• Home
  • News
  • Banyak "Jebakan", Jalinsum di Tobasa Telan Korban
KSP Makmur Mandiri
Senin, 28 Januari 2019 06:38:00

Banyak "Jebakan", Jalinsum di Tobasa Telan Korban

Warga Protes Tidak ada Perbaikan
BAGIKAN:
Maria Sitorus | PelitaBatak
Pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan diduga akibat menghindari lubang di jalan

Medan (Pelita Batak):

Kerapnya kecelakaan mobil dan sepeda motor yang menimbulkan korban meninggal dunia di Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Toba Samosir menuai protes dan kekesalan warga di daerah Kecamatan Porsea, Bonatua dan Lumban Julu .

Pasalnya selama satu bulan terakhir sudah banyak kejadian disepanjang jalinsum ini telan korban kecelakaan. Bahkan baru-baru ini pengendara sepeda motor meninggal di tempat ketika terjadi kecelakaan yang diduga akibat menghindari jalan rusak atau berlubang.

"Minggu lalu siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Lumban Julu atas nama Mangitas Tarihoran yang berboncengan di Jalan lintas Sumatera Desa Sirait Uruk tergilas mobil jenis colt diesel akibat menghindari jalan berlubang. Selang beberapa hari rekan nya yang berboncengan bersama korban Mangitas akhirnya meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di RS Siantar. Tempat yang berbeda namun masih sepanjang jalinsum ini sering akibatkan kecelakaan meninggal akibat menghindari lubang," kata Bakti Sitorus seorang warga kepada pelitabatak.com, Minggu (27/1/2019).

Kekesalan Bakti dan sejumlah warga lainnya dinyatakan kepada awak media untuk mendesak Dinas Bina Marga dan Dishub untuk bersinergi bersama dinas terkait seperti Dinas PUPR Kabupaten Toba Samosir  memperbaiki Jalan Lintas Sumatera yang kerap memakan korban akibat banyaknya jalan berlubang. 

"Tolong para media suarakan jalan rusak di Kabupaten Toba Samosir ini, bapak Gubernur bersama Bupati, tolong tutup jalan berlubang, kami tak mau ada korban, kemana para wakil rakyat dapil kamunya gak di  DPRD Provinsi, kog hanya diam saja melihat banyak nyawa melayang akibat jalan berlubang," katanya. 

Tidak hanya itu masyarakat dan tokoh muda seperti aktivis, karang taruna dan OKP berharap perusahaan sekitar seperti PT TPL (Toba Pulp Lestari) diminta untuk tidak tutup mata dan tutup telinga dengan maraknya kecelakaan akibat jalan rusak dan berlobang. 

"Hendaknya perusahaan juga bisa melakukan tindakan insidental semacam menutupi lubang ini atau apalah demi menghindari terjadinya kecelakaan, karena diduga mobil pengangkut bahan perusahaan ini juga kerap menjadi pemicu rusaknya jalan akibat seringnya mobil over tonase ditambah curah hujan yang tinggi beresiko merusak aspalt jalanan, belum lagi pembangunan jalan diduga tidak sesuai spesifikasi akhirnya pengguna jalan raya yang jadi korban, " paparnya. 

Menurut mereka, jalan rusak parah itu telah terjadi sejak enam bulan terakhir. Bila didata secara ketat, akan banyak ditemukan kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak tersebut.

Sementara itu, dalam waktu dekat awak media ini akan menulis laporan dan pengaduan warga ini melalui aplikasi LAPOR ke Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara  guna konfirmasi terkait tindakan mereka yang dinilai lamban menyikapi maraknya korban kecelakaan dan korban tewas yang diakibatkan jalan jalinsum penuh lubang sementara sampai berita ini diterbitkan Kadis PU Toba Samosir Darlin Sahala belum berhasil dikonfirmasi karena selalu tugas luar. (Maria Sitorus)

  BeritaTerkait
  • Bishop GKPI Resmikan Koordinasi Wilayah VII untuk Dukung Perayaan Natal Nasional di Doloksanggul

    4 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Bishop GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) Pdt Oloan Pasaribu MTh meresmikan wilayah VII yang meliputi Humbang Hasundutan - Tobasa – Samosir, dan sekaligus m

  • Kronologi Tersendiri Penganiayaan Sebastian Hutabarat di TKP, Tempat Diskusi dan Minum Kopi

    4 tahun lalu

    08:15-08:20 Sepeninggal JM, SH ditarik kembali ke tempat diskusi dan minum kopi mereka sebelumnya. JS dan anggotanya mulai memaki-maki dan memukuli SH. Berkali kali Jautir menyebut siapa dirinya, dan

  • Komisi A DPRD Sumut Gelar RDP Bersama Bupati Tobasa, Direksi BODT, Dishut Provsu Bersama Masyarakat Adat Marga Butarbutar Sigapiton

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait sengketa lahan seluas 500 hektar antara masyarakat adat Desa Sigapiton, Sibisa dan Motung sekitarnya dengan Badan Pelaksana Otorita Par

  • Jalinsum Rusak Timbulkan Macet di Pargarutan

    3 tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) :   Akibat saluran drainase yang tidak berfungsi membuat  air tumpah ke badan jalan lintas Sumatera Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan rusak parah dan ambl

  • Sumut Berpotensi Ekspor Pangan

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Anggota DPD RI Sumut Parlindungan Purba mengatakan bahwa Sumut memiliki potensi sebagai daerah pengekspor pangan nasional karena memiliki lahan yang cukup tersedia dan banyak ko

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb