• Home
  • News
  • Jumlah Insinyur Indonesia Masih Kalah Jauh dari Singapura
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 18 Agustus 2016 11:46:00

Jumlah Insinyur Indonesia Masih Kalah Jauh dari Singapura

BAGIKAN:

Pelita Batak: Tenaga ahli khususnya sarjana teknik dibutuhkan untuk dapat bersama membangun infrastruktur berkualitas dan masif di seluruh pelosok Indonesia. DIKTI menyebutkan hingga 2019 Indonesia kekurangan sekitar 120.000 orang tenaga insinyur.

"Idealnya ketika mahasiswa atau mahasiswi yang berkualitas lulus dapat langsung bekerja tanpa harus melamar namun kenyataannya banyak yang setelah lulus tapi mereka tidak bekerja sesuai bidangnya, ini pasti ada yang salah," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yusid Toyib di depan para mahasiswa/i Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya di Palembang, Sabtu (13/8/2016).

Data Persatuan Insinyur Indonesia (PII) pada 2014, jumlah insinyur Indonesia hanya sebanyak 3.038 dari tiap satu juta penduduk dan jumlah tersebut adalah yang terendah di ASEAN. "Kita jauh di bawah Singapura yang jumlahnya mencapai 28.235 orang per satu juta penduduk, selanjutnya berturut-turut Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Malaysia," ujarnya dikutip dari pu.go.id.

Yusid mengatakan bahwa pemerintah tidak tinggal diam, Kementerian PUPR ingin permasalahan itu segera teratasi, dan menginisiasi program link and match dapat benar-benar terlaksana antara pemerintah (Ditjen Bina Konstruksi, Ditjen Belmawa, Ditjen Dikdasmen), instansi pendidikan, dan industri konstruksi. Selain itu, Kementerian PUPR sedang mengupayakan standar minimum penggajian yang sesuai dan pantas untuk para lulusan berkualitas.

Yusid menambahkan, fokus mahasiswa/i saat ini adalah belajar, tingkatkan kompetensi, buka jejaring komunikasi, berjiwa militan, tidak mudah mengeluh, dan jangan dahulu berfikir nanti setelah lulus susah mendapat pekerjaan. "Yakinlah pemerintah tidak tinggal diam, tak lupa untuk selalu ingat dan berdoa kepada Allah SWT," kata Yusid. (TAp/pu)

  BeritaTerkait
  • Pendidikan Harga Mati di Lanny Jaya Papua

    4 tahun lalu

    Papua (Pelita Batak) : Dalam sambutannya, Bupati Befa Yigibalom, SE, M,Si menyatakan bahwa pendidikan adalah harga mati untuk membangun di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua. “Kami tidak

  • Demo Disebut Hanya Memperburuk Kondisi Ekonomi yang Tengah Lesu

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Yopie Hidayat, kolumnis ekonomi yang juga mantan Juru Bicara Wapres Boediono, menegaskan, saat ini, kondisi ekonomi global tengah dalam kondisi sangat tidak bagus, bahkan bis

  • Jalan Dengan Segala Aspeknya

    3 tahun lalu

    Oleh: Ronsen PasaribuIngin tahu, kita bicarakan ihwal pentingnya pengaturan jalan bagi manusia.Jalan ya jalan. Tanpa butuh definisi, kita paham apa arti jalan. Hanya ada yang membedakan istilah di ber

  • Indonesia Butuh 13 Juta Rumah, Pemda Diminta Beri Perhatian

    4 tahun lalu

    Hingga saat ini, Indonesia masih butuh rumah menengah ke bawah 13 juta unit. Sayangnya, pemilik modal di Indonesia justru mau membangun properti di luar negara Indonesia. Kini Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara tetangga di Asia, seperti Thailan

  • Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) Gelar Acara Senandung Rindu Bona Pasogit Jilid Pertama

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) menggelar Acara Senandung Rindu Bona Pasogit Jilid Pertama di Lapo Codian, Jakarta, Sabtu 8 April 2017.   Para pendukung aca

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb