• Home
  • News
  • Garuda Indonesia Tandatangani Perjanjian dengan Sabre untuk Platform Teknologi Operasi
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 31 Agustus 2016 09:24:00

Garuda Indonesia Tandatangani Perjanjian dengan Sabre untuk Platform Teknologi Operasi

BAGIKAN:
Ist
Teknologi Sabre akan mendukung operasi maskapai penerbangan terhubung, meningkatkan profitabilitas maskapai penerbangan dan pengalaman pelanggan seiring dengan ekspansi internasional yang digalakkan Garuda
Singapura (Pelita Batak): Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional Indonesia, telah memilih paket aplikasi operasi menyeluruh dan teknologi awak pesawat dari portofolio Sabre AirCentre Enterprise Operations, membuat Sabre Corporation (NASDAQ: SABR) menjadi penyedia teknologi operasi maskapai penerbangan utamanya.
 
Platform Teknologi Operasi dan Awak Pesawat Sabre Airline Solutions akan menyempurnakan pelacakan pesawat, kontrol dan pencegahan gangguan Garuda, serta operasi manajemen awak pesawat.
 
Dengan memperbaiki pertukaran informasi pada beberapa fungsi dan operasi maskapai penerbangan, paket aplikasi menciptakan serangkaian data dan wawasan terpusat yang kaya. Ini mendukung kesadaran situasional bersama di seluruh tim maskapai penerbangan – mengoptimalkan operasi harian, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan mendukung pendekatan yang lebih proaktif dan cepat pada gangguan. Teknologi manajemen awak pesawat real-time juga akan meningkatkan  pemanfaatan dan kualitas kehidupan awak pesawat.
 
"Maskapai penerbangan Asia Tenggara beroperasi dalam lingkungan infrastruktur sumber daya yang terbatas dan kondisi cuaca yang tidak stabil. Kami bekerja dengan maskapai penerbangan di kawasan ini untuk menciptakan maskapai penerbangan yang lebih terhubung yang dapat mengoptimalkan operasi apa pun tantangan regional ini," komentar Dasha Kuksenko, wakil presiden dan manajer umum regional Sabre Airline Solutions, Asia Pasifik, dalam siaran pers yang diterima, Rabu 31 Agustus 2016. "Dengan menggunakan teknologi yang lebih fleksibel, andal dan dapat dikembangkan, Garuda akan meningkatkan pemanfaatan dan keselamatan awak pesawat dan armada, mendorong efisiensi operasional dan memperkenalkan pemuihan jadwal yang lebih cepat – memastikan pengalaman wisatawan yang lebih baik dan konsisten."
 
Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan Garuda Indonesia, Benny Butarbutar, menambahkan bahwa teknologi Sabre akan mendukung rencana pertumbuhan maskapai penerbangan ini. "Solusi operasi perusahaan Sabre akan memberi kami suatu pendekatan yang jauh lebih canggih untuk mengelola operasi, awak pesawat dan dampak gangguan. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan profitabilitas dan mendorong kesetiaan pelanggan. Seiring dengan upaya membuat jaringan internasional lebih luas, yang sangat penting bagi strategi jangka panjang kami, platform tersebut juga akan membantu kami merampingkan operasi pada beberapa geografi," kata Benny.
 
Garuda mencatat peningkatan sebesar 13,4 persen dalam ‘Tempat Duduk Kilometer Tersedia’ pada 1Q2016[1]. Dalam tahun lalu saja, maskapai ini telah meluncurkan rute baru ke Tiongkok, mencatat ekspansi kapasitas ke Arab Saudi – dengan mengoperasikan rute baru, penerbangan langsung dari Jakarta ke Madinah, dan memperbanyak lebih dari dua kali lipat operasi Eropa perusahaan ini – termasuk penambahan rute strategis London Heathrow yang menghubungkan penumpang ke ribuan tujuan lanjutan melalui Skyteam Alliance.
 
"Teknologi Sabre AirCentre menggunakan sistem dan alur kerja berbasis layanan yang sangat dapat dikembangkan dan disesuaikan untuk integrasi dengan teknologi Sabre atau pihak ketiga lainnya. Fleksibilitas inilah yang memungkinkan berbagi informasi di seluruh operasi maskapai penerbangan jauh lebih efektif – dari pelacakan pesawat terbang hingga manajemen awak pesawat serta penjadwalan," Kamal Qatato, wakil presiden Sabre Airline Solutions, menambahkan.
 
Paket aplikasi teknologi maskapai penerbangan dan awak pesawat yang telah dipilih Garuda Indonesia dari portofolio Sabre AirCentre Enterprise Operations meliputi: Sabre AirCentre Movement Manager; Sabre AirCentre Recovery Manager Ops; dan Sabre AirCentre Crew Manager, yang dilengkapi dengan kemampuan pengoptimalan pengelompokan dan penjadwalan dari mitra teknologi Sabre AD OPT, sebuah divisi dari KRONOS.(R2)
  BeritaTerkait
  • Hitachi Meluncurkan Software Analitik Video Baru

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan memasang lebih kurang 2.500 unit CCTV (Closed Circuit Television) atau kamera video digital yang tersambung dengan sistem penga

  • Indosat Ooredoo Run, Berlari 50K Secara Virtual untuk Literasi Digital Indonesia

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Indosat Ooredoo dalam menyambut ulang tahunnya ke-50 akan mengadakan event lari bertajuk Indosat Ooredoo Run for Digital Literacy. Sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi

  • Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi

    4 tahun lalu

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengejar target produksi pertanian padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2016. Dengan demikian, Sumut dapat kembali menempati urutan lima besar nasional sebagai

  • Huawei Undang 15 Mahasiswa Terbaik Indonesia ke Tiongkok

    4 tahun lalu

    Shenzhen(Pelita Batak): PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, untuk keempat kalinya kembali mengajak 15 mahasiswa

  • 5 Jenis Kanker dengan Harapan Hidup Terbesar

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):Pertanyaan yang paling umum diajukan pada dokter dan tenaga kesehatan setelah seseorang didiagnosis dengan kanker adalah, "Seberapa besar peluang saya untuk sembuh?"

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb