• Home
  • News
  • Diskusi GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan PNPS, Rekson Silaban : Generasi Muda Harus Jeli Melihat Peluang di Era Revolusi Industri 4.0
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 12 Oktober 2019 21:56:00

Diskusi GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan PNPS, Rekson Silaban : Generasi Muda Harus Jeli Melihat Peluang di Era Revolusi Industri 4.0

BAGIKAN:
Adol Frian Rumaijuk
Rekson Silaban saat menjadi pembicara pada Diskusi Publik BPC GMKI Siantar-Simalungun bersama PNPS GMKI di Siantar Hotel
Siantar (Pelita Batak):
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Rekson Silaban, SE menyebutkan era revolusi industri 4.0 mau tidak mau, harus dihadapi dengan melakukan penggalian fokus pengembangan sektor-sektor yang menjadi perhatian pemerintah. Tujuannya untuk bisa menentukan arah perjalanan generasi yang akan datang, sehingga tidak menjadi sumber daya yang justru akan digantikan oleh otomatisasi robotik.

Era disrupsi, memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman saat ini, sebab apa yang akan terjadi di masa mendatang belum terprediksi saat ini. "Data menunjukkan, 56 % pekerja beresiko tinggi kehilangan kerja akibat otomatisasi mulai dari pekerja hotel hingga media cetak," kata Rekson saat menjadi pembicara pada diskusi publik menngambil Topik "Kekristenan Pasca Pemilu 2019, Tantangan dan Harapan di Era Revolusi Industri 4.0", Sabtu (12/10/2019) di Siantar Hotel, Pematangsiantar.

Dia menyebutkan, lapangan kerja yang bisa berkembang menurut penelitian hanya beberapa bidang saja seperti konstruksi, pendidikan, pelayanan masyarakat, teknologi informasi, manager, dan kreatif. 

Menurutnya, pemahaman akan perkembangan teknologi berguna bagi penentuan proses perkembangan pendidikan generasi muda. Disebutkannya, kemampuan di bidang digital dan teknologi akan menjadi kebutuhan tenaga kerja masa depan.

Diskusi yang dilaksanakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun bersama Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) GMKI ini juga menghadirkan  pembicara lainnya Jeirry Sumampouw (Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePi) dan dimoderatori Felikson Silitonga (Sekjend PNPS GMKI).

Sementara Jeirry Sumampouw menyebut bahwa Gereja harus ambil bagian atau berperan dalam segala persoalan bangsa.

Sedangkan dr. Sarmedi Purba yang merupakan salah seorang Senior GMKI menyampaikan bahwa Gereja harus mampu mengimbangi perkembangan yang terjadi pada revolusi industri 4.0 agar gereja tidak di tinggal kan. 

Diskusi diawali sambutan ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, May Luther D Sinaga, S.Th. "Pemilu 2019 lalu meninggalkan beban bagi bangsa ini. Pembelahan dan polarisasi tajam atas dasar SARA menjadi momok yang akan terus menghantui perjalanan kebangsaan ke depan. Hal ini tentu harus kita antisipasi dan tangani bersama. Sebab jika tidak maka konflik, perpecahan atau disintegrasi bangsa rasanya merupakan sesuatu yang bisa saja terjadi," kata Luther.

Dia mengatakan, semua prihatin dan kuatir dengan apa yang terjadi. Karena itu, rekonsiliasi itu penting, paling tidak, agar isu dan situasi yang sama, sebagaimana yang terjadj dalam Pilpres lalu, tidak akan terulang lagi.

"Situasi kebangsaan pasca Pemilu yang carut-marut menjadi tantangan gereja, sekaligus pertaruhan eksistensi gereja. Karena itu, gereja tak boleh diam. Ada kebutuhan untuk bersikap dan terlibat. Paling tidak menjadi elemen yang makin memperkuat ikatan dan kohesi kebangsaan," kata Felikson Silitonga, selaku Wakil Sekretaris Jendral PNPS GMKI.

Feliks juga menambahkan bahwa penekanannya adalah pada sikap gereja. Bagaimana gereja menyikapi situasi Pasca Pemilu ini? Bagaimana gereja bisa tetap eksis dan berkarya dalam konteks kebangsaan seperti ini? Apa saja yang bisa dilakukan? Lalu, bagaimana gereja harus menjalin relasi dan kerjasama dengan elemen kebangsaan lain, baik agama, suku maupun kelompok masyarakat lainnya? Bagaimana gereja menyikapi situasi Pasca Pemilu ini? Bagaimana gereja bisa tetap eksis dan berkarya dalam konteks kebangsaan seperti ini? Apa saja yang bisa dilakukan? Lalu, bagaimana gereja harus menjalin relasi dan kerjasama dengan elemen kebangsaan lain, baik agama, suku maupun kelompok masyarakat lainnya? Begitu juga, gimana gereja menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 yang merupakan realitas kekinian yang mempengaruhi keberadaan gereja? Apakah gereja sudah siap? Atau malah gamang menyikapinya? Begitu juga, gimana gereja menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 yang merupakan realitas kekinian yang mempengaruhi keberadaan gereja? Apakah gereja sudah siap? Atau malah gamang menyikapinya?"

Terlihat hadir juga dr. Sarmedi Purba (yang juga senior GMKI) dan ketua Perkumpal Senior yang ada di Pematangsiantar.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    2 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Diskusi Publik Bersama Senior GMKI dan Tokoh NU Tentang Keutuhan NKRI

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Diskusi Publik "Melawan Intoleransi & Radikalisme" (Menyikapi situasi kebangsaan terkini) yang diselenggarakan GMKI mengajan NU menjadi teman diskusi, di Hotel Danau Toba Int

  • GMKI Diminta Terus Tanamkan Nilai Spiritualitas Bagi Generasi Gereja

    3 tahun lalu

    Siantar (Pelita Batak) : Pengurus Pusat GMKI beraudiensi dengan sejumlah pihak di Kota Pematangsiantar. Menjalin silaturahmi dan memaparkan sejumlah program kerja dalam upaya mendukung program pe

  • PP GMKI Sampaikan Sembilan Rekomendasi Pemikiran kepada Kepala Staf Kepresidenan RI

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): "Indonesia saat ini masih menghadapi banyak persoalan yang harus dapat diselesaikan oleh seluruh komponen bangsa. Para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa t

  • RE Nainggolan Harapkan Teknologi Tidak Merusak Kebhinnekaan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Alvin Tofler menyebutkan dengan kemajuan teknologi dunia menjadi tidak ada batas. Menjadi tantangan belakangan ini, di satu sisi teknologi khususnya yang berbasis jaringan intern

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb