu Nomor :  01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor : 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 82 UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RIZ Nomor : 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pelaku terancam hukuman maksimal seumur hidup, dengan demikian Komnas Perlindungan Anak akan terus mengawal proses hukum ini supaya mendapatkan kepastian hukum dan berkeadilan, demikian Arist Merdeka Sirait mengakhiri percakapannya dengan media.(*)
  BeritaTerkait
  • Terjadi Lagi, Anak Hamil Tua di Garut Akibat Ulah Ayah Kandung

    6 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kasus kejahatan seksual terhadap anak  dalam bentuk incest akhir-akhir ini marak terjadi di sekitar lingkungan sosial anak. Rumah tidak lagi tempat yang nyaman, ramah dan b

  • Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terulang, Ayah "Rusak" Dua Anaknya

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kekerasan seksual yang dilakukan orang terdekat anak terulang kembali di Jakarta dan patut untuk diwaspadai warga Jakarta.Ruhendi (32) warga KD, Kebon Jeruk, Jakarta Barat denga

  • Kejahatan Seksual Terhadap Anak Terulang di Samosir

    7 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Ketua Umum KOMNAS Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta Polres Kabupaten Samosir untuk segera menangkap dan menahan LN (26) pelaku kejahatan seksual terhadap anak di De

  • Tobasa Waspada Kekerasan Seksual Terhadap Anak

    7 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Demi keadilan  dan kepastian hukum bagi korban,  Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan bahwa 4 orang paruh baya pela

  • Bergotongroyong Melawan Terorisme Dan Perjuangan Merawat Kemanusiaan Dan Kebhinnekaan Indonesia Raya

    2 tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli (mantan Pansus DPR-RI Mengenai UU Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme)Masyarakat dan bangsa Indonesia kembali Berkabung. Belasungkawa dan Berdukacita mendalam atas wafatnya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb