• Home
  • News
  • Gugatan Terhadap Walikota Sidimpuan Terkait Informasi Covid 19 Dinilai Prematur Dan Tidak Relevan
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 06 November 2020 23:49:00

Gugatan Terhadap Walikota Sidimpuan Terkait Informasi Covid 19 Dinilai Prematur Dan Tidak Relevan

BAGIKAN:
Saut Togi Ritonga|Pelita Batak
Padangsidimpuan (Pelita Batak) :
Pengadilan Negeri Padangsidimpuan menggelar sidang gugatan perdata SL terhadap Walikota Padangsidimpuan (Tergugat I), Kadis Kesehatan (Tergugat II) dan Kadis Kominfo  (Tergugat III) dan Waspada Group (Tergugat IV dan V), Jumat 6 November 2020.

Romi Rambe, SH selaku Kuasa hukum tergugat I, II dan III didampingi Nuh Reza Syahputra, SH selaku Kuasa hukum tergugat IV dan V kepada wartawan usai sidang mengatakan bahwa pada persidangan hari itu, penggugat membuktikan gugatan dengan menghadirkan 4 saksi, namun 1 saksi tidak dapat disumpah karena mempunyai hubungan kerja dengan penggugat.

Berkaca dari keterangan yang dipaparkan para saksi ini, menurut Romi, tidak satupun diantara mereka yang bisa menerangkan bahwa akibat dari gelar konferensi pers yang diadakan GGTP Covid-19 Sidimpuan pada 16 Juni 2020, tergugat mengalami kerugian hingga Rp.21 miliar.

"Padahal angka Rp.21 miliar itu masuk di dalam materi gugatan. Karena itu, tentunya kami selaku kuasa hukum tergugat meminta majelis hakim agar menolak gugatan itu. Dan memang sejauh ini, faktanya pihak penggugat belum sepenuhnya dapat membuktikan itu," tandasnya.

Diungkapkannya, dari keterangan saksi terungkap ada 3 jenis usaha penggugat yang disebut mengalami kerugian setelah adanya beredarnya informasi Covid 19 terhadap suami penggugat.

"Saya luruskan, gugus tugas dengan kewenangan nya mempunyai tugas yang salah satunya menyampaikan informasi ke publik terhadap penanganan pencegahan dan penyebaran Covid 19. Selain itu, dalam bukti yang disampaikan juga tidak terdapat walikota Padangsidimpuan turut menyampaikan informasi publik tersebut," ujarnya.

Sementara terkait materi gugatan dengan sita jaminan berupa harta pribadi, Romi menegaskan hal itu juga tidak relevan. " Yang digugat adalah walikota dan unsur pemerintah, harusnya sita jaminan adalah aset pemko senilai Rp21 miliar. Bukan harta pribadi Irsan Efendi Nasution.”pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Romi juga tidak menafikan akan mempertegas legalitas dari usaha penggugat yang dikatakan mengalami kerugian hingga milyaran rupiah hanya dalam hitungan bulan.

Romi pun mengaku optimis, ke depan ini pihaknya dapat mementahkan gugatan yang dilayangkan pihak lawan atau penggugat. Termasuk mempersiapkan admistrasi kelengkapan terkait kapasitas tergugat I, II, dan III, disaat menyampaikan konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sementara Nur Reza Syahputra, SH selaku kuasa hukum tergugat IV dan V juga menilai materi gugatan yang diarahkan pada kliennya juga dirasa kurang tepat. Dimana kliennya yang berkutat di bidang pers, dituduhkan mencemarkan nama baik penggugat melalui pemberitaan di media massa.

"Seharusnya, apabila penggugat merasa bahwa terjadi kekeliruan pemberitaan, maka penggugat harus terlebih dulu menggunakan hak jawab dan atau melaporkannya ke Dewan Pers, karena ini merupakan Lex specialist derogat lex generalis dari hukum perdata," ucapnya.

Apabila penggugat belum melalui prosedur tersebut sesuai dengan UU Pers, maka penggugat terlampau premature dalam mengajukan gugatannya dan kondisi sampai dengan hari ini, upaya itu tidak ada terlaksana," pungkasnya.

Diketahui, perkara perdata ini berawal dari gugatan yang dilayangkan SL salah satu warga Padangsdimpuan ke PN setempat dengan nomor register 19/Pdt.G/2020/PN tertanggal 3 Juli 2020. Penggugat berkeberatan dengan konferensi pers terkait status kesehatan suaminya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sidang gugatan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Hasnul Tambunan, SH MH didampingi hakim anggota Prihatin Stio Raharjo, SH dan Dwi Mulyati, SH pada hari itu ditunda hingga Jumat depan (13/11) dengan agenda yang sama untuk mendengarkan keterangan saksi penggugat.(Saut Togi Ritonga)
  BeritaTerkait
  • Bantah 5 Dokter RSUD Mengundurkan Diri, Ini Penjelasan Kadis Kominfo Kota Padangsidimpuan

    11 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Sehubungan dengan adanya  sejumlah media massa yang membuat berita 5 (Lima) Dokter Spesialis RSUD Sidimpuan Mengundurkan Diri, Kepala Dinas Komunjkasi dan  In

  • Gugatan Saripah Hanum Lubis Terhadap Walikota Sidimpuan Cs Kandas

    2 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Gugatan perdata warga Padangsidimpuan Saripah Hanum Lubis terhadap Walikota Padangsidimpuan Irsan Effendi Nasution (Tergugat I), Kadis Kesehatan Sopian Subri Nasution (

  • Sebut Walikota Sidimpuan Isolasi Mandiri, Kuasa Hukum Siap Laporkan Sejumlah Media Online Dan Akun Ke Polisi

    6 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Kuasa Hukum Pemerintah Kota Padangsidimpuan akan menempuh jalur hukum terkait pemberitaan beberapa media online dan status media sosial beberapa orang yang menyebut dir

  • Tidak Ada Larangan Pesta Di Sidimpuan Sepanjang Penuhi Prokes Covid 19

    6 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Dharma Siregar dan Parlin Harahap membantah informasi yang berkembang di masyarakat Kota Padangsidimpuan dalam tiga pekan terakhir terkait isu pelarangan mengadakan pes

  • Walikota Sidimpuan Terima Anugerah Sahabat Pers

    3 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH bersama sejumlah Walikota/Bupati dan tokoh di Sumatera Utara mendapat penghargaan sebagai Anugerah Sahabat Pers dari S

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb