• Home
  • News
  • Hasugian Pelaku Pencobaan Bom di Gereja Katoiik Dr Mansyur Dihukum 5 Tahun 2 Bulan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 10 Oktober 2016 10:04:00

Hasugian Pelaku Pencobaan Bom di Gereja Katoiik Dr Mansyur Dihukum 5 Tahun 2 Bulan

BAGIKAN:
Ist
Ilustrasi
Medan (Pelita Batak):  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menjatuhkan hukuman terhadap IAH terdakwa kasus percobaan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph Jalan Dr. Mansyur Medan, dengan hukuman lima tahun dan dua bulan kurungan penjara.
 
 
Dalam nota vonis majelis hakim, remaja berusia 17 tahun itu, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum melakukan aksi terorisme. Dengan itu, terdakwa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme.
 
Untuk diketahui, IAH masih tergolong anak di bawah umur sehingga sidang digelar dengan sistem peradilan anak. Dengan itu, sidang cepat berlangsung.
 
"Vonis yang digelar di PN Jakarta Timur pada Selasa, 4 Oktober 2016. Dengan vonis 5 tahun, dua bulan kurungan penjara," sebut Rizal Sihombing selaku tim kuasa hukum IAH, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu  9 Oktober 2016.
 
Dia menyebutkan vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan menuntut terdakwa hukuman selama tujuh tahun penjara. 
"Atas putusan itu, kita mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta," sebut Rizal.
 
Selama persidangan di PN Jakarta Timur, IAH mendapatkan bantuan hukum dari Peradi di Jakarta. Sehingga upaya hukum untuk pembelaan dilakukan oleh Peradi Pusat. "Kita juga sudah mendaftarkan banding tersebut di PT Jakarta," jelasnya.
 
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya belum menerima salinan putusan vonis dari PN Jakarta Timur. Hal itu, membuat tim kuasa hukum IAH mengalami kesulitan untuk mempelajari hasil putusan untuk pertimbangan membuat memory banding.
 
"Banding sudah didaftarkan,  tapi karena kita belum menerima salinan putusannya dari PN Jakarta Timur, poin-poin khusus dalam memory banding belum kita buat," kata Rizal.
 
Rizal menyebutkan informasi terakhir, bahwa Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur sebagai JPU juga menyatakan banding. "Nanti saya beritahu perkembangan selanjutnya," tutur Rizal.
 
Dia menambahkan, untuk saat ini IAH menjalani hukuman kurungan penjara di Lembaga Perlindungan Anak Sementara (LPAS) di Salemba.
 
Diberitakan sebelumnya, IAH melakukan aksi teror bom di Gereja Santo Yoseph, Minggu, 28 Agustus 2016, sekira pukul 08.00 WIB. Ia diketahui membawa ransel berisi bom rakitan.
 
Saat kejadian, diduga bom yang dibawa IAH gagal meledak. Tasnya hanya mengeluarkan percikan api. Karena itu, IAH pun mengeluarkan senjata tajam dan menyerang pastor Albert Pandiangan.
 
Jemaat pun berhamburan dan lainnya berupaya menghentikan perbuatan IAH. Beruntung bom tidak meledak dan IAH pun berhasil dilumpuhkan lalu diserahkan ke polisi.(hariansib.co)
  BeritaTerkait
  • Teror Bom di Gereja Katolik Medan, Orang Tua Teror Bom : Anak Saya Merupakan Korban

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Orang tua IAH (17), pelaku teror dan penyerang pastur gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur pada Minggu (28/8/2016) menilai, anaknya merupakan korban pencucian otak. Mereka menduga ada orang yang memengaruhi anaknya hingga melakukan perb

  • Khotbah Evangelium Minggu XXIII Dung Trinitatis 19 Nopember 2017 Teks: Zephania 1: 7, 12-18 "Bersiaplah Menyambut Hari Tuhan"

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt Dr Robinson Butarbutar, Parsamean STT-HKBP Pematangsiantar. 1.Bagi komunitas orang-orang yang percaya kepada Allah yang tidak hanya menciptakan umat manusia tetapi  juga menuntunny

  • Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Tanggapi Bencana Alam di Sibaganding dan Kawasan Danau Toba

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Dalam menyikapi beberapa kejadian bencana alam yaitu tanah longsor dan banjir di Sibaganding, Parapat maupun di beberapa titik lain di kawasan Danau Toba, Yayasan Pencinta Danau

  • Terjadi Lagi, Anak Hamil Tua di Garut Akibat Ulah Ayah Kandung

    8 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kasus kejahatan seksual terhadap anak  dalam bentuk incest akhir-akhir ini marak terjadi di sekitar lingkungan sosial anak. Rumah tidak lagi tempat yang nyaman, ramah dan b

  • Pelaku Bom di Medan Ternyata Masih 18 Tahun

    4 tahun lalu

    Seorang pria yang diduga sebagai pelaku yabg hendak meledakkan bom bersama dirinya di Gereja Katolik St Yoseph, Medan diamankan polisi. Pria tersebut diketahui bernama Ivan Armadi Hasugian.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb