• Home
  • News
  • Distan Inginkan Program PSR Lahirkan ISPO Petani Sawit Labuhanbatu
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 25 Juni 2020 16:17:00

Distan Inginkan Program PSR Lahirkan ISPO Petani Sawit Labuhanbatu

BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Petani tergabung di kelompok tani kelapa sawit di Labuhanbatu sedang mengikuti pertemuan pasca cairnya bantuan tanaman peremajaan program PSR.
Labuhanbatu (Pelita Batak):
Dinas Pertanian Kabupaten (Labuhanbatu) menginginkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) milik Kementerian Pertanian (Kementan) berakhir pada perolehan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) bagi petani kelapa sawit yang tergabung dalam kelompok.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Perkebunan, Distan Labuhanbatu, Juniston Lubis dikantornya di Rantauprapat, Rabu (24/6), program PSR merupakan upaya pemerintah membantu petani dalam masa peremajaan tanaman kelapa sawit.

Di Labuhanbatu, ujarnya, tahun 2018 terdapat seluas 58,56 hektar lahan masyarakat telah menerima bantuan dana program PSR masing-masing sebesar Rp25.000.000 setiap hektarnya.

Sedangkan tahun 2020 sesuai usulan tahun 2019, tiga Kelompok Tani (Koptan) yakni, Restorasi Anak Bangsa Kecamatan Pangkatan menerima bantuan dana untuk tanaman ulang seluas sekitar 77,45 hektar.

Selanjutnya, gabungan Koptan Mekar Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu terealisasi 77,45 dan Koptan Citra Telaga Suka, Kecamatan Panai Tengah seluas 75,08 hektar.

Bagi petani tergabung di koptan, sebut Juniston, akan memilih perusahaan untuk menjadi 'bapak angkat' yang memandu semua tahapan sesuai ketentuan hingga penyediaan bibit bersertifikasi. Jika berjalan lancar, maka harga jual tandan sawit oleh petani akan mempunyai nilai tawar tinggi.

"Karena semua sudah standar, mulai dari replanting, jarak tanam, bibitnya bersertifikasi, pola perawatan hingga masa panen, semua sesuai. Akhirnya, tandan sawit petani akan dihargai tinggi, apalagi bersertifikat," terang Juniston.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar petani sawit lainnya turut serta mensukseskan program PSR dengan menjadi peserta pengusul, apalagi program tersebut diperkirakan hanya hingga tahun 2024 mendatang.

Sementara, seorang peserta program PSR tergabung di Koptan Restorasi Anak Bangsa Kecamatan Pangkatan, Ilham Maulana, juga mengakui keuntungan bergabung diprogram Kementan itu.

Misalnya saja, lanjut Ilham, tanaman sawit yang masuk program PSR hasil produksi tandan buah sawitnya akan semakin membaik. "Perkiraannya, hasil produksi meningkat dua kali lipat. Karena kesemuanya berdasarkan standar perkebunan perusahaan," akunya.

Hingga kini, setelah koptan merwka menerima bantuan Rp25.000.000 perhektarnya, mereka telah melakukan beberapa kegiatan, seperti inventarisir tanaman yang akan ditumbang, menyusun RAB, pemaritan batas tanah dan lainnya.(J|TAp)
  BeritaTerkait
  • Program PSR, 229 Hektar Sawit Labuhanbatu Mulai Bergeliat

    satu bulan lalu

    Labuhanbatu (Pelita Batak):Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan upaya pemerintah mengembangkan perkebunan kelapa sawit rakyat dengan melakukan penggantian tanaman tua atau dengan yang baru

  • Martin: Kehadiran Perwakilan Uni Eropa Awal Baik Untuk Petani Sawit di Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Martin Manurung mendampingi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai NasDem, Surya Paloh saat menerima kunjungan 12 duta besar serta para perwakilan dari 20 negara Uni Eropa y

  • Bupati Labuhanbatu Hadiri Sarasehan di Selat Beting

    8 bulan lalu

    Labuhanbatu (Pelita Batak):Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT bersama Kasdim 0209/LB, Wakil Ketua KTNA Provinsi Sumatera Utara H. Raya Pasaribu, Ketua Komisi Penyuluh Kabupaten Labuh

  • Bupati Labusel Salurkan 198 Unit Alat Pencuci Tangan

    4 bulan lalu

    Labuhanbatu Selatan (Pelita Batak):Bupati, Wildan Aswan Tanjung, Selasa (14/4), menyalurkan 198 unit alat pencuci tangan yang akan ditempatkan di berbagai ruang publik di Kab. Labusel.Penyerahan saran

  • Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi

    4 tahun lalu

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengejar target produksi pertanian padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2016. Dengan demikian, Sumut dapat kembali menempati urutan lima besar nasional sebagai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb