• Home
  • News
  • COVID-19 dan Ramadan: Bagaimana Menciptakan Peluang Bisnis dan Mengantisipasi Krisis dengan Data
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 28 April 2020 01:18:00

COVID-19 dan Ramadan: Bagaimana Menciptakan Peluang Bisnis dan Mengantisipasi Krisis dengan Data

BAGIKAN:
IST | Pelita Batak
A Cup of Moka - Bantu UKM Hadapi Pandemik COVID-19 di Bulan Ramadan, Moka Berbagi Tren Data dan Strategi Bisnis
Medan (Pelita Batak):
Dengan penyebaran COVID-19 yang berdampak pada jutaan masyarakat di seluruh dunia, bulan suci Ramadan akan berbeda pada tahun ini. Bulan Ramadan telah menjadi bulan dimana terjadi peningkatan aktivitas berbelanja konsumen. Namun, dengan adanya pandemik COVID-19 yang mendisrupsi ekonomi, bisnis, dan juga perilaku konsumen, para pelaku usaha harus mengerti kondisi terkini agar bisa melihat kesempatan untuk performa bisnis yang lebih baik. Moka, startup penyedia layanan kasir digital di Indonesia, melalui platform edukatifnya, A Cup of Moka (ACOM) memberikan tiga gambaran utama untuk bisnis, yaitu tradisi belanja industri F&B, ritel dan jasa di bulan Ramadan, antisipasi & strategi brand di tengah krisis COVID-19, dan perubahan perilaku konsumen akibat COVID-19.

Dampak COVID-19 terhadap Bisnis

Dimulai empat bulan sebelum bulan Ramadan, penyebaran COVID-19 telah membawa disrupsi besar dalam dunia usaha. Pada industri F&B, Moka mencatat terjadi penurunan pendapatan harian  hingga 40%. Selain itu, penjualan masker meningkat delapan kali lipat, dan penjualan hand-sanitizer meningkat lima kali lipat di bulan Maret 2020, dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Juga, layanan pesan antar meningkat hingga 30% pada pertengahan April.

Bagaimana persiapan makanan di Ramadan 2020 ini?

Bulan Ramadan tidak lepas dengan sajian makanan dan persiapannya. Memasak sendiri dengan resep tradisional rumah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan untuk berbuka dan sahur. Terlebih lagi dalam masa pandemi ini, orang enggan keluar rumah. Menurut Hutami Nadya, Data Analyst Moka, pelaku usaha harus memanfaatkan perilaku masyarakat yang sedang giat-giatnya memasak sendiri di rumah dengan menjual bahan baku siap masak. Selain itu, para pemilik bisnis bisa menyediakan promo layanan pesan antar untuk setiap produk yang dijual untuk kenyamanan konsumen.

Selain waktu berbuka, sahur juga dinilai menjadi waktu primadona bagi para pelaku usaha. Dengan meningkatnya aktivitas dalam rangka menyiapkan makanan sahur, para pelaku usaha bisa menjadikan ini sebagai peluang. Data internal Moka menunjukkan bahwa konsumen memilih untuk membeli santapan sahur pada waktu menjelang imsak (jam 4-5 pagi), dengan rata-rata pembelian lima produk (hidangan kelompok). Terbukti juga dengan jumlah gerai yang beroperasi antara jam 2-4 pagi meningkat sebanyak 67% di bulan Ramadan. Menyediakan makanan siap masak di jam tersebut bisa menjadi peluang dan kesempatan bagi pelaku usaha.

Sedangkan, jika berbicara mengenai menu santapan sahur, makanan praktis dan teh menjadi pilihan favorit konsumen, dan minuman kopi, cenderung disantap beberapa jam setelah berbuka. Menu santapan lain yang selalu ada di setiap bulan Ramadan, adalah kue kering. Menurut data penjualannya, jenis kue kering yang paling populer adalah kue nastar, yang terjual sebanyak 171.000 buah, disusul dengan kue putri salju (48.000 buah), dan kue stik keju (13.000 buah).

Bagaimana perilaku belanja konsumen di industri ritel?

Selain industri F&B, peningkatan aktivitas berbelanja konsumen juga terjadi di industri ritel. Moka mencatat, pada industri ritel, terjadi peningkatan jumlah transaksi sebesar 34%, dan peningkatan pendapatan sebesar 50% per bulannya menuju Ramadan. Lantas, bagaimana perilaku belanja konsumen khususnya umat Muslim menuju bulan Ramadan? Ternyata, konsumen cenderung melakukan pembelian khusus produk-produk yang berkaitan dengan bulan Ramadan, salah satunya, produk busana. Tunik, hijab, dan gamis, merupakan tiga jenis produk busana yang paling laku di bulan Ramadan. Para pelaku bisnis dapat memberikan promo di ketiga item favorit ini, mengingat konsumen hanya akan membeli barang-barang essential selama bulan Ramadan.
 
Kapan belanja konsumen memuncak?

Berdasarkan data internal Moka, setiap minggu menuju Ramadan, total item yang terjual semakin meningkat, menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih last-minute shopping khususnya di ritel. Hari Sabtu merupakah hari favorit untuk berbelanja, sedangkan jam paling ramai adalah waktu menjelang berbuka puasa. Terakhir, Hutami Nadya memberi insight bahwa dalam masa pandemi ini, beberapa produk menjadi sangat laku, seperti masker kain. "Kreasikan juga bahan sisa atau produk lama menjadi produk-produk yang sangat laku di masa ini seperti masker kain," paparnya.

Bagaimana strategi untuk industri jasa?

Berbeda dengan industri F&B dan ritel, industri jasa menjadi sorotan mengingat layanannya tidak berwujud dan harus dilakukan secara langsung. Sebagai strategi, Hutami Nadya, menganjurkan para pemilik usaha di bidang jasa dapat melakukan promo pay-it-forward deals dimana konsumen bisa membeli kupon/voucher dengan nominal tertentu untuk ditukarkan nanti setelah situasi kembali kondusif. Dengan kata lain, sistemnya berupa beli produknya sekarang, untuk dinikmati nanti.

Untuk menyebarkan semangat #MajuDenganBerbagi di masa sulit ini, Moka membuka akses donasi bersama KitaBisa di laman kitabisa.com/membantuusahakecil dan mengajak masyarakat luas untuk turut membantu kelangsungan hidup pelaku usaha mikro seperti pedagang kaki lima, pedagang keliling, dan warung kecil yang terkena dampak COVID-19.(*)
  BeritaTerkait
  • Tingkat Keterlibatan Pegawai, Reputasi Brand dan Strategi Korporat Menjadi yang Terpenting dalam Komunikasi Perusahaan Setahun ke Depan

    3 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Media intelligence Isentia dan Asosiasi Komunikator Bisnis Internasional  (IABC) Asia Pasifik meluncurkan penelitian yang mengungkapkan tentang masa depan profesi komunikas

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • PTMBB Kota Medan Gelar Seminar Kewirausahaan untuk GEMMA

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Badan Pengurus Harian Punguan Toga Manalu Boru dohot Bere (PTMBB) Kota Medan dan sekitarnya menggelar seminar sehari untuk Generasi Muda Manalu (GEMMA) tentang kewirausahaan deng

  • Akhyar Nasution Dukung Digitalisasi Ekonomi Kreatif

    2 tahun lalu

    Medan  (Pelita Batak ) :Rahasia seorang entrepreneur yang sukses adalah berani menciptakan peluang, terus berinovasi dan berani mengambil resiko berdasarkan berbagai pertimbangan yang rasional. T

  • Mengenal Teknologi Cloud, Solusi Cerdas UKM Tahan Krisis Selama Covid - 19

    6 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Indonesia memasuki Ramadan tahun ini berbeda. Dengan adanya pandemi Covid - 19 dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), roda perekonomian Indonesia terhambat.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb