• Home
  • News
  • Aktifitas Gunung Sinabung Meningkat, Warga di Zona Merah Disweeping
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 26 Agustus 2016 01:46:00

Aktifitas Gunung Sinabung Meningkat, Warga di Zona Merah Disweeping

BAGIKAN:
Pelita Batak :

Gunung Sinabung terus menunjukkan peningkatan aktifitas yang ditandai dengan erupsi dan awan panas dalam 2 hari terakhir. Adanya peningkatan gempa hybrid dan gempa low frequency, memicu pada pertumbuhan kubah lava yang sudah mencapai 2,6 juta meter kubik yang siap muntah apabila erupsi dan letusan besar terjadi.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra mengatakan dalam dua hari terakhir, tercatat terjadi sebanyak 50 kali lebih luncuran awan panas guguran.

Usai rapat koordinasi mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Makodim 0205/TK, Kamis (25/8/2016) dijelaskannya bahwa sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB hari Kamis, telah terjadi guguran lava pijar sejauh 1700 meter ke arah Selatan-Tenggara. Seismik, terjadi guguran sebanyak 37 kali dengan jarak 4-110 mm pada data parameter seismograf dan lama gempa 20-593 detik.

Tercatat, gempa hybrid terjadi sebanyak 9 kali dengan jarak 3-10 mm dan lama gempa 7-22 detik. Gempa low frequency terjadi sebanyak 2 kali dengan jarak 3-5 mm dan lama gempa 5-18 detik. Visual disekitar gunung tertutup kabut akibat cuaca mendung, angin perlahan ke arah Timur dan suhu udara 16-20°C.

Sementara, sejak pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, terjadi erupsi sebanyak 2 kali dengan ketinggian kolom debu mencapai 1000-1200 meter dan lama gempa 53-185 detik. Sedangkan luncuran awan panas guguran sebanyak 5 kali dengan jarak luncur 2500 meter ke arah Tenggara-Timur. Teramati, terjadi 2 kali guguran lava sejauh 1800-2500 meter ke arah Selatan-Tenggara.

Seismik, terjadi 29 kali guguran dengan jarak 4-120 mm pada data parameter seismograf dan lama gempa 36-1028 detik. Gempa low frequency terjadi 2 kali dengan jarak 7-8 mm dan lama gempa 8-9 detik. Gempa hybrid terjadi 7 kali dengan jarak 3-7 mm dan lama gempa 13-25 detik. Sedangkan visual, disekitar gunung tertutup kabut akibat cuaca mendung, angin perlahan ke arah Timur dan suhu udara 19-20°C. "Status gunung Sinabung berada pada level tertinggi yakni Awas (Level IV). Dihimbau kepada masyarakat untuk meninggalkan kawasan zona merah. Untuk kawasan yang terpapar debu, masyarakat diminta mengenakan masker, menutup sumber air bersih dan keluar rumah seperlunya,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan, kubah lava dengan volume mencapai 2,6 juta kubik akan digugurkan atau dilongsorkan secara bertahap. Menurutnya, jika kubah lava itu dilongsorkan secara keseluruhan, dikhawatirkan akan menimbulkan awan panas guguran yang cukup besar. "Volume kubah lava yang sangat besar di puncak kawah Gunung Sinabung telah menutupi jalur luncuran awan panas yang sebelumnya mengarah ke Desa Gamber. Jalur awan panas kini mulai membentuk aliran baru yang mengarah ke Desa Sukanalu sekitarnya. Dihimbau kepada masyarakat agar tetap waspada,” himbaunya.

Sementara, Dandim 0205/TK Letkol (Inf) Agustatius Sitepu selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tanggap Darurat Erupsi Sinabung, saat pelaksanaan rapat koordinasi mengatakan, rapat ini digelar dalam rangka mengantisipasi adanya peningkatan aktivitas gunung Sinabung. Dijelaskan, berdasarkan rekomendasi Badan Vulkanologi, kepada seluruh masyarakat dilarang keras memasuki kawasan zona merah. Sebab, kata dia, masih ada warga yang keluar masuk secara tertutup atau sembunyi-sembunyi di zona merah yang sudah direkomendasi tidak bisa dimasuki. "Hari ini kita akan turunkan lagi tim untuk bersama-sama melakukan sosialisasi, patroli dan memberi himbauan agar masyarakat tidak masuk ke zona merah dan kembali ke posko pengungsian yang telah disediakan oleh pemerintah,” ujar Agustatius.

Dalam kesempatan ini, dilaksanakan sosialisasi, himbauan dan membagikan surat edaran larangan beraktivitas di dalam radius 7 Km kepada masyarakat yang masih berada di sekitar zona merah. Kegiatan itu dilaksanakan dalam dua zona yakni zona Timur dan Tenggara.

Untuk sektor Tenggara meliputi Desa Kuta Tonggal, Sukanalu, Kuta Gugung, Sigarang-garang, Kuta Rayat dan Kuta Tengah serta Dusun Sibintun. Tim dipimpin oleh Dandim 0205/TK Letkol (Inf) Agustatius Sitepu.

Sementara, di sektor Timur meliputi Desa Tiga Pancur, Berastepu, Guru Kinayan, Perbaji, Mardinding dan Dusun Sibintun. Tim dipimpin oleh Camat Tiganderket Hendrik Tarigan dan Danramil Payung E. Perangin-angin.

Turut hadir dalam kegiatan ini sosialisasi dan sweeping ini diantaranya, Sekretaris BPBD Karo Jhonson Tarigan, Camat Namanteran Kasman Sembiring, Camat Simpang Empat Eddy R. Ginting dan koordinator 9 posko pengungsi Sinabung.

Seperti diketahui, hingga saat ini terdapat 2.592 Kepala Keluarga (KK) atau 9.318 jiwa yang mengungsi di 9 posko penampungan. Pengungsi berasal dari 9 desa yang berada di sekitar kawasan zona merah gunung Sinabung.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Gunung Sinabung Kembali Bergejolak, Warga Dihimbau Jauhi Zona Merah

    5 tahun lalu

    Warga seputaran Gunung Sinabung diimbau waspada dan menjauhi kawasan gunung. Pasalnya gunung tersebut kembali bergejolak dengan  menunjukkan peningkatan aktivitas yang sangat signifikan.

  • Hujan Abu dan Pasir Selimuti Kota Wisata Berastagi

    5 tahun lalu

    Hamparan debu vulkanik dan pasir dirasakan oleh masyarakat di beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Berastagi, Namanteran, Simpang Empat, Merdeka dan Dolat Rayat. Kondisi terparah dirasakan masyarakat di Kecamatan Berastagi. Guyuran debu vulkanik disus

  • Gunung Sinabung Kembali Erupsi, 2,4 Juta Meter Kubik Kubah Lava Siap Dimuntahkan

    5 tahun lalu

    Kabanjahe (Pelita Batak): Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali erupsi dan aktivitasnya meningkat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Awan Panas Guguran (APG) disertai erupsi, kegempaan yang

  • Tahun Depan Seluruh Pengungsi Sinabung Sudah Tempati Rumah

    5 tahun lalu

    Kabanjahe (Pelita Batak) : Gubenur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menargetkan paling lama kwartal pertama tahun 2017 seluruh pengungsi erupsi gunung Sinabung tidak ada lagi yang berada di posko pengungsian.

  • Anggota DPD RI Pdt Willem TP Simarmata: Sudah Sepantasnya Erupsi Sinabung Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

    3 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Anggota DPD RI Pdt Willem TP Simarmata mengatakan bencana erupsi gunung Sinabung sudah layak ditetapkan sebagai bencana nasional. Erupsi terjadi sejak 27 Agustus 2010, dan kemarin

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb