• Home
  • News
  • Ini Kata PMKRI Tentang Berita Hoax Bertema Aksi Bela Yesus
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 30 Desember 2016 15:43:00

Ini Kata PMKRI Tentang Berita Hoax Bertema Aksi Bela Yesus

BAGIKAN:
Int|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Media sosial kembali dibuat heboh dengan beredarnya broadcast message (pesan berantai), yang pada intinya mengajak umat Kristiani khususnya Katolik untuk mengikuti Aksi Bela Yesus.

Dalam pesan berantai tersebut, Aksi Bela Yesus akan dilaksanakan dengan long march dari gereja Katedral ke Polda Metro Jaya. Aksi ini dimaksudkan untuk menekan polisi terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab, yang laporan polisinya telah didaftarkan oleh pengurus PMKRI dan ormas Katolik ini berketetapan untuk meneruskan langkah hukum.

Berkaitan dengan pesan berantai tersebut, Julwanri Munthe, Presidium Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) mengkonfirmasi bahwa pesan berantai tersebut merupakan hoax alias berita palsu.

"Hirarki gereja Katolik tidak terkait dengan politik praktis dan hal-hal sektarian, serta tidak tahu menahu dan tidak ada hubungannya dengan rencana aksi tersebut. Oleh karena itu, diminta umat Katolik tidak terprovokasi untuk mengikuti ajakan aksi turun ke jalan tersebut," ujar Julwanri Munthe, yang sebelumnya merupakan Ketua PMKRI Sumatera Utara (Sumut), melalui pesan elektronik, Jumat (30/12/2016).

Disebutkannya, Tim Religi Kemitraan Keuskupan Agung Jakarta, telah mengkonfirmasi nomor telepon koordinator aksi tersebut, namun sudah tidak aktif.

"Salah satu keganjilan dari ajakan turun ke jalan tersebut, dan mengindikasikan bahwa berita tersebut tidak benar dan berdasar, adalah diberikannya catatan bahwa setelah selesai aksi akan ditutup dengan ibadah Misa Malam Natal di Katedral," terangnya.

Namun, Julwanri tidak mau menduga-duga siapa penyebar pesan berantai yang tidak mengerti tata ibadah umat Katolik tersebut.

Ditegaskannya, bahwa Keuskupan Agung Jakarta telah mengeluarkan pernyataan resmi, pada Kamis 29 Desember 2016.

Dalam pernyataan yang ditanda tangani Rm. V. Adi Prasojo, Pr selaku Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta, menyatakan, "Menanggapi beredarnya berita gerakan 'aksi' tertentu pada hari Sabtu 31 Desember 2016 yang diawali dari Gereja Katedral Jakarta, maka kami menyatakan bahwa berita tersebut TIDAK BENAR. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan NKRI. Mari kita amalkan Pancasila."

Selain itu, kepada segenap anggota PMKRI yang berada di daerah Sumut, Makassar, Surabaya dan Bandung supaya tetap tidak terpancing akan provokasi pihak-pihak lain yang menginginkan kegaduhan dengan memanfaatkan pelaporan PP PMKRI terhadap Habib Rizieq Shihab.

"Sumut, dan tiga daerah lainnya itu barometer, apabila bergejolak, bisa beda situasinya. Kita harus tetap berjaga dan antisipasi terhadap pihak-pihak yang menginginkan kegaduhan di Indonesia," pungkasnya.

(TAp)

  BeritaTerkait
  • CFD Dimeriahkan Jalan Santai PWI Sumut & Deklarasi Internet Media Sosial Sehat

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di pekan terakhir bulan Maret berlangsung sangat meriah, Minggu (25/3).  Sebab, kegiatan yang digelar dalam rangka sosialisasi untuk mengajak m

  • Hari Bela Negara : Seluruh Komponen Masyarakat Diajak Tanamkan Semangat Bela Negara

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Memperingati Hari Kesadaran Nasional dan Hari Bela Negara (HBN) ke 71 Tahun 2019, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM bertindak sebagai Inspektur upacara (I

  • PP GMKI Sampaikan Sembilan Rekomendasi Pemikiran kepada Kepala Staf Kepresidenan RI

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): "Indonesia saat ini masih menghadapi banyak persoalan yang harus dapat diselesaikan oleh seluruh komponen bangsa. Para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa t

  • Senandung Rindu Bonapasogit, Sebuah Catatan Kecil

    3 tahun lalu

    Rustika, salah seorang panitia selalu membimbing seluruh panitia untuk berdoa, baik memulai rapat siang itu menyerahkan pada Tuhan agar rencana berjalan lancar, begitu para undangan boleh hadir den

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb