• Home
  • News
  • Fahri Hamzah : Saatnya Kebebasan Pers Dianatomi
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 02 Mei 2017 19:59:00

Fahri Hamzah : Saatnya Kebebasan Pers Dianatomi

BAGIKAN:
beritaplatmerah

Jakarta (Pelita Batak) :
Sudah saatnya Indonesia melakukan Anatomi Kebebasan Pers, dimana di era reformasi yang sudah 20 tahun dijalani oleh bangsa ini, kebebasan pers sangat penting untuk mervitalisasi seluruh institusi yang terkait dengan kebebasan yang dibentuk semasa kekuasaan berlaku sentralistik, demikian Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mengatakan dalam diskusi Selasa (2/5/2017) di DPR RI Jakarta.

Menurutnya dalam konteks memetakan kebebasan pers di era reformasi, Dewan Pers yang sentralistik sebagai produk orba, nanti akan dipertimbangkan nasibnya. “Sentralisitik Dewan Pers sudah tidak relevan lagi dipakai. Masa kejadiannya di Papua lalu orang bersangkutan harus melapor ke Jakarta, itu sudah tidak relevan lagi,” katanya.

Dengan rezim verifikasi yang diberlakukan oleh Dewan Pers saat ini,  juga perlu dipertimbangkan untuk dihentikan. Media dan pekerja jurnalistik serta pelaku sosial media yang kritis terhadap rezim kekuasaan.

“Jadi tidak haram hukumnya kalau ada di antara pekerja jurnalisitik dan menggiat media sosial lebih mendekatkan diri kepada kecurigaan terhadap kekuasaan yang dimiliki oleh pemerintah,” katanya.

Jadi antara buruh, pendidikan dan pers akan coba kita rangkaikan. sebenarnya kita semua adalah buruh, journalist adalah buruh  atau  nanti saya coba tulis Bloger adalah buruh, sebab temen-temen harus mulai mengidentifikasi metamorposa yang unik-unik , terkadang kita ga sadar, terkadang diri kita sebut Journalist padahal lebih tepat diri kita  adalah Bloger, jadi ini adalah makhluk-makhluk baru yang muncul dalam Reformasi dan kita harus mengklir dalam hal ini, jadi hari buruh, hari pendidikan dan besok hari kebebasan pers.

Jadi kita sebetulnya adalah buruh , karena kita disatkan keinginan untuk bekerja dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan karena itu kita mengucapkan hari buruh dan kita semua mudah-mudahan konsen dengan nasib buruh termasuk nasib kita semua dalam pengertian bahwa kita ingin membangun kehidupan yang lebih baik.

Tentunya dalah struktur-struktur itu mereka yang ada didalam pemerintahan, seperti saya punya katagori lain dan metode yang lainnya, metude rekrutnya lain dan metode kerjanya juga lain dan mereka itu memakai uang negara karena itu pertanggung jawabannnya lebih besar dalam membantu, mensejahtrakan elemen-elemen pekerja dan perburuhan yang lainnya, baik yang tradisional maupun yang disebut modern yang dikatakan siapapun yang bekerja secara profesional untuk mendapatkan kompensasi yang wajib diberikn oleh orang yang mengunakan jasa-jasa dan pekerjaannya itu.

Yang kedua tentang pendidikan, kita khususnya kaum journalist adalah terutama journalist dan journalist Modern, Bloger dan lain sebagainya itu, saya bisa katakan telah mengambil alih peran guru dan para pendidik tradisionil di dalam mecerdaskan kehidupan bangsa.

"Kalau kita baca tujuan bernegara kita dalam pembukaan UUD 1945, melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonersia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam perdamaian dunia berdasarkan pada perdamaian abadi dan keadilan sosial," katanya.

Maka tugas mencerdaskan kehidupan bangsa hari ini, itu lebih banyak dijalankan oleh para Journalist, para Bloger, Para penulis, aktivis sosial media dan sebagainya itu, tugas mencerdaskan bangsa itu paling banyak di kerjakan oleh mereka sekarang ini termasuk di dalamnya Video Boger, Video Blger presiden Jokowi, itu termasuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Oleh karena itu saya kira konsen pada sektor ini harus penting kita lakukan, harus ada perdebatan serius tentang apakah kita mencrdaskan, seperti ada kritik pada pendidikan, pendidikan sebagai pembodohan, apakah kita sedang mencerdaskan atau membodohkan, itu saya kira menjadi diskusi kita, dimana kita memualainya, kita mulai dari struktur dari pada pasar baru dari duania ini sekarang terutama dunia journalistik, dunia kuli tinta atau dunia kata-kata ini, bagaimana dia tersusun, bagaimana di dalam sektor ini agar semua komponen yang ada di dalamnya terikat  dalam suatu komitmen untuk membangun pencerdasan terhadap bangsa dalam rangka menjalankan tujuan kita bernegara yang ada dalam pembukaan UUD 1945, itu yang pertama komitmen untuk punya tujuan yang utama," harapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, "Dalam kesempatan ini Saya mengusulkan ada dua kategorinya, ada yang persnya  dengan basis organisasi dan ada yang pers dengan basis individu  dan yang individu kita sebut apa ya kita sebut, sebab yang organisasi itu hubungannya dengan perizinan, perpajakan dan seterusnya, ada UU yang mengatur itu. dan yang individu kalau belum ada regulasinya ya kita rancang karena ini exsis dan terkadang ini lebih relefan dan lebih berperan ,lebih kuat pengaruhnya karena dianggap lebih independen dari pada yang lainnya." (TAp|rel)

  BeritaTerkait
  • Fahri Hamzah Tak Layak Jadi Wakil Rakyat dan Buruh Migran, Turunkan Dari Ketua Tim Pengawasan TKI

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) – jaringan yang menyatukan organisasi-organisasi massa buruh migran yang berada di Hong Kong, Macau, Taiwan dan Indonesia - menge

  • Seputar Gugatan Perdata Walikota Sidimpuan Dkk, Keterangan Saksi Tergugat Mentahkan Gugatan Penggugat

    4 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Sidang Gugatan Perdata salah  seorang warga Padangsidimpuan SH terhadap Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution (Tergugat I), Kadis Kesehatan Sopian Sobri L

  • PB AMCI Gelar Rakernas I Tahun 2017

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2017 yang pertama PB (Pengurus Besar) Aliansi Media Cyber Indonesia yang diselenggarakan di Kafe RF Coffe Jalan Sei Batang Hari Medan yang dihad

  • Menteri Agama dan Gubernur Sumut Buka Doa dan Donor Darah Bersama Umat Buddha Nusantara

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi kegiatan berdoa bersama untuk Indonesia yang dilaksanakan umat Buddha

  • Verifikasi Media : Mendorong Profesionalisme Pers atau Bredel Gaya Baru?

    4 tahun lalu

    Oleh : Agoez Perdana Proses pendataan dan verifikasi perusahaan pers yang dilakukan oleh Dewan Pers terus menuai pro dan kontra. Sebagai tanda bagi media cetak dan siber yang sudah terverifika

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb