• Home
  • News
  • Ijeck: Nelayan Tradisional Kita Harus Berdaulat di Negeri Sendiri
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 28 Februari 2018 18:10:00

Ijeck: Nelayan Tradisional Kita Harus Berdaulat di Negeri Sendiri

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak) :
Salahsatu niat membangun Sumatera Utara dikarenakan komitmen menjadikan nelayan yang berdaulat. Jangan ada lagi potensi laut bangsa sendiri dijadikan ladang garapan orang asing.

Hal itu dikatakan tokoh Sumatera Utara H Musa Rajekshah usai sosialisasi Perda dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 71 tentang zona tangkap laut. Sosialisasi pada Rabu (28/2/2018) itu diinisiasi anggota DPRD Medan, Bahrumsyah.

"Pertama saya mau bilang bahwa saya ke sini bukan dalam rangka kampanye karena ini belum masuk zona kampanye kami hari ini. Saya ke sini atas undangan menghadiri kegiatan ini. Sosialisasi peraturan ini sangat penting agar nelayan kita menjadi berdaulat di laut sendiri," kata Musa Rajekshah saat ditanya wartawan.

Dikatakannya, sedari awal dirinya sangat berkomitmen terhadap kedaulatan nelayan, khususnya nelayan tradisional Indonesia.

"Paling tidak, kita harus jadi tuan rumah di negeri sendiri. Potensi laut yang kaya raya ini jangan cuna dinikmati bangsa asing," kata Ijeck yang juga Cawagub Sumut itu.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya penegakan regulasi.

"Rel nya sudah ada. Tinggal bagaimana kita berkomitmen, apakah mau memperhatikan nelayan atau menjadikan nelayan kita semakin tertindas. Komitmen saya sudah tegas, saya mau nelayan tradisional kita berdaulat di negeri sendiri," imbuhnya.

Sebelumnya pada sosialisasi Permen 71 itu, hadir Wakil Ketua Komisi III DPR RI Mulfachri Harahap.

"Banyak masukan dan informasi saya dapatkan dari rembug nelayan seperti ini. Saya akan instruksikan Wakil.Ketua Komisi IV (mitra Kemelenterian Kelautan) Bapak Viva Yoga agar ini ditindaklanjuti," kata Ketua Fraksi PAN DPR RI tersebut.

Seorang nelayan tradisional Belawan, Ruslan berharap Mukfachri Harahap dan Musa Rajekshah bisa memperjuangkan kedaulatan nelayan.

"Kami sangat berharap agar pukat trawl itu ditertibkan. Padahal regulasinya sudah jelas," tukas Ruslan. (TAp)

  BeritaTerkait
  • Berikut Refleksi Penegakan Hukum Tahun 2016 Menurut Lembaga Pelayanan dan Bantuan Hukum Yayasan Komunikasi Indonesia

    4 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Lembaga Peyananan dan Bantuan Hukum (LPBH) Yayasan Komunikasi Indonesia menyebutkan sepanjang tahun 2016, banyak kasus hukum yang menarik perhatian publik. Penegakan hukum di

  • Hak Milik Atas Tanah: Hak Terkuat dan Masalahnya

    4 tahun lalu

    Oleh Ronsen LM Pasaribu   Pasal 16 Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960, atau disebut UUPA membedakan jenis Hak Atas Tanah yaitu Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan,

  • Peran Politik Warga dan Pelayan HKBP Tinjauan Perspektif Alkitabiah (3-Selesai)

    2 tahun lalu

    Oleh Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBP4. Masa Kerajaan (Saul hingga Yoyakhin).a. Seruan pertobatan para nabi sebelum pembuangan dan membisunya umatPara nabi dipanggil oleh Tuhan un

  • Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul

    2 tahun lalu

    PendahuluanKITA patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini Kabupaten Humbanghasundutan usianya mencapai 16 Tahun setelah terbentuk menjadi daerah pemekaran otonomi daerah baru salah satunya di I

  • Insfrastruktur yang Baik Dongkrak Kunjungan Wisatawan

    4 tahun lalu

    Bahorok (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi membuka kegiatan Pesta Seni dan Budaya Bukit Lawang 2016 dalam rangka melestarikan kesenian dan budaya tradisional sekaligus ajang promosi wisata alam, seni, dan budaya bertempat di

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb