• Home
  • News
  • Dua Anak Jadi Korban, Penembakan di Lubuk Linggau Melanggar HAM
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 19 April 2017 20:31:00

Dua Anak Jadi Korban, Penembakan di Lubuk Linggau Melanggar HAM

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Arist Merdeka Sirait

Jakarta (Pelita Batak) :
Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh anggota Kepolisian Resor lubuk Linggau, Sumatera Selatan terhadap satu keluarga warga masyarakat Kabupaten Rejang Kebong Bengkulu yang menumpang mobil Honda City BG 1488 ON mengakibatkan 1 korban Sumarni (50) meninggal ditempat dan 6 korban dalam keadaan kritis  dua antaranya anak-anak akibat tembakan petugas Kepolisian  dan sedang mendapat perawatan di RSUD Siti Alsyah Lubuk Linggau.

Ketujuh orang korban berondongan senjata laras panjang Polisi itu adalah Gatot Sundari (29), Indra (35), Surini (50), Novianti (31), Dewi Arlina (39) dan dua diantaranya anak masing-masing Galih (6) dan Ginta Wicaksono (3). Saat ini ketujuh korban berondongan peluru Polisi Polres Lubuk Linngau mendapat perawatan intensif di RSUD Siti Alsyah.

Menurut informasi dari Kapolres Lubuk Linggau yang disampaikan lewat media di Lubuk Linggau, peristiwa ini bermula saat aparat dari Polsek Lubuk Linggau Timur melakukan razia di Jalan Fatmawati Lingkar Timur untuk mengejar pelaku tindak pidana kriminal yang telah menjadi target polisi. Pada saat pemeriksaan Polisi, sebuah sedan Honda City tiba-tiba melintas di lokasi razia dengan kecepatan tinggi.

Ketika diminta berhenti, justru sopir memacu mobil lebih kencang lagi kemudian memancing Polisi untuk mengejar mobil itu. Saat kejar mengejar Polisi bersenjata lengkap laras panjang berhasil menyalip namun pengemudi Mobil Honda City tidak mau juga menghentikan laju kendaraannya. Inilah kemudian mendorong polisi memuntahkan timah panasnya berulang-ulang dari samping mobil mengakibatkan Sumarni (50) ibu dari Novianti (31) meninggal seketika di dalam mobil dan 6 lainnya dalam keadaan kritis. Termasuk dua anak-anak bernasib malang itu.

Menurut pengakuan Novianti (31) salah satu korban tembak di bahu, sekalipun mobil sudah berhenti dan menepi di pinggiran jalan, sangat disayangkan polisi masih tetap saja menembak. "Kami di dalam mobil sekalipun kami sudah merunduk di jok mobil, bahkan saya melihat dengan mata kepala sendiri ibu saya meninggal seketika di tempat. Sekalipun saya berteriak-teriak untuk menyampaikan bahwa ada anak-anak dan sudah terluka, namun polisi masih terus memecahkan kaca mobil dengan menggunakan popor senjata laras panjangnya," ujarnya.

"Sekalipun saya sudah berteriak-teriak untuk minta menghentikan tembakan namun polisi tidak mau berhenti menumpahkan beberapa timah panas ke arah kami," demikian disampaikan Novianti kepada media di RSUD Siti Asyah Lubuk Linggau.

Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen dibidang Pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia menilai bahwa tindakan Polisi dengan menembaki warga masyarakat merupakan tindakan melawan kode etik (code of conduct) dan kesalahan prrosedur. Kesalahan yang mengakibat orang lain meninggal dunia dan cedera secara permanen.


"Melihat dan mempelajari kronologis penembakan yang dilakukan terhadap 7 orang warga asal Rejang Lebong Bengkulu dan hasil dari Investigasi cepat (quick investigation) Komnas Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lubuk Linggau. Dengan penuh emosional sekalipun sudah menghentikan kendaraannya dan mengakibatkan meninggal dunia dan kritis ternasuk menembaki anak-anak," kata Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait dalam rilisnya, Rabu (19/4/2017).

Komnas Anak, lanjut Arits, mendesak Kapolda Sumatera Selatan untuk meminta pertanggungjwaban pidana yang dilakukan aparat Kepolisian dari Polsek Lubuk Linggau Timur. Juga segera menyatakan minta maaf pada keluarga korban dan menanggung seluruh biaya yang ditimbulkannya akibat muntahan timah panas aparat kepolisiaan Linggau Timur.

Dijelaskannya, sekalipun pihak Kepolisiaan mempunyai hak diskresi dalam setiap merespon laporan tindak pidana kriminal, namun pihak Kepolisian juga harus menjunjung tinggi kode etik prosedural penanganan.

Dalam penegakan hukumnya aparat penegak hukum tidak dibenarkan melakukan tindakan membabi buta dengan cara mematikan. Setiap  menjalankan tugas operasinya, aparat Kepolisian harus tunduk pada Peraturan  Kepala Polisi Republik Indonesia (Perkap) No. 08 Tahun 2009 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), apalagi fakta menunjukkan didalam mobil Honda City ditemukan  dua anak balita menjadi korban.

"Tindakan penembakan membabibuta dan menelan korban diantaranya dua anak merupakan kesalahan prosedur dan kode etik yang mengakibatkan meninggal dunnia dan cacat secara permanen dan melanggar hak asasi manusia," tegas Arist. (TAp)

  BeritaTerkait
  • Komnas Perlindungan Anak Protes Keras Kajari Tobasa Bebaskan TP Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak

    3 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kepala Kejaksaan Negeri (KAJARI) Kabupaten Toba Samosir (TOBASA) Gagal Paham dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pembela negara bahkan  melecehkan kerja keras pe

  • Pedoman Media Siber

    4 tahun lalu

    Pedoman Media Siber Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal

  • Kembangkan Inovasi 'Unit Reaksi Cepat Anti Kekerasan Anak dan Perempuan'

    4 tahun lalu

    Batu Bara (Pelita Batak) : Untuk ke tiga kalinya Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain SH MM meraih penghargaan Kepala Daerah Innovatif dari Koran Sindo tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat. Sebelum nya Bupati Batu Bara meraih penghargaan Kepala Daerah Inov

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • Kekerasan Terhadap Pers Marak, Jurnalis di Medan Aksi Damai

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Jurnalis gabungan dari sejumlah organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa terkait penganiayaan jurnalis Adi Palapa Harahap, yang bekerja sebagai kontributor iNews TV (MNC B

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb