• Home
  • News
  • Foto yang Dikantongi Polisi Bukan Penyiram Air Keras ke Novel
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 22 April 2017 17:11:00

Foto yang Dikantongi Polisi Bukan Penyiram Air Keras ke Novel

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Jakarta (Pelita Batak) :
Kepolisian telah mengantongi foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, Kamis (20/4/2017). Kedua orang yang berada di foto tersebut juga telah diperiksa oleh kepolisian keesokan harinya, di Mapolda Metro Jaya Jumat (21/4) malam.
 
Polisi mengatakan, dua orang tersebut berada di tempat kejadian bukan untuk menyiramkan air keras, tetapi karena berprofesi sebagai mata elang. “Mereka berprofesi sebagai mata elang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (22/4).
 
Mata elang adalah orang yang dibayar oleh instansi tertentu untuk mencari tersangka curanmor atau mereka yang menunggak hutang. Biasanya mata elang memerhatikan plat nomor kendaraan yang lalu lalang. Kemudian hasil pantauan mereka nantinya dicocokkan dengan daftar kendaraan yang mereka incar.
 
Argo mengatakan, pihaknya juga pernah bekerja sama dengan mereka untuk mengungkapkan kasus pencurian motor. Kepolisian mengatakan pada Januari hingga Februari, mereka berdua telah menjadi informan polisi untuk mengungkapkan 20 kasus pencurian motor.
 
“Kadang-kadang kita gunakan untuk cari informasi, dimana di Kelapa Gading sesuai data Januari hingga Februari mereka bantu penangkapan curanmor 20 kali,” kata Argo.
 
Meskipun begitu, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan kepolisian mengungkapkan, dua orang tersebut bukanlah pelaku penyiraman. “Tadi malam bisa diyakini, kedua orang yang kami amankan ini bukan tersangka pelaku penyiraman,” kata Argo.
 
Kedua orang tersebut bernama Mukhlis (28 tahun) tinggal di Salemba, Jakarta Pusat dan Hasan (28) di Kalibata, Jakarta Selatan. Menurut kepolisian, mereka berdua  tidak berada di lokasi kejadian pada hari Novel disiram air keras.
 
Argo mengatakan, Hasan berada di Malang pada Jumat (11/4) saat kejadian penyiraman terjadi. Hal tersebut dibuktikan dari tiket pesawat yang dimiliki Hasan. “11 April (saat Novel disiram air keras) lalu dia tidak ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasan saat itu sedang ada di Malang. Ia disana mulai 6-13 April. Ada tiket sudah dibuktikan dia saat pemeriksaan,” kata Argo.
 
Sedangkan untuk Muklis, ia mengatakan berada di rumah saudaranya di Tambun, Bekasi. Kepolisian mengaku telah memeriksa keberadaan rumah saudaranya di Tambun. “Lalu Muklis ada di Tambun rumah sodaranya. Kami sudah cek ke Tambun, apa benar ada di rumah saudara, semua kami periksa,” kata dia.
 
Argo menyatakan, mereka berdua dipotret tetangga Novel, Yono. Ia memotret Hasan pada 14 Maret 2017 sedangkan Muklis pada 28 Februari. “Yang memotret ini Yono, tetangga Novel yang berjarak sekitar tiga rumah,” kata Argo.
 
Selain memeriksa saksi-saksi, kepolisian juga telah memeriksa Closed Circuit Television (CCTV). Namun kepolisian agak kesulitan mencari informasi melalui hasil rekaman CCTV. “Ada tiga CCTV, ada yang tidak terekam, ada yang buram,” kata Argo. (TAp|republika)
  BeritaTerkait
  • 6 Lokasi Wisata Alam di Tanah Batak

    4 tahun lalu

    Sejumlah lokasi wisata terbaik di Tanah Batak, berikut ini bisa menjadi panduan bagi Anda yang ingin bepergian bersama keluarga atau teman-teman di sekitar Tanah Batak.

  • Kekerasan Terhadap Pers Marak, Jurnalis di Medan Aksi Damai

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Jurnalis gabungan dari sejumlah organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa terkait penganiayaan jurnalis Adi Palapa Harahap, yang bekerja sebagai kontributor iNews TV (MNC B

  • Kelompok Cipayung Plus Sumut Silaturrahmi dengan Irjen Drs. Paulus Waterpauw

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara yang terdiri dari HMI, PMII, GMNI, GMKI, IMM, HIMMAH, KAMMI bersilaturrahmi dengan Kapolda Sumatera Utara yang baru Irjen Drs. Paulus Waterp

  • Kasus Pembunuhan Anak di Doloksanggul: Hakim Vonis Bebas Ayah Almarhum Aldi Sibarani. Jadi Siapa Sebenarnya Pembunuh Aldi Sibarani ?

    3 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Tokoh masyarakat Kabupaten Humbanghasundutan Erikson Simbolon kepada pelitabatak.com mengaku terkejut setelah mengetahui hal ini. Ia menanggapi vonis bebas majelis hakim ke

  • Oknum Kades Mengaku Miliki Pinus, Pengusaha Gunduli Hutan Martimbang

    2 tahun lalu

    Laporan Jeje TobingPosisi Dolok Martimbang diketahui berada pada ketinggian 1.860 Dpl merupakan wilayah tangkapan air khususnya bagi penduduk yang bermukim dalam wilayah Tiga Desa, yaitu Desa Banuaji

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb