• Home
  • News
  • Ini Pasal Pidana Pencemaran Danau Toba
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 22 Agustus 2017 06:09:00

Ini Pasal Pidana Pencemaran Danau Toba

BAGIKAN:
Ist
Danau Toba
Medan(Pelita Batak): Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitResKrimSus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) meminta keterangan pelapor terkait dugaan pencemaran air Danau Toba oleh PT Aquafarm Nusantara dan PT Suri Tani Pemuka. Pada Senin pagi 21 Agustus 2017.  Pelapor, dalam hal ini Drs Maruap Siahaan yang mewakili Pengurus Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), berada di Polda Sumut untuk memberikan keterangan yang diminta Tim Penyidik DitResKrimSus.

Berikut  pasal pidana pencemaran Danau Toba:

Pertama, Pasal 98 ayat (1) dan (2) UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: "Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup,.."

Kedua, Pasal 99 ayat (1) dan (2) UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: "Setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup,.."

Ketiga, Pasal 15 ayat (1) huruf c UU No. 11 Tahun 1974 Tentang Pengairan: "Barang siapa yang sudah memperoleh izin dari Pemerintah untuk pengusahaan air dan atau sumber-sumber air sebagaimana tersebut dalam Pasal 11 ayat (2) Undang-Undang ini, tetapi dengan sengaja tidak melakukan dan atau sengaja tidak ikut membantu dalam usaha-usaha menyelamatkan tanah, air, sumber-sumber air, dan bangunan-bangunan pengairan sebagaimana tersebut dalam Pasal 13 ayat (1) huruf a, b, c, dan d Undang-Undang ini."

Lokasi dugaan pencemaran air Danau Toba yang dilakukan PT Aquafarm Nusantara dan PT Suri Tani Pemuka adalah kawasan perairan Danau Toba di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Samosir, dan Simalungun.

Dugaan pencemaran air Danau Toba berdasarkan Laporan Analisis dari Sucofindo pada 20 Desember 2016 memperlihatkan dengan jelas bahwa air Danau Toba saat ini bukan air dengan kualifikasi air kelas satu. Ada 11 titik lokasi pengambilan sampel data di perairan Danau Toba.

Pencemaran yang sangat nyata adalah tingginya kadar Biologycal Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Fecal Coliform.

Nilai BOD menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh organisme aerob untuk aktivitas hidup. Nilai BOD menunjukkan kandungan bahan organik dalam perairan. Semakin tinggi nilai BOD, maka ini mengindikasikan bahwa perairan tersebut banyak mengandung bahan organik di dalamnya. Demikian juga sebaliknya, apabila nilai BOD rendah, maka ini mengindikasikan bahwa perairan tersebut miskin bahan organik.

Nilai COD menunjukkan jumlah oksigen total yang dibutuhkan di dalam perairan untuk mengoksidasi senyawa kimiawi yang masuk ke dalam perairan. Tingginya nilai COD mengindikasikan banyaknya senyawa kimiawi yang ada di dalam perairan dan sebaliknya rendahnya nilai COD mengindikasikan rendahnya senyawa kimia di dalam perairan.

Hasil pemeriksaan parameter kimia Fecal Coliform kualitas air Danau Toba di masing-masing daerah pengambilan sampel adalah tidak memenuhi syarat/standar baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 yaitu 100 per 100 ml, sedangkan berdasarkan KEPMENKES RI NOMOR 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum, pH Danau Toba telah melampaui ambang batas baku mutu, yaitu: baku mutu pH sebesar 0/100 ml. Tingginya Fecal Coliform pada permukaan diduga karena terjadinya penumpukan polutan organik dan anorganik yang berpotensi besar, sehingga meningkatkan jumlah bakteri total Coliform.(ril)
  BeritaTerkait
  • YPDT Lengkapi Berkas Pengaduan Pencemaran Danau Toba ke PTUN, Polda Sumut dan BLH

    4 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Drs. Maruap Siahaan, MBA, Senin, 6 Februari 2017 pukul 10.00 WIB mendatangi PTUN di Jalan Bunga Raya Nomor 18, Asam Kumbang, Meda

  • Penganiaya Dua Aktivis Lingkungan Hidup YPDT Resmi Masuk Rutan Pangururan

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Maruap Siahaan sebagai Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) sangat mengapresiasi pihak Kejaksaan Negeri Samosir dan Kepolisian Resort (Polres) Samosir menyebloskan JS (

  • Aquafarm Ternyata Telah Berulang Dilaporkan Cemarkan Danau Toba

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Pada Juli 2017, Drs. Maruap Siahaan selaku Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba(YPDT) melaporkan PT. Aquafarm Nusantara ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Repub

  • Badan Pelaksana Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba Wajib Dibentuk Tiga Bulan Ini

    5 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Perpres No 49 Tahun 2016 Tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) menyatakan Badan Pelaksana harus sudah terbentuk paling lambat tiga bulan seja

  • GMKI Wilayah I: Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Lebih Serius Kerja Tangani Lingkungan Hidup

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sejak 45 tahun lalu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1972 Menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 23 Tahun 199

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb