• Home
  • News
  • Arist Merdeka Sirait : Pembunuhan Sadis di Medan, Diduga Direncanakan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 10 April 2017 10:57:00

Arist Merdeka Sirait : Pembunuhan Sadis di Medan, Diduga Direncanakan

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Arist Merdeka Sirait

Jakarta (Pelita Batak) :
Penghilangan paksa hak hidup yang diakhiri dengan Pembunuhan sadis terhadap 5 anggota keluarga Ryanto (40) warga Jalan Mangaan Gang Benteng, Lingkungan 1, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Medan, Minggu 09/04/17 pukul 08.30 WIB  masing-masing Ryanto (40) suami,  Sri Aryani (40) istri, Sumarni (60) mertua, Naya (13) dan Gilang (8) putra dan putri kandung Ryanto merupakan kejahatan terhadap kemanusian dan diduga dilakukan secara berencana secara dadis dan biadap.

Untuk memastikan pembunuhan terhadap keluarga Ryanto merupakan pembunuhan berencana, dan mendapat kepastian hukum serta untuk mengetahui motif pembunuhan yang tidak berprikemanusiaan dan tidak dapat diterima akal sehat manusia ini, Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komisi Nasional  Perlindungan Anak (Komnas Anak) mendesak kewenangan otoritas penegak hukum yakni Polda Sumatera Utara dan Polres  KP3 Belawan untuk segera membongkar kasus pembantaian satu keluarga sadis ini dengan mengumpulkan saksi-saksi kunci sebagai bukti petunjuk untuk digunakan mengungkap kasus pembataian keji ini.

Dari hasil investigasi cepat (quick investigation) terhadap pembantaian sadis yang dilakukan rekan-rekan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Medan ditemukan informasi awal yang terus dicari kebenarannya dari keterangan warga dan sumber informasi yang dapat dijadikan bukti petunjuk terpercaya untuk diserahkan kepada Polda Sumatera Utara dan Polres KP3 Belawan, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai institusi/lembaga independen di bidang promosi, pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia  menduga dilakukan oleh orang dekat dan dikenal korban. Dan dari kronologis pembantaian terhadap keluarga Ryanto yang hampir sempurna itu,  Komnas Perlindungan Anak dan LPA Kota Medan menduga kejahatan terhadap kemanusiaan sadis ini dilakukan secara berencana pula. Oleh karena itu, Komnas Anak mendedak Polda Sumatera Utara c/q Polres KP3 Belawan. menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni ketentuan pasal 340 dan 338 KUH Pidana junto pasal 81 Undang-undang No. 23 tahunn2002 yang telah kedalam UU 35 tahun 2014  tentang Perlindungan anak dan UU No. 39 Tahun1999 tentang Hal Asasi Manusia.

Untuk kepentingan kesehatan terbaik dan beban phsikologis seta bantuan sosial terhafap si bocah malang Gilang dan keluarganya, meminta kepada LPA Kota Medan  sebagai mitra kerja Komnas Perlindungan Anak di Medan mendesak tanggungjawab Kepala Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KDP3A) serta Kepala Dinas Sosial Kota  segera Medan untuk melakukan intervensi terhadap korban selamat Gilang (8) yang saat ini dalam keadaan kritis dan sedang dirawat intensip di Rumah Sakit Mitra Medika di Pulo Brayan.

"Saya percaya dan tidak meragukan  komitmen bapak Wali Kota Medan untuk melakukan intervensi sosial terhadap korban Gilang dan keluargannya," demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait, putra Siantar (Siantar Man) setelah bertemu denga Walikota dan Wawalikota Medan seta jajarannya bersama pengurus LPA kota Medan di Kantor Walikota Medan Minggu pertama Naret 2017 di Medan..

Untuk mengetahui kepastian terhadap penegakan hukum pembunuhan yang terduga berencana, dan bantuan intervensi Sosial dari Walikota Medan, Komnas Perlindungan Anak dan LPA Kota Medan segera bertemu dan berkoordinasi dengan Bapak Kapolda Sumatera Utara, Kapokres KP3 serta bapak Walikota Medan dan memerintahkan kepada LPA kota Medan selaku mitra kerja utama.

Perlindungan anak di kota Medan segera melakukan assesmen dengan  mengunjungi keluarga korban Gilang, tambah Arist Merdeka Sirait selaku ikon Anak Indonesia.(TAp|rel)

  BeritaTerkait
  • Komnas Perlindungan Anak Segera Bertemu Polda Sumut

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Brutalisme, tindakan sadisme yang terjadi beberapa minggu terakhir ini  ditengah-tengah masyarakat Medan Sumatera Utara  telah menunjukkan suatu tindakan yang

  • Komnas PA Minta Polres Siantar Ungkap Penganiaan Sadis Korban N (16)

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Kasus penganiayaan yang mengakibatkan N (16) korban menderita cacat secara permanen yang ditemukan di Desa Tanjung Pinggir, Siantar, Kabupaten Simalungun Rabu 18/10/17 dini hari.

  • Dibantu Istrinya, Pria di Sarolangun Jambi Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

    9 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kejahatan Seksual terhadap anak dengan berbagai modus di Indonesia terus terjadi. Baik anak sebagai korban juga sebagai saksi pelaku. Ada banyak anak di berbagai daerah menjadi

  • Komnas Anak : Waspada Penculikan Anak untuk Penjualan Organ Tubuh

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Maraknya kabar penculilan anak untuk tujuan penjualan organ tubuh anak yang beredar minggu ini telah meresahkan masyarakat. Informasi yang simpang siur, harus tetap men

  • Komnas Perlindungan Anak Gelar Doa Solidaritas untuk #KiranaHero di Medan

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen dibidang promosi, pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia akan menggelar Doa Solidaritas untuk Kirana

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb