• Home
  • News
  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani ke Istana Saat Ini Menuju Duri, Disomasi PT NDB
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 09 Juli 2020 19:01:00

Aksi Jalan Kaki 170 Petani ke Istana Saat Ini Menuju Duri, Disomasi PT NDB

BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Peserta aksi jalan kaki dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB), Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten, Deliserdang Sumatera Utara, diguyur hujan saat melintasi KM 30 Balam, Kabupaten Rokan Hilir, Pro
Labusel (Pelita Batak):
Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Seimencirim dan Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, masih tetap semangat melangkahkan kakinya menuju Istana Negara, Jakarta, untuk bertemu Presiden Joko Widodo. Hingga aksi hari ke-15, Kamis (9/7), mereka telah menapaki jalan hampir sepanjang 530 kilometer dan melalui 9 daerah kabupaten/kota dari Sumut ke Riau. 

Panas terik dan hujan mereka lalui. Para petani itu diguyur hujan saat melintasi Jalibsum Balam, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. 

"Kami kehujanan di kilometer 30 Balam, lewat Baganbatu," sebut peserta aksi, Dicky Surbakti melalui WhatsApp, Kamis (9/7/2020) siang. 

Koordinator aksi, Aris Wiyono, menyebut mereka melanjutkan perjalanan dari daerah Balam Rokan Hilir sekira pukul 10:00 WIB, meski tidur di bawah tenda darurat tidak nyenyak karena gerimis.

"Hari ini 9 Juli 2020, rombongan petani Simalingkar A dan Seimencirim Deliserdang, kembali meneruskan perjalanan menuju Istana Negara, Jakarta, meskipun tadi malam tidur di bawah tenda darurat dan terkena gerimis, tapi tetap kuat dan semangat untuk terus mencapai tujuan. Sampai hari ini sudah 15 hari kami berjalan kaki mulai 25 Juni lalu. Kami berjalan kaki sudah sejauh 530 kilometer dari Simalingkar A," sebut Aris Wiyono, kepada medanbisnisdaily.com melalui WhatsApp, Kamis sore.

Peserta aksi dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB), saat ini sudah mau sampai Duri, dan telah melewati Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir dan akan tiba di Kabupaten Bengkalis, Riau. 
"Kami sudah dekat Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Mas. Sampai hari ini, alhamdulillah semua masih sehat, kuat dan semangat untuk bertemu Presiden Jokowi agar ikut campur tangan menyelesaikan masalah yang dihadapi petani Simalingkar A dan Seimencirim," sebut Aris.

Dia mengaku bersyukur sepanjang aksi jalan kaki yang telah menempuh perjalanan 530 kilometer, telah memantik respon dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat. Seperti dari Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surya Tjandra, serta dari Komisi II, IV dan VI DPR.
"Mereka telah merespon dengan sangat baik dan berjanji akan menyelesaikan konflik agraria yang kami alami saat ini," tutur Aris.

Tetapi munculnya respon dan dukungan dari pemerintah pusat beserta DPR, tidak sepenuhnya seiring dengan kondisi riil para petani di lapangan, Desa Simalingkar, saat ini. 

Dalam perjalanan aksi jalan kaki menuju ibukota Jakarta dengan jarak tempuh yang harus dilalui sepanjang 1.812 kilometer, dan madoh akan menempuh 1.282 Km lagi, peserta aksi mendapat kabar dari keluarga, bahwa mereka sedang disomasi untuk segera merubuhkan bangunan yang ada.

Aris menyebut anak perusahaan PTPN-2, PT Nusa Dua Bekala justru melayangkan somasi ke masyarakat, meminta petani Simalingkar A Kecamatan Pancurbatu segera meninggalkan rumah dan lahan pertaniannya, dan mengosongkan serta merubuhkan sendiri bangunannya.

Pembina SPSB dan Ketua Bidang Pengorganisasian/Kaderisasi DPN Gerbang Tani menyebut, dalam somasi dari kantor advokat Sastra SH MKn & Rekan, No.1173/Sas&Rek/VII/2020 tanggal 7 Juli 2020 yang menerima kuasa nomor: 045/Sas&Rek-SK/VI/2020 tanggal 15 Juni 2020 dari Direktur PT Nusa Dua Bekala, Josem Ginting, memberi waktu paling lama 10 Juli 2020 untuk mengosongkan/membongkar bangunan, jika tidak, PT NDB selaku pemegang sertifikat hak atas sebidang tanah seluas 241,74 hektar di Pancurbatu (areal Kebun Bekala PTPN-2) berdasarkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.1938 dan 1939 (masa berlaku 2020-2040), akan membobgkar sepihak. 

Dia mengaku kecewa dengan sikap perusahaan tersebut, karena tuntutan para petani sedang mendapat respon positif dari pemerintah terkait dan petani telah menggarap lahan itu sejak 1951. 
"Sedangkan PT NDB hanya punya sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang diterbitkan pada bulan 3 tahun 2020, dan perusahaan tidak pernah menguasai secara fisik hingga saat ini," ungkap Aris.

Katanya, kabar somasi tersebut sangat memukul hati para petani, tak terkecuali yang saat ini sedang berjalan kaki dari Medan menuju Jakarta untuk meminta negara atau presiden memberi keadilan.

"Bagaimana tidak? Pada saat pemerintah pusat merespon akan menyelesaikan konflik, perusahaan terus bertindak," ungkap dia.

Ia mendesak pemerintah segera menghentikan upaya-upaya anak perusahaan PTPN-2, sebelum presiden menyelesaikan konflik. 
"Presiden diminta tegas kepada Menteri ATR/BPN dan Menteri BUMN, agar jangan melihat situasi ini sebagai situasi yang biasa-biasa saja. Kami petani Simalingkar dan Mencirim sudah siap melakukan apa pun pada situasi-situasi tertentu jika persoalan ini tidak segera diselesaikan negara," ujar Aris. (J|TAp)
  BeritaTerkait
  • ‌Hari ke 12, 170 Petani Deliserdang Tunggu Meeting Zoom Wamen di Labusel

    4 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Hari ke 12, Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang perjalanan dari Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu men

  • DPW PKB Riau Jamu Peserta Aksi Jalan Kaki 170 Petani Deliserdang

    3 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak);Aksi Jalan Kaki 170 Petani asal Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara yang  berjalan kaki menuju Istana Negara, Jakarta dijamu dengan bai

  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani Asal Sumut Temui Jokowi, Menuju Istana Negara

    2 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Aksi Jalan Kaki 170 Petani asal Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara kembali berjalan kaki menuju Istana Negara, Jakarta. Setelah beristiraha

  • Tiba di Jambi, Petani Asal Deliserdang Orasi Dibundaran Kota

    2 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Setelah tiba di Jambi tadi malam Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 19.00 WIB dan beristirahat di kantor Konsorsium Pembaharuan Agraria. Pagi ini aksi jalan kaki 170 Petani Deliser

  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani Deliserdang Lanjutkan Perjalanan Hari ke-11, Semangatnya Tanpa Surut

    4 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, melanjutkan perjalanan dari Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu menuju I

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb