• Home
  • News
  • Kapabilitas PPL Dan Kader Bertambah Menuju Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 14 Februari 2020 14:24:00

Kapabilitas PPL Dan Kader Bertambah Menuju Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

BAGIKAN:
Photo by Aristya Rahayu
Pembukaan Training of Trainer di Kantor BPP Batangtoru, 3 Februari 2020 Conservation International
Tapanuli Selatan (Pelita Batak):
Setelah melakukan pembinaan terhadap 27 petani andalan dan 15 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pada 2018 dan 2019 lalu, untuk ketiga kalinya Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Conservation International Indonesia (CII) kembali menyelenggarakan Training of Trainer (ToT).

Bertempat di Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Batangtoru, pelatihan berlangsung selama 6 hari hingga Sabtu (08/02). 21 peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari 4 kecamatan penghasil sawit terbesar di Tapanuli Selatan, yakni Muara Batangtoru, Batangtoru, Angkola Selatan, dan Angkola Sangkunur.

Mulkan Effendi, Kepala Seksi Perlindungan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tapanuli Selatan menyambut baik sekaligus mendukung keberlanjutan program ini.

"ToT menjadi kesempatan bagi para PPL dan kader petani untuk belajar sawit berkelanjutan. Melalui program ini, para peserta yang telah ikut harus mampu membagikan ilmunya kepada orang lain, terutama petani", ujarnya.

Isner Manalu selaku North Sumatera Field Program Manager Conservation International Indonesia menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, ancaman terhadap hutan di Tapanuli Selatan masih terus terjadi. Namun sangat disayangkan bahwa perluasan lahan sawit tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas sawit yang mana rata-rata produksi yang ideal berkisar 24 ton per hektar selama satu tahun.

"Produktivitas sawit di Tapanuli Selatan masih rendah, di bawah 10 – 12 ton per hektar per tahunnya. Maka dari itulah melalui Sekolah Lapang (SL) Kelapa Sawit Berkelanjutan, kami ingin mengajak para petani mandiri untuk mengimplementasikan praktik terbaik perkebunan yang mampu meningkatkan hasil produksi", ungkapnya.

Dalam pembukaan ToT, ia juga menambahkan bahwa hingga 3 tahun ke depan, ditargetkan sebanyak 800 petani mendapatkan sertifikat RSPO. Unilever, yang juga mendukung kegiatan ini akan ikut mendampingi petani hingga mendapatkan sertifikasi.

Salah satu peserta, Alhamni Harahap (PPL Kecamatan Muara Batangtoru) menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi peluang belajar agar lebih paham mengenai sawit.

"Saya berharap agar apa yang dipelajari disini dapat dibagikan kepada petani-petani yang ada di sekitar saya (Kelurahan Muara Manompas)".

Menjelang penutupan ToTbesok, para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik lapangan mengenai penyortiran, pemanenan, pengangkutan, pemeliharaan, penilaian perkebunan, pemupukan, hingga hama dan penyakit pada kelapa sawit. Tidak hanya itu, materi mengenasi konservasi dan sertifikasi sawit juga dibahas pada pelatihan ini.( Hetty Tambunan)
  BeritaTerkait
  • Konsistensi Tapanuli Selatan untuk Sawit Berkelanjutan

    satu bulan lalu

    Tapanuli Selatan (Pelita Batak):Dalam rangka membangun bentang alam yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) secara konsisten menyelenggarakan program pemberdayaan terhadap p

  • Khotbah Natal Pemprovsu, 19 Desember 2018 di Hotel Danau Toba, Medan, pkl 17.00: "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" (1 Korintus 1:30)

    tahun lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBPHP/WA: 0812-62472015Sub Tema: "Dengan Perayaan Natal Pemprovsu Berhikmat Melayani Masyarakat Menuju Sumut Lebih Bermartabat."PengantarSaudara

  • Empat Prioritas Kegiatan Disepakati Dari Rencana Aksi Kelapa Sawit Berkelanjutan Provinsi Sumatera Utara

    7 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Sebanyak 35 orang yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara serta sektor swasta dan lembaga non-profit menyepakati empat prioritas kegiatan sebag

  • Gubsu Harapkan CPO Fund Untuk Infrastruktur Jalan dan Pelabuhan

    4 tahun lalu

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengharapkan dana pungutan sawit (CPO Fund) dapat dikembalikan kepada industri sawit yang lebih efektif melalui pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas pelabuhan

  • Alumni IPB Siap Perkuat Positioning & Image Industri Sawit Nasional

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Pesatnya perkembangan industri sawit nasional menjadikannya primadona ekspor Indonesia dan menjadi penyumbang devisa terbesar ditambah lagi sektor ini mampu menyerap tenaga k

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb