• Home
  • News
  • Dukung Gubsu Soal FDT, Gelmok Samosir,SH : Kita Minta Konsep dan Komitmen Pemprovsu
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 17 Januari 2020 18:05:00

Dukung Gubsu Soal FDT, Gelmok Samosir,SH : Kita Minta Konsep dan Komitmen Pemprovsu

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Gelmok Samosir,SH
Medan (Pelita Batak):
Panglima Brigade Serbaguna Taruna Tapanuli (Brigsena Tatap) Gelmok Samosir,SH menilai pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tentang Festival Danau Toba (FDT) semestinya tidak ditanggapi dengan negatif. Tidak menolak pernyataan untuk menunda pelaksanaan iven tahunan tersebut untuk tahun 2020, tetapi meminta konsep yang jelas dari Pemprovsu untuk pelaksanaan iven di Danau Toba.

"Kita (buat) bentuknya yang lain. Seperti ada triatlon, lomba lari, berenang dan sepeda. Bukan ditiadakan kegiatannya, tetapi bentuknya (seperti) apa, metodenya. Agar wisatawan itu datang ke Danau Toba," ujar Gubernur Sumut kepada wartawan, beberapa waktu lalu. Dengan demikian, kata Gelmok kepada wartawan Jumat (17/1/2020), masyarakat harus mendorong Gubernur untuk mewujudkan hal tersebut.

Bagaimana tidak, Gelmok sependapat dengan minimnya dampak FDT selama ini untuk menarik wisatawan baik lokal maupun manca negara. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab FDT kurang bermanfaat.

Menurut Gelmok, setidaknya ada tujuh hal penting yang menjadi evaluasi untuk pelaksanaan iven untuk menggaet wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pertama, soal nama kegiatan yang mestinya memberi kesan mendunia. Tanpa mengabaikan kearifan lokal, pemberian nama kegiatan harus bisa diterima secara global.

"Kedua, tempat atau lokasi pelaksanaan iven. Open stage yang ada saat ini sangat memprihatinkan, miris kita melihatnya. Ini harus dibangun dengan konsep yang benar-benar memberi kesan dan kenangan bagi setiap wisatawan," ujar Gelmok.

Kemudian, yang ketiga, waktu pelaksanaan juga harus menjadi kalender dunia. Memang, Indonesia tidak memiliki musim-musim ekstrim seperti di benua lain, hanya ada musim penghujan dan musim kemarau. Ini mestinya menjadi bagian dari pertimbangan, untuk menarik perhatian wisatawan manca negara.

Dua hal berikutnya dinilai belum dimiliki FDT selama ini yaitu kegiatan atau iven yang hanya menganulir peserta dari sekitar danau Toba dan paitia pelaksana (ivent organizer) yang terkesan kurang siap. "Kegiatannya harus benar-benar berskala internasional, melibatkan artis, atlet dan budayawan yang ada di negara luar. Bagaimana atlet internasional hadir disana, jika kegiatan dan tempatnya tidak menunjukkan kegiatan tersebut berskala internasional? Padahal ketika mereka hadir, maka Danau Toba pun akan 'dibawa pulang' ke negaranya," ujarnya sembari menekankan bahwa panitia pelaksana harus benar-benar yang mahir di bidangnya, bukan dipilih karena nepotisme.

Lebih jauh disampaikan, yang keenam adalah promosi yang serius. Melibatkan teknologi dan media yang dapat menjangkau pasar wisatawan secara global. "Tidak lagi cukup hanya dengan membagikan brosur di sekitar kantor, memasang spanduk di sepanjang jalan menuju Danau Toba. Tapi mari lihat jangkauan yang lebih luas," ujarnya.

Tentu, lanjutnya, kemauan pemerintah provinsi untuk investasi adalah kunci utama. "Anggaran yang memadai akan mendukung semua program di atas. Ini bukan kecil nilainya. Kita jangan suam-suam kuku untuk mewujudkan angka kunjungan wisatawan yang ditarget," ujarnya.

Pemerintah provinsi harus menerapkan konsep 3A yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. terkait FDT, fokus di 'atraksi'. Bagaimana atraksi yang ingin dibangun menjadi sebuah pertunjukan yang melibatkan banyak elemen. "Konsep Sport tourism, yang juga pernah dilaksanakan di kawasan Danau Toba baru-baru ini dan Wagub Musa Rajecksah terlibat didalamnya. Iven internasional supaya dilakukan di kawasan Danau Toba. Kegiatan tidak harus melulu dilakukan di atas danau, tapi juga kawasan hutan. Kegiatan ini bisa dimanfaatkan juga sebagai upaya pemeliharaan lingkungan," ujarnya. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Dilantik Gubernur, Soekirman Jabat Ketua IKA USU

    3 tahun lalu

    Serdang Bedagai (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi kembali melantik Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman. Kurun waktu dua tahun, Tengku Erry telah dua kali melanti

  • Komisi A DPRD Sumut Gelar RDP Bersama Bupati Tobasa, Direksi BODT, Dishut Provsu Bersama Masyarakat Adat Marga Butarbutar Sigapiton

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait sengketa lahan seluas 500 hektar antara masyarakat adat Desa Sigapiton, Sibisa dan Motung sekitarnya dengan Badan Pelaksana Otorita Par

  • 111 Tahun, Direksi Diminta Tumbuhkan Rasa Memiliki untuk Memajukan Tirtanadi

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):PDAM Tirtanadi Sumatera Utara harus dapat mencapai target cakupan pelayanan air minum di Medan sebesar 85 persen sebelum tahun 2019.

  • Gubernur Minta Penyajian Laporan Keuangan Daerah Direformasi

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi meminta pemerintah daerah harus mencari cara dan mekanisme untuk dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

  • Menkum HAM Tambah Kapasitas Lapas 3.100 Orang di Sumut

    3 tahun lalu

    Lubukpakam (Pelita Batak) : Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi meresmikan Bangunan Permasyarakatan, Balai Harta Peninggalan serta Rumah da

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb