• Home
  • News
  • Hukuman Kepada Koruptor Belum Membuat Efek Jera
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 07 April 2017 21:35:00

Hukuman Kepada Koruptor Belum Membuat Efek Jera

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo

Medan (Pelita Batak) :
Hukuman yang diberikan kepada para pelaku korupsi, belum memberikan efek jera kepada pemegang kekuasaan. Buktinya, masih saja ada terjadi tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan baik pemerintah pusat maupun daerah.

Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, sistem dan moral yang bobroklah mendorong korupsi menjadi sebuah budaya.

"Moral dan sistem belum berjalan dengan baik menjadi pemicu korupsi menjadi budaya,” kata Agus Rahardjo ketika berbicara tentang pemberantasan korupsi di Gedung Biro Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Jumat (07/04/2017) .

Hal itu disampaikan Agus dihadapan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU Prof Todung Mulya Lubis, Dr RE Nainggolan MM, Rektor USU Prof Runtung Sitepu, para wakil rektor, dekan, dan para guru besar serta staf, pegawai dan mahasiswa.

Agus Raharjo, mengatakan sistem perlu diubah agar menghindari orang berbuat korupsi. "Tidak hanya menghukum, tapi mengubah sistem. Korupsi sudah lintas sektor dan agama, sipil dan militer," tuturnya.

Menurutnya, korupsi sudah begitu masif di negeri ini. Dampak korupsi besar tidak saja menimbulkan kerugian negara, tapi juga aspek sosial, ekonomi, dan politik. Kemiskinan salah satu akibat dari korupsi.

Agus Rahardjo, menyarankan gerakan anti korupsi tidak hanya dimulai dari KPK, namun juga perlu didukung dari kalangan perguruan tinggi dan masyarakat. Karena itu, dia mengajak semua pihak menggelorakan semangat menjaga negara ini dengan mendorong anak-anak secara aktif menyuarakan aksi-aksi antikorupsi.

Agus berharap, pimpinan kampus mendorong berdirinya pusat kajian anti korupsi di lingkungan kampus. Gerakan antikorupsi dimulai dari lingkungan kampus untuk melakukan sinergisitas pusat kajian antikorupsi lintas perguruan tinggi. “Pencegahan korupsi perlu dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan. Perguruan tinggi juga semestinya membiasakan budaya akuntabel, transparan dan mengikuti rel aturan yang ada tanpa memperpanjang proses birokrasi,” katanya.

Menurut Agus Rahardjo, jika Indonesia ingin keluar dari lingkaran korupsi yang mematikan, maka harus dilakukan pembenahan sistem secara komprehensif. Dan, sistem itu pun kemudian harus dijunjung tinggi oleh semua obyeknya sampai ter-mindset-kan.

Agus Rahardjo, menilai Indonesia perlu meniru sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi di Singapura.  Pemberantasan korupsi harus dilakukan dari lini yang paling rendah.

Senada dengan Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua MWA USU Prof Todung Mulya Lubis, menyebut maraknya praktik korupsi di Indonesia dikarenakan sistem pemerintahan masih memungkinkan tindak pidana tersebut.

Todung mengatakan, jika sebuah sistem bersih, tentu celah untuk melakukan korupsi menjadi kecil.  ‘’Indeks persepsi korupsi Singapura tinggi karena sistemnya memang tidak memungkinkan untuk korupsi. Kenapa Indonesia indeksnya selalu di bawah? Karena sistemnya memang memungkinkan," katatanya.

Sementara menyangkut ada OTT di Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumut Gubernur Sumut HT Erry Nuradi menegaskan lebih mengedepankan azas pra duga tidak bersalah.
(TAp)

  BeritaTerkait
  • Artis Narkotika dan Hak Asasi Manusia

    2 tahun lalu

    Oleh: DR Anang Iskandar, SIK, SH, MH.Dosen Trisakti KA BNN 2012 -2015. KABARESKRIM 2015-2016 Banyak artis terkenal yang bermasalah dengan narkotika , sebut saja  Whitney Houston , Micha

  • Sutrisno Pangaribuan, ST: Darurat Kekerasan Terhadap Wartawan di Sumut

    3 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, ST mengatakan belum lama berselang terjadi kekerasan terhadap wartawan di kantor Gubernur Sumatera Utara. Kemarin malam terjadi lagi ke

  • PK5 di Simpang Melati Ditertibkan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Seluruh unsur jajaran Kecamatan Medan Tuntungan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PK5) di seputaran Simpang Melati dan Jalan Sakura, Kelurahan Tanjung Selamat, Se

  • Pihak Kecamatan Diminta Awasi Kawasan Dilarang Berjualan di Seputaran Stadion Teladan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Satpol PP Kota Medan menertibkan seluruh pedagang kaki lima yang menggelar lapak di seputaran Stadion Teladan Medan, Kamis (14/9). Selain ingin mengembalikan ruang milik jalan (ru

  • Aksi Pembunuhan Marak di Medan, Sisi Angkat Bicara

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Menanggapi pasca ditemukannya seorang pria yang diduga berprofesi sebagai pengemudi taksi online GrabCar tewas mengenaskan di Jalan Sempurna, Kelurahan Sudirejo, Kecamatan Medan K

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb