• Home
  • News
  • Dua Anggota Polri Peras dan Perkosa Gadis Remaja di Nias
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 04 Mei 2017 16:20:00

Dua Anggota Polri Peras dan Perkosa Gadis Remaja di Nias

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Ilustrasi

Medan (Pelita Batak) :
Sadis, dua dari tiga tersangka pelaku pemerkosaan terhadap gadis remaja berinisial SZ (16)ternyata anggota Polri yang bertugas di Polres Nias. Korban merupakan warga Jalan Dusun II, Desa Onozitoli Sifaoroasi, Kecamatan Gunung Sitoli, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias.

Para pelaku pun dikenakan pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sesuai informasi yang diungkap Polda Sumut, Kamis (4/5/2017), ketiga tersangka berinisial DWS alias D (34) anggota Polri warga Dusun III, Desa Hilina’a, Kecamatan Gunung Sitoli, Kota Gunung Sitoli, AFM (23) anggota Polri warga Desa Fodoro Lauru, Kecamatan Hilidohu, Kabupaten Nias dan ARWH alias W (29) warga Jalan Pelita, Kelurahan Ilir, Kota Gunung Sitoli.

Kejadian berawal pada Selasa (25/4) ketika korban SZ dan temannya IPN tengah bermain di Warung Internet (Warnet) Blue Star di Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, di depan pendopo Bupati Nias.

Kemudian dua pelaku DWS dan AFM menemui korban mengaku sebagai anggota polisi, menuduh kedua korban telah melakukan perbuatan cabul. Lalu keduanya diajak pelaku masuk ke dalam mobil dan diajak berkeliling.

Di tengah perjalanan kedua pelaku memeras korban dengan meminta uang tunai sebesar Rp5 juta. Namun hasil negosiasi pelaku hanya meminta uang sebesar Rp1 juta.

Demikian dijelaskan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting didampingi Kapolres Nias, AKBP Bawazato Zebua.

Rina menuturkan personel Polres Nias yang menerima laporan korban langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku tepatnya di Jalan Makam Pahlawan, Desa Mudik.

“Dari hasil pemeriksaan korban mengaku telah dicabuli kedua pelaku di dalam mobil,” tuturnya kasusnya ditangani Polres Nias.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan terhadap korban yang dilakukan Tim Labfor Cabang Medan tidak ada ditemukan bekas sperma pelaku maupun korban dari pakaian yang dijadikan sebagai barang bukti.

Dari penangkapan itu, petugas mendapatkan barang bukti berupa celana dalam dan baju milik SZ, mobil toyota avanza, lima unit HP dan pisau multi fungsi. (TAp|int)

  BeritaTerkait
  • Gubernur Sumut: Ini Musuh Besar Kita !

    4 tahun lalu

    "Peredaran serta penggunaan narkoba semakin meningkat dan memprihatinkan. Kita tidak ingin generasi muda hancur yang akhirnya menghancurkan bangsa. Pengedar narkoba harus dibuat hukuman maksimal agar jera,"

  • Konsolidasi Kepemimpinan Polri dan Makna Reformasi Polri Terhadap Nawacita

    2 tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli (Mantan Tim Perumus UU Polri Dan Anggota Komisi Politik & Hukum DPR-RI)Institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Prof. Tito Karnavian, MA, Ph.D sudah sem

  • Pemajuan Kepulauan Nias : Penataan Samudera Indonesia dan Pesisir Pantai Barat Indonesia

    tahun lalu

    pelitabatak.com - Sebuah acara penting dan strategis diselenggarakan di Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias (Kepni), Sumatera Utara (Sumut). Acara ini bertajuk sekaligus bertemakan "Festival Pesona A

  • Ini Dia Polwan Berprestasi di Polresta Medan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Dalam menyambut HUT Polwan ke 68 pada 1 September 2016, Polresta Medan memberikan penghargaan kepada tiga anggota Polwan yang berprestasi. Ketiga anggota Polwan ini adalah AKP Artha Sebayang (Kanit Binmas Polsek Sunggal), Aipda Rosna

  • INSANO Gelar Pembekalan P4GN, Cetak Kader Anti Narkoba

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Melihat tingginya angka penyelundupan narkoba dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, dan sebagian besar telah diungkap oleh BNN, Kepolisian RI maupun aparat Bea Cukai Ind

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb