• Home
  • News
  • Indonesia Jadi Tujuan Utama Investasi Properti
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 21 April 2017 14:21:00

Indonesia Jadi Tujuan Utama Investasi Properti

BAGIKAN:
Shutterstock
Ilustrasi
Jakarta(Pelita Batak): Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) memaparkan, industri properti Indonesia saat ini mulai melonjak, hal ini ditandai dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan industri properti.    
 
Dengan begitu nantinya diperkirakan akan banyak investor yang menanamkan modalnya di Indonesia, apalagi saat ini biaya produksi di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara lainnya di Indonesia.
 
Presiden Jokowi berkomitmen untuk menempatkan Indonesia pada peta investor global dengan melakukan serangkaian reformasi termasuk deregulasi dan proses lisensi yang cepat untuk proyek infrastruktur utama. Hal tersebut seiring dengan langkah Indonesia yang terus mengembangkan infrastruktur multinasional yang akan terus mendukung kelancaran bisnis kedepannya.
 
Stabilitas mata uang domestik juga akan menimbulkan kepercayaan pebisnis global untuk menanamkan modalnya di Indonesia, mengingat Renminbi (mata uang Tiongkok) dan Dolar Amerika telah mengalami devaluasi.  
 
Tenaga kerja muda dan berpendidikan di Indonesia juga menjadi magnet bagi perusahaan multinasional, seperti Lamudi sebuah portal properti global. “Salah satu faktor yang menentukan kami memilih Indonesia sebagai tempat beroperasi adalah negara ini memiliki tenaga kerja yang berambisi, berpendidikan, dan masih berusia muda,” ucap Mart Polman Managing Director Lamudi Indonesia.
 
Namun, untuk terus merangsang keberlanjutan investasi, pemerintah harus terus menstimulasi konsumsi domestik, meningkatkan pendidikan, dan meningkatkan kemudahan berbisnis di negara ini. Itu sejalan dengan apa yang dilaporkan Reuters pada bulan Juni di salah satu artikel mereka bahwa pegawai yang memiliki kemampuan sebenarnya hanya mampu menyelesaikan sekitar 10% dari total pekerjaan. 
 
Dan hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa hanya ada satu perusahaan teknologi di Indonesia yang mencapai status unicorn dengan valuasi USD 1 miliar. Vietnam berada di depan untuk hal mengentaskan kekurangan skill di negaranya mengalahkan Thailand, Indonesia, dan Malaysia.(R2)
  BeritaTerkait
  • Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bidang Perekonomian: Pondasi Ekonomi Bagus Jadi Modal Dasar

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):  Menko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antara lain: kem

  • Ini Dia Aturan Pemilikan Properti Asing di Berbagai Negara

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Di banyak negara, properti memang kerap dijadikan instrument investasi yang menggiurkan, tidak hanya untuk masyarakat lokal tetapi juga Warga Negara Asing (WNA), namun sayang

  • Pemerintah Jokowi Harus Ambil Alih Sektor Properti, Jangan Lagi Dikuasai Mekanisme Pasar

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta periode 2000-2006, Bambang Eryudhawan menilai masalah perumahan merupakan masalah sosial. Dengan demikian, negara tidak bisa lep

  • Waspada Asing Caplok Kawasan Hutan (Land Grabbing dan Bio Piracy) dengan Kedok Investasi Berkelanjutan Pariwisata

    3 tahun lalu

    Oleh: Ganda SitumorangPembaca yang terhormat,Senang bertemu dengan Anda hari ini - inilah beberapa info tentang pengendalian lahan di Indonesia yang dipraktikkan oleh asing di Indonesia.Pertanyaan aka

  • Pameran REI Expo 2018 Dilakukan di Atrium Selatan Plaza Medan Fair

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH membuka Pameran REI EXPO 2018 di Atrium Selatan Plaza Medan Fair 2018, Selasa (20/11). Selain menampilkan stand perbankan dan perumah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb