• Home
  • News
  • Dr SAE Nababan Dianugerahi Medali 'Mesrop Mashtots' oleh Gereja Katolik Armenia di Cicilia
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 06 Februari 2020 16:12:00

Pelopor Gerakan Oikoumenis Asia

Dr SAE Nababan Dianugerahi Medali 'Mesrop Mashtots' oleh Gereja Katolik Armenia di Cicilia

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Pemasangan medali 'Mesrop Mashtots' kepada Dr. Soritua Nababan dari Gereja Katolik Armenia di Cicilia oleh Paus dari Tahta Suci Cilicia
Armenia (Pelita Batak):
Pelopor gerakan ekumenis di Asia Dr Soritua Albert Ernest Nababan baru saja dianugerahi medali St Mesrop Mashtots His Holiness Aram I di Gereja Armenia Catholicos of Cilicia.

Di hadapan para pemimpin ekumenis global serta perwakilan dari komunitas Armenia yang hadir pada acara khusus yang diadakan di Catholicosate Armenia dari Rumah Besar Cilicia, Lebanon, pada 1 Februari 2020 tersebut, Paus dari Tahta Suci Cilicia menyerahkan medali tersebut kepada Dr Nababan dan mengenang kembali kepemimpinan beliau dalam gerakan ekumenis di berbagai tingkatan.

Soritua Nababan, mantan Ephorus (Uskup Agung) dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Indonesia, gereja Protestan terbesar di negara ini, telah terlibat dalam gerakan ekumenis di Indonesia, Asia, dan di tingkat global dalam berbagai kesempatan. Ia merupakan sekretaris pemuda pertama dari Konferensi Kristen Asia Timur, sebagai pendahulu di Dewan Gereja Asia (CCA), dan kemudian terpilih sebagai Presiden CCA (1990-1995). Dalam Dewan Gereja Sedunia (WCC) Dunia, Dr Nababan menjabat sebagai anggota Komite Pemuda WCC pada 1950-an, Moderator Komisi WCC tentang Misi dan Penginjilan Dunia pada 1970-an, dan anggota Komite Sentral WCC pada waktu yang berbeda.

Catholicos Aram I telah menjabat dua periode sebagai Moderator Komite Sentral WCC, dan selama masa jabatan pertamanya, Dr Nababan adalah Wakil Moderator.

Penghargaan bergengsi St Mesrop Mashtots dibentuk oleh Gereja Katolik Cilicia dari Armenia untuk menghormati para pemuka gereja dan masyarakat sebagai pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan selama hidup mereka.

St Mesrop Mashtots (360-440 M) adalah seorang biarawan, teolog, dan ahli bahasa yang, menurut tradisi, menemukan naskah Armenia pada tahun 405 M dan membantu membangun zaman keemasan sastra Kristen Armenia.

Mesrop Mashtots memulai kehidupan biara sekitar 395 M, ditahbiskan sebagai imam, berkomitmen seumur hidup untuk kehidupan spritual serta mendirikan beberapa biara. Ia juga menyebarkan Injil di daerah-daerah terpencil di Armenia untuk menolak Mazdaisme, sebuah tatanan keagamaan yang diturunkan dari Zoroastrianisme, serta menemukan 36 huruf alfabet Armenia.

Sekretaris Jenderal CCA Dr Mathews George Chunakara, yang juga hadir di acara tersebut menyatakan kebahagiaannya atas penghargaan kepada Dr Nababan, dan menyampaikan harapan terbaiknya atas nama keluarga besar ekumenis Asia.

Dr. Chunakara menyatakan bahwa Dr. Soritua Nababan merupakan sebuah bukti nyata dari pengartikulasian identitas oikoumenis Asia dan kontribusi Asia terhadap gerakan ekumenis global selama beberapa dekade. Sekretaris Jenderal CCA ini menambahkan bahwa penghargaan kepada Pdt. Nababan oleh Uskup Katolik Armenia di Cicilia adalah merupakan suatu kehormatan besar yang dianugerahkan kepada pemimpin ekumenis Asia.

Dalam sambutannya setelah menerima penghargaan bergengsi tersebut, Dr. Soritua Nababan mengatakan bahwa beliau sangat tersentuh oleh kehormatan yang diberikan kepadanya, dan selalu mengagumi kepemimpinan karismatik dan komitmen oikoumenis dari Yang Mulia Aram I, yang juga telah diterima dan diakui oleh komunitas ekumenis global sebagai pemimpin gerejawi dan ekumenis yang setia pada abad ini.

Selain kepada Pdt. Nababan, penghargaan yang sama juga diberikan Pendeta Dr Samuel R. Kobia, yang merupakan mantan Sekretaris Jenderal WCC.

Acara pemberian penghargaan ini juga dihadiri Pendeta Dr Konrad Raiser, mantan Sekretaris Jenderal WCC, yang juga merupakan penerima penghargaan Mesrop Mashtots pada tahun 2003. (pGI.or.Id)
  BeritaTerkait
  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  • 15 Menit KIDUNG NATAL 2017 di Siborongborong Kembali Digelar, Jalan Ditutup dan Listrik Dipadamkan

    2 tahun lalu

    Siborongborong(Pelita Batak): "Pada saat Natal, Senin 25 Desember 2017 malam, di Siborongborong bakal kembali meriah dan khidmat merayakan Kelahiran Yesus Kristus dengan mengumandangkan 15 Menit Kidun

  • Jelang Natal Nasional di Humbahas, Panitia Gelar Sarasehan Kebinekaan Dihadiri Mahfud MD dan SAE Nababan

    3 tahun lalu

    Parapat(Pelita Batak): Dalam rangka Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional tanggal 26 Desember 2016 di Dolok Sanggul Humbahas. Panitia Natal adakan Sarasehan Nasional dengan topik merawat Kebhinek

  • 13 Gereja LWF Rayakan 500 Tahun Reformasi Martin Luther di Tarutung

    2 tahun lalu

    Laporan Pdt Alter Siahaan Pernando Siahaan, HKBPTarutung(Pelita Batak): Sebanyak 13 Gereja LWF merayakan sekaligus memperingati 500 Tahun Reformasi Martin Luther, di Stadion Mini Tarutung Kab.Tapanuli

  • Ini Kekuatan Orang Batak Toba Menurut Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Orang Batak Toba memiliki kelebihan-kelebihan. Demikian disampaikan Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap dalam Seminar Tahun Keluarga HKBP Distrik X Medan-Aceh,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb