• Home
  • News
  • Cegah Pungli Dengan Sistem Elektronik di Sumut
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 15 Agustus 2017 22:12:00

Cegah Pungli Dengan Sistem Elektronik di Sumut

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Medan (Pelita Batak) :
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengaku terus terang bahwa dirinya paling banyak menjadi sasaran kemarahan ketika sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online diterapkan.

"Terus terang saya paling banyak jadi sasaran kemarahan karena banyak oknum pejabat yang gagal menitipkan anak-anak untuk sekolah favorit. Sumut mau baik dan berubah. Mari dukung," kata Erry saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (15/08/2017).

Selain Gubsu Erry, narasumber dalam acara itu yakni Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli juga Irwasum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno, akademisi Abdul Hakim Siagian, dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, FKPD Sumut lainnya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, sejumlah bupati/wali kota se-Sumut, pejabat Mabes Polri, Polda Sumut dan inspektorat kabupaten/kota se Sumut.

"Alhamdulillah kita punya komitmen bersama dengan DPRD dan pemangku kepentingan lainnya perbaiki Sumut, dan ikut dipantau oleh Tim Korsupgah KPK, maka sistem PPDB online kita laksanakan secara benar. Walaupun banyak kelemahan, seperti kelemahan teknis, dan kelemahan lain yang memang perlu ada perbaikan. Tapi kami tetap konsisten," terang Erry.

Penerapan PPDB online tersebut, menurut Erry adalah salah satu bentuk komitmen Pemprovsu dalam mendukungan dan memberantas praktik korupsi dan pungutan liar pada setiap layanan publik di Sumut. Sistem elektronik yang dibangun dan diterapkan Pemprovsu pada berbagai pelayanan publik adalah dalam rangka mengurangi peluang pungutan liar.

Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan korupsi sulit diberantas yaitu integritas pribadi dan sistem. "Hampir di semua lini ada korupsi penyebabnya adalah integritas. Apapun yang akan dilakukan tanpa integritas akan sulit. Yang kedua adalah perlunya perbaikan sistem, karena siapapun orangnya, kalau masuk dalam sistem yang tidak baik, pasti akan terpengaruh sistem," ujar Erry.

Erry kembali mengatakan bahwa pungli bisa terjadi karena ada pertemuan face to face yang dapat menyebabkan transaksi terjadi. "Kenapa di negara maju indeks persepsi korupsi baik,  karena sistem yang diterapkan sudah sangat baik," ucapnya.

Karena itu, Erry mengatakan Pemprovsu melakukan berbagai gebrakan untuk mendukung pemberantasan korupsi di Sumut termasuk pungli, diantaranya menerapkan berbagai layanan elektronik. "Untuk bidang pendidikan, Provinsi Sumut termasuk berani, kami adalah yang pertama terapkan online," kata Erry.

Pada tahun sebelumnya saat pengelola pendidikan menengah atas masih dikelola kabupaten/kota, hanya ada 95 sekolah yang menerapkan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pada UN tahun ini, lanjutnya, setelah dikelola provinsi maka sekolah yang menerapkan sistem UNBK menjadi 1.500 sekolah. "Mudah-mudahan ini terus ditambah dan ditingkatkan dalam rangka meminimalisir kecurangan," tutur Erry.

Erry menceritakan bahwa hampir semua kepala sekolah yang dijumpainya mengaku lega dengan sistem PPDB online. Itu dikarenakan mereka tidak perlu lagi pusing mengakomodir titipan banyak pihak dalam penerimaan siswa baru yang biasanya terjadi. "Mereka bilang paling tidak ada 100-200 titipan, sehingga ada 100-200 anak yang sebenarnya pintar dikorbankan," ucap Erry.

Mengenai Saber Pungli, Erry mengatakan dengan banyaknya pengaduan masyarakat, maka ke depannya perlu dilakukan pembinaan dan pencegahan melalui langkah melakukan inventarisasi pengaduan dan menyurati instansi yang bersangkutan. "Kita ingatkan kepada SKPD bersangkutan. Kita semua harus wanti-wanti, tolong diperbaiki. Bukan diam-diam langsung OTT. Tapi kalau memang tidak ada perubahan maka sikat saja," tandas Erry.

Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Komjen Pol Dwi Priyatno mengatakan Satgas Saber Pungli sudah dibentuk lebih dari sembilan bulan. Sejak terbentuk, sudah diproses sebanyak 928 kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menerima lebih dari 31 ribu pengaduan masyarakat.

Dwi Priyatno menjelasakan berdasarkan data , Sumut termasuk provinsi yang aktif nomor 2 setelah Jabar dalam melakukan penindakan. Dia menyebutkan, kalau berkaitan dengan jumlah OTT terdapat 130 kasus di Sumut. "Dengan penindakan ada efek jera,maka pelaporan masyarakat akan semakin berkurang dengan perbaikan pelayanan publik," katanya.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Provinsi Sumut Sambut Kepsek SMA, Janjikan Kekurangan Gaji Rp400 M akan Teratasi

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H T Erry Nuadi MSi mememastikan kekurangan gaji guru SMA/SMK sebesar Rp400 miliar akan bisa teratasi. Gubernur mengaku dirinya telah menyampaikan kekurangan tersebut langsung kepada Kementerian Keuanga

  • Sudah Melewati Prosedur, Gubernur Sumut Lantik Tiga Pejabat Eselon II

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi melantik tiga pejabat eselon II hasil dari Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Sumut, Kantor

  • USAID Dukung Sistem MEDAN RUMAH KITA Yang Terintegrasi Dengan Sitem LAPOR

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):USAID melalui program Cegah Pungli USAID dengan bangga mendukung Pemerintah  Propinsi sumatera Utara dalam program SP4N ( Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasion

  • Dzulmi Eldin Jadi Narasumber Talkshow Acara Kantor Staf Presiden TII & UNDP Indonesia

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menjadi salah satu nara sumber  dalam talkshow bertajuk, "Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan Korupsi" di Grand Ballro

  • KPK Harapkan Kabupaten Kota Bisa Ikuti Langkah Pemprov Sumut

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi melakukan soft launching Aplikasi Elektronik Sistem Usulan Musrenbang Terintergrasi Provinsi Sumut (E-Sumut) di Hotel Santika Medan Senin (28/11/2016).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb