• Home
  • News
  • Ditembak, Penembak Pemilik Toko Air Soft Gun Diringkus
KSP Makmur Mandiri
Senin, 23 Januari 2017 17:25:00

Ditembak, Penembak Pemilik Toko Air Soft Gun Diringkus

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan menangkap tujuh pria diduga pelaku pembunuhan terhadap Indra Gunawan alias Kuna (45),  pemilik toko "Kuna Air Rifle & Air Soft Gun".

Dua pelaku tewas ditembak polisi, tiga pelaku ditembak kakinya dan dua orang ditangkap tanpa perlawanan. Dua pelaku yang tewas ditembak yaitu,  Rawindra alias Rawi (40) dan Putra (31).

]Warga Berharap Polisi segera Ungkap Penembak Pemilik Toko Airsoft Gun

Pelaku yang ditembak kakinya, yaitu Jo Hendal alias Zen (41), M.  Muslim (30) dan Wahyudi alias Culun (32). Sementara, Chandra alias Ayen (38) dan Jon Marwan Lubis alias Ucok (62), ditangkap tanpa perlawanan.

"Pelaku tewas karena saat ditangkap melakukan perlawanan, sehingga petugas memberikan perlawanan," kata Kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Minggu (22/1/2017).

Rycko mengatakan, penangkapan para pelaku pembunuhan bayaran tersebut berawal dari penyidikan dan hasil analisa CCTV di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil penyidikan, petugas menangkap Jo Hendal saat berada di rumahnya di Karang Sari,  Polonia, Medan pada Minggu 22 Januari 2017 sekitar pukul 01.30 wib dinihari tadi.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap Rawi di hotel Cherry. "Petugas kemudian menangkap pelaku Ayen dan John Marwan. Dari mereka berdua disita 3 pucuk senjata api," ujar Rycko didampini Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho.

Tak sampai disitu, petugas kembali melakukan pengembangan dan menangkap Putra, M Muslim dan Wahyudi.

"Rawi bertugas mencari orang dan skenario. Untuk Putra bertugas eksekutor,  dan Jo Hendal bertugas sebagai joki. Untuk Ayen dan John Marwan bertugas menyimpan senjata api," ungkapnya.

Dari para pelaku petugas menyita barang bukti senjata api, samurai,  pisau, bukti transperan uang, hp dan lainnya.

Rycko menjelaskan, para pembunuh bayaran ini juga pernah melakukan aksinya  pada 5 April 2014 lalu. Saat itu, Kuna dan istrinya Kawida bersama karyawan tokonya bernama Wiria hendak membuka toko.

Tak lama kemudian pelaku M Muslim dan Wahyudi datang dan memukul kepala Wiria dengan kayu hingga terjatuh. "Saat itu yang bertugas sebagai eksekutor adalah Muslim dan yang bertugas sebagai joki adalah Wahyudi," akunya.

Pelaku juga mendapat perintah untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Kuna namun ditolak. "Mereka mendapat perintah dari Rawi untuk melakukan aksinya," tambahnya.

Motif dari aksi ini adalah para pelaku mendapat pesanan untuk melakukan aksi pembunuhan. "Ini sudah dua kali mereka mendapat pesanan untuk melakukan pembunuhan. Kasus ini masih kita kembangkan apakah masih ada kasus pembunuhan lain yang mereka lakukan.

Dirinya mengaku akan menindak tegas kepada para preman maupun pembunuh bayaran yang membuat resah masyarakat di Sumatera Utara, khususnya Medan. "Saya sudah ingatkan berkali- kali akan menindak tegas para preman maupun pelaku pembunuhan maupun perampokan," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, petugas juga berhasil menangkap pemesan untuk melakukan pembunuhan tersebut. "Pemesan untuk melakukan pembunuhan berinisial RJ. Ia ditangkap di Jambi dan saat ini dalam perjalanan menuju Medan," tambahanya.

Sementara, pihak keluarga pelaku mengaku tidak terima dengan tewasnya Rawi. "Itu yang tewas abang kami. Kami tidak terima abang kami ditembak mati. Kalau bersalah apa harus ditembak mati. Kan bisa dihukum 50 sampai 100 tahun," kata adik pelaku.

Mereka juga menuntut keadilan atas tewasnya abang mereka." Apa ini namanya keadilan. Kami minta keadilan. Anaknya masih kecil-kecil," teriaknya. (TAp/bt)

  BeritaTerkait
  • Kasus Penembakan Kuna, PHDI Sumut Katakan Ini

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut menegaskan, penangkapan RJ yang diduga sebagai otak pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna tidak ada hubungannya dengan organisasi

  • Warga Berharap Polisi segera Ungkap Penembak Pemilik Toko Airsoft Gun

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Pihak kepolisian diminta segera menangkap pelaku penembakan yang menyebabkan tewasnya Indra Gunawan alias Kuna (43). Dimana, korban tewas ditembak di depan tokonya &qu

  • Pemilik Toko Tewas Ditembak OTK di Kesawan Medan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Indra Gunawan alias Kuna (43) tewas ditembak oleh orang tak dikebal  (OTK) di depan tokonya  di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat Rabu (1

  • Pemilik Toko Airsoft Gun Tewas Tertembak Didada Kiri

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Indra Gunawan alias Kuna (43) tewas ditembak oleh orang tak dikebal  (OTK) di depan tokonya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (18/1/2

  • Peluru Tembus Pembuluh Darah Penyebab Tewasnya Pemilik Toko Airsoft Gun

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Tim Forensik dari RS Bhayangkara Medan selesai melakukan otopsi terhadap jenazah Indra Gunawan alias Kuna (45). Pemilik toko "Kuna Air Rifle & Air Soft Gun" i

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb