• Home
  • News
  • Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (5)
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 22 Agustus 2017 14:21:00

Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (5)

BAGIKAN:
Ist
Sebastian Hutabarat
08:09-08.15 JS memanggil SH dan JM untuk jangan pergi dulu. Ketika SH dan JM menoleh ke belakang, anak buah JS berlari ke arah SH dan mulai menarik SH. Melihat situasi tersebut, JM berusaha memisahkan dan kemudian tersingkir dari kerumunan orang yang sedang mengerumuni SH. 

Melihat aksi tersebut SH secara spontan mengatakan "rekam,rekam,rekam". Tidak berapa lama sejak SH mengatakan tersebut, terdengar suara JS mengatakan "ai ho huida, asing ho, mate nimmu mate." Tapi tangan JS sudah mulai menyerang tidak beraturan. 

Sesaat kemudian, JS dan sebagian lainnya mulai menyerang JM. JS memukul JM pertama kali dan mengenai pelipis kanan (antara jidat kanan dan mata kanan) dan kemudian Sekdes menahan, namun dengan banyaknya massa (sekitar 5 orang) ada yang mulai menarik-narik kerah bagian depan dan robek, JS kembali memukul bagian mulut, selanjutnya yang lain menyusul memukul dan mengenai antara jidat kiri dan mata kiri. 

JM kemudian terjatuh, kemudian JM berusaha bangun dan sempat melihat celana pendek SH sudah dipeloroti oleh anak buah JS diantara kerumunan massa (sekitar 6 orang atau lebih) dan beberapa saat itu juga JM melihat SH menaikkan kembali celananya. Setelah menyaksikan hal tersebut, JM kemudian berdiri dan sempat mendengar Sekdes yang masih menahan massa diantara kerumunan massa yang mengelilingi JM mengatakan "lao ma ho..lao ma". 

Mendengar hal tersebut, JM refleks bangun dan hendak berlari, tetapi dikejar oleh dua orang anak buah JS. Sekitar 20 meter, JM terjatuh dan salah seorang anak buah JS mengambil balok kayu, pada saat hendak memukulkan balok kayu, salah seorang yang turun mengejar justru menahan tindakan tersebut dan JM sempat hanya menatap aksi penahanan tersebut sekitar 10 detik dan dengan sisa tenaga yang ada bangkit kembali, dan berusaha berlari sejauh 30 meter dan kemudian melihat Ibu-nya Kepala Desa berada di halaman yang juga digunakan orang sebagai jalan tersebut. 
JM berteriak dari jarak sekitar 50-100 meter dari Ibunya Kepala Desa untuk meminta pertolongan jikalau mereka dipukuli dan SH masih berada di lokasi tambang.

Pada bagian lain ketika usai JS memukul JM pertama kali, JS kemudian kembali berlari ke arah SH dan memukul SH, diantara banyak orang mengeroyok celana SM dipelorotkan. Lalu SH menarik kembali celananya ke atas, SH hanya diam karena sadar tidak mungkin melawan secara fisik dengan begitu banyak orang. 

Sesaat setelah JM berlari meminta pertolongan, SH kemudian dibawa kembali ke tempat pertama kali diskusi dan minum kopi. Di tempat itulah JS dan anggotanya kembali memaki dan memukuli SH. (selengkapnya dibuat kronologi tersendiri dengan TKP di tempat pertama diskusi dan minum kopi) 

08.15-08.40 Setelah menyampaikan hal tersebut kepada Ibu-nya Kepala Desa, JM menghubungi Ratnauli Gultom (RG) melalui telpon sambil saling menatap dari kejauhan. Di telpon JM meminta bantuan agar RG segera mengirim siapa saja orang yang ada di home stay untuk segera ke lokasi tambang karena SH masih di lokasi tambang dan dipukuli massa. Lalu secepat itu, Thomas Heinle (TH) menghampiri JM dan berlari ke arah lokasi penambangan. JM berusaha menyusul TH yang sudah mulai menyaksikan kerumunan massa dan JM berpapasan dengan Ibunda Kepala Desa yang juga sedang berjalan menuju lokasi tambang yang menyisakan kurang lebih 30 meter dari lokasi kerumunan massa. 

Di antara massa tersebut menoleh JM dan memanggil JM untuk kembali ke lokasi tersebut. Melihat suasana tidak kondusif, Ibu-nya Kepala Desa menyuruh JM untuk tidak memenuhi panggilan tersebut dan kembali ke Home Stay RG. 
JM berbalik dan kembali ke Home Stay RG. Hal tersebut ternyata diikuti oleh sekitar 4-5 orang anak buah JS. Sesampainya di home stay, RG melarang massa untuk masuk area home stay, tetapi kemudian mereka memaksa JM untuk datang kembali ke lokasi dan menyerahkan Handphone milik JM. 

JM menolak dan meminta massa untuk mengajak massa lainnya ke home stay atau rumah kepala desa yang netral. Massa kembali, dan JM meminta RG untuk segera menghubungi polisi, namun RG menjawab tidak memiliki kontak. Lalu JM meminta RG untuk segera ke lokasi segera agar menyaksikan dan menyelamatkan keberadaan SH.     

08.40-08.47 JM menelpon Maruap Siahaan (Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba-YPDT) menceritakan sekilas kejadian dan meminta untuk menghubungi Kepolisian. Setelah itu seseorang anak buah JS (yang memegang balok kayu hendak memukul JM) kembali datang ke home stay RG dan minta ke lokasi tambang dan meminta agar Handphone JM diserahkan, jikalau tidak permasalahan tidak akan selesai dan SH akan tetap ditahan di lokasi. JM menyarankan sebaiknya massa dan SH dibawa ke home stay RG atau di tempat kepala desa agar netral.

08:54-08.58 JM ditelpon dari nomor SH, tapi tidak diangkat dan JM kembali menelpon SH, tapi SH tidak mengangkat. Tidak lama kemudian SH kembali menelpon JM dan meminta untuk kembali ke lokasi tambang. JM lalu menyarankan SH untuk menyampaikan agar pertemuan di Home Stay RG atau dirumah Kepala Desa agar netral. Setelah itu telpon ditutup.

09:20-09:30 Sekdes mendatangi JM ke home stay RG dan meminta JM kembali ke lokasi tambang untuk menyelesaikan permasalahan. Lalu JM mengatakan agar penyelesaiannya di Home Stay RG atau di rumah Kades. Sekdes menjelaskan agar ke lokasi tambang saja supaya selesai permasalahannya dan Sekdes menjamin keamanan.  JM menyetujui dan jalan menuju lokasi tambang. 

Mendekati rumah Kades, JM menyampaikan kepada Sekdes mau buang air kecil, lalu Sekdes menyarankan untuk ke toilet di rumah Kades. Usai dari kamar mandi dan menuju teras, TH mendatangi Sekdes dan mengajak Sekdes ke lokasi tambang tanpa mengajak JM. Namun baru saja berjalan kira-kira 10 meter dari rumah Kades, massa bersama JS dan SH datang ke Rumah Kades dan berkumpul semua di teras rumah Kades.(ril)


Hingga rilis ini diterbitkan, Jautir Simbolon telah membantah melakukan penganiayaan melalui media massa. Dia malah menyebutkan luka korban karena terjatuh saat mengejar fery.


  BeritaTerkait
  • Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (3)

    3 tahun lalu

    07:35-07.40 Tidak berpikir lama, SH dan JM kemudian memenuhi permintaan seseorang tersebut sembari menunjukkan keberadaan si Tokke yang dimaksud, yang ternyata sedang bertelpon dengan seseorang yang t

  • Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (1)

    3 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Pengeroyokan, "Penahanan", dan Pelecehan Seksual terhadap Sebastian Hutabarat dan Jhohannes Marbun (Pengurus Yayasan Pencinta Danau Toba-YPDT) di Lokasi Galian C, Desa Silimalombu

  • Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (2)

    3 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): 06:12 Masih ambil beberapa foto pemandangan di depan rumah dan home stay RG di Silimalombu Samosir. SH melihat pantai yang muncul karena air Danau Toba yang menyurut. Dalam hati S

  • Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (4)

    3 tahun lalu

    Di waktu berbeda, seseorang sempat menyinggung permasalahan Aquafarm. Lalu SH sempat menyela untuk fokus berbicara terkait tambang saja. Kembali ke masalah tambang SH menyampaikan apresiasinya terhada

  • YPDT Desak Kasus yang Menimpa Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat Ditindak Tegas Pelakunya

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :YPDT menghendaki kasus yang menimpa Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat ditindak tegas pelakunya secara hukum. Ini adalah tindakan penganiayaan, pengeroyokan, dan pelangga

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb