• Home
  • News
  • Ini Pernyataan Sikap PP GMKI) Terhadap Aksi Terorisme di Gereja Oikumene Samarinda
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 13 November 2016 21:55:00

Ini Pernyataan Sikap PP GMKI) Terhadap Aksi Terorisme di Gereja Oikumene Samarinda

BAGIKAN:
Ist
GMKI
Jakarta(Pelita Batak): Aksi terorisme yang terjadi di Gereja Oikoumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur merupakan provokasi yang tidak boleh dianggap sepele oleh setiap elemen bangsa. Pasalnya, aksi terorisme ini, patut diduga kuat sengaja menyasar anak-anak yang sedang bermain di luar gedung ketika orang tua mereka sedang melakukan peribadatan.
 
Demikian pernyataan sikap Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Masa Bakti 2016-2018 terhadap aksi terorisme di Samarinda, yang diterima, Minggu 13 November 2016. "Empat orang anak menjadi korban dalam aksi terorisme provokatif ini. Empat orang anak yang menjadi korban tersebut diketahui sedang bermain menunggu selesainya peribadatan orang tua mereka,"ujar Ketua Umum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat dan Sekretaris Umum Alan Christian Singkali.
 
Diduga sekitar ratusan jemaat sedang beribadah pada saat terjadinya peledakan. Kebanyakan dari jemaat yang melakukan peribadatan adalah orang tua yang memang sengaja membawa anak-anak mereka juga untuk beribadah.
 
Upaya deradikalisme yang digaungkan pemerintah untuk mereduksi aksi terorisme seharusnya berbuah baik. Namun dengan adanya insiden Samarinda, membuka mata kita, kelompok teroris yang menginginkan Negara yang ber-ideologi Pancasila ini runtuh, masih subur dan bebas bergerak.
 
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia menyayangkan dan mengecam tindakan pelemparan bom yang dilakukan oleh residivis teroris di Gereja Oikoumene  Kota  Samarinda, Kalimantan Timur pada hari Minggu 13 November 2016.
 
Mereka mengutuk keras siapapun yang mendalangi aksi terorisme yang menyasar anak-anak sebagai korban, terlepas apa pun yang mendasari tindakan tersebut.
 
Menurut PP GMKI, aksi pelemparan bom tersebut menjadi tanggung jawab dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly karena Kementerian tesebut memiliki kewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada setiap napi dan residivis teroris karena dimungkinkan untuk mengulangi tindakan kejahatan serupa yang dapat menganggu kepentingan nasional.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,  Komjen Pol Suhardi Alius dinilai PP GMKI, harus bertanggung jawab penuh karena telah membiarkan anak-anak yang tak berdosa menjadi korban terorisme di Samarinda. 
 
Lalu Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur,  Irjen Pol Safaruddin dinilai gagal dalam mengantisipasi aksi terorisme yang menyasar rumah ibadah yang menjadikan anak-anak sebagai korban. Setiap kepolisian daerah di seluruh Indonesia harus serius menjaga keamanan setiap warga negara.
 
PP GMKI meminta dengan rendah hati setiap tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk bahu-membahu dalam menjaga kebhinekaan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk dan menunjukkan bahwa ideologi Pancasila tidak akan kalah dengan sekelompok orang yang ingin memecah persatuan bangsa.
 
Seluruh Badan Pengurus Cabang dan Anggota GMKI yang tersebar di seluruh tanah air diminta untuk melakukan konsolidasi dengan setiap organisasi yang berbasis kepemudaan dan mahasiswa agar dapat menjaga keutuhan bangsa.
 
GMKI  meminta agar seluruh elemen masyarakat Indonesia tidak terprovokasi atas peristiwa terorisme yang memprovokasi dengan cara  menyerang rumah ibadah dan menyasar anak-anak. Kita tunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang solid, toleran, serta damai dan tidak bisa dipecah-belah oleh pihak manapun.(R2)
  BeritaTerkait
  • Suara Mahasiswa Kristen Indonesia Untuk Perdamaian: Hati-hati Bahaya Laten Intoleransi

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Rabu 7 Desember 2016, merilis pernyataan menyikapi berbagai dinamika di Tanah Air. Berikut isi pernyataan sikap ya

  • Umat Kristiani Kota Padangsidimpuan Gelar Solidaritas dan Doa Bersama Tragedi Terorisme

    2 tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Umat Kristiani bersama para pendeta Menggelar Deklarasi aksi Solidaritas dan Doa bersama tragedi teroris Surabaya dan Mako Brimob, yang berlangsung di kantor Pusat GKP

  • Sambutan Ketua Umum GMKI dalam Perayaan Natal Nasional GMKI di Samarinda

    4 tahun lalu

    Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak-Ibu dan Saudara-saudari yang kami hormati, kelahiran Yesus di dunia tidak hanya menjadi milik umat Kristen saja, melainkan merupakan milik peradaban manus

  • PNPS GMKI Kutuk Pengeboman Gereja Oikumene Samarinda Kalimantan Timur

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) Dr Bernard Nainggolan SH dan Sekretaris Jenderal Ir. Edward Tanari M.Si menye

  • Hukuman Seberat-beranya untuk Pelaku Peledakan Bom di Samarinda

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas menyatakan harapannya, agar pelaku bom di Samarinda dihukum seberat-beratnya. Tanggapan itu terkait den

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb