• Home
  • News
  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani Deliserdang Lanjutkan Perjalanan Hari ke-11, Semangatnya Tanpa Surut
KSP Makmur Mandiri
Senin, 06 Juli 2020 10:22:00

Aksi Jalan Kaki 170 Petani Deliserdang Lanjutkan Perjalanan Hari ke-11, Semangatnya Tanpa Surut

BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Labusel (Pelita Batak):
Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, melanjutkan perjalanan dari Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu menuju Istana Negara, Jakarta, Minggu (5/7) siang. GOR Rantauprapat yang sempat dimanfaatkan mereka untuk tempat istirahat dan menyuci pakaian, terpaksa ditinggalkan peserta aksi pada Sabtu (4/7) malam sekira pukul 22:00 WIB, karena gedung olahraga itu disebut mau dipakai atlet untuk berlatih. Kemudian mereka diberi tumpangan menginap di Deli Hall Jalan Panah Rantauprapat.

"Aksi jalan kaki ke istana, hari ini kita lanjutkan, meskipun hari Minggu. Kita tetap kembali berjan kaki walau tadi petani beristirahat jam 3 subuh, dan saat ini kita sudah menuju Kabupaten Labuhanbatu Selatan," sebut koordinator aksi, Aris Wiyono, melalui WhatsApp menjawab wartawan, Minggu (5/7) sore.

Aris Wiyono menyebut hari ini perjalanan hari ke-11 petani Simalingkar dan Seimencirim menuju Istana Negara Jakarta dan telah menempuh jalan sepanjang 340 kilometer.
"Aksi kita terus berlanjut dengan berjalan kaki. Jalan yang kami tempuh sudah sejauh kurang lebih 340 kilometer hingga hari ke-11 ini," sebutnya.

Walau sudah hampir 2 minggu berjalan kaki, namun semangat perjuangan mereka yang bahkan diikuti lansia itu, terus mengalir tanpa surut. Suka duka dalam perjalanan seakan tak mereka hiraukan untuk bisa bertemu Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan penderitaan yang sedang mereka alami, digusur paksa oleh pihak PTPN-2 dari lahan dan pemukiman mereka.
"Sebenarnya konflik ini sudah terjadi sejak tahun 70-an. Penggusuran terakhir terjadi pada Maret tahun 2020. Semua diusir, yang sudah punya sertifikat hak milik (SHM) pun ikut digusur," katanya kepada wartawan.

Menurut Aris, penggusuran paksa itu merupakan tindakan semena-mena yang berdampak luas pada ribuan jiwa penduduk 2 desa tersebut.

"Itulah makanya kami rela berjalan kaki untuk mengadukan nasib kami ke Presiden Jokowi.

Semangat kami terus berlipat ganda, meski terkadang suka duka dan rintangan ada saja. Semua tetap tegar demi masa depan anak cucu. Namun bantuan juga silih berganti," sebutnya.

"Semua tetap tegar dan sepakat 17 Agustus 2020 adalah juga hari kemerdekaan buat seluruh petani yang tertindas dan bebas dari penjajahan PTPN yang merupakan jelmaan penjajah Belanda," ungkap Aris.

Setelah meninggalkan GOR, mereka beristirahat di depan Deli Hotel, kemudian dikasih tumpangan istirahat di Deli Hall Jalan Panah.

"Dari Deli Hall kami berangkat jam 9 pagi. Memeng dikasih tumpangan dari pemilik hanya sampai jam tersebut. Itupun kebetulan jam 2 dini hari kami jalan kaki pas berhenti di depan hall tersebut dan kami berinisiatif untuk izin numpang dan dikasih sampai jam sembilan," sebut Aris.


Setelah melanjutkan perjalan, sekira pukul  13:00 WIB, mereka tiba di kawasan perkebunan Aeknabara dan berteduh di bawah pokok-pokok sawit PTPN-3 itu.

"Kami terus berjalan kaki, sekaran menuju Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan," sebut Aris pukul 17:05 WIB. 

Terkait massa aksi meninggalkan GOR menjelang tengah malam, Plt Kadis Pemuda Olahraga Hobol Zulkifli Rangkuti menyebut, kesepakatan mereka dengan peserta aksi hanya istirahat dan menginap 1 malam. 
"Kesepakatan kan cuma istirahat semalam. Ini sudah kita kasih mereka sampai Sabtu malam mulai mereka tiba Jumat malam. Kita melayani mereka dengan baik, kita sediakan karpet dan air 2 mobil tangki untuk mandi dan menyuci. Jadi, Sabtu kemarin kita sarankan mereka melanjutkan perjalanan karena GOR juga mau dipakai para atlet untuk latihan, tapi mereka meninggalkan GOR jam 10 malam," sebut Hobol saat dikonfirmasi.(J|TAp)
  BeritaTerkait
  • ‌Hari ke 12, 170 Petani Deliserdang Tunggu Meeting Zoom Wamen di Labusel

    4 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Hari ke 12, Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang perjalanan dari Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu men

  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani Asal Sumut Temui Jokowi, Menuju Istana Negara

    2 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Aksi Jalan Kaki 170 Petani asal Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara kembali berjalan kaki menuju Istana Negara, Jakarta. Setelah beristiraha

  • Tiba di Jambi, Petani Asal Deliserdang Orasi Dibundaran Kota

    2 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Setelah tiba di Jambi tadi malam Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 19.00 WIB dan beristirahat di kantor Konsorsium Pembaharuan Agraria. Pagi ini aksi jalan kaki 170 Petani Deliser

  • Ratusan petani dari Deliserdang yang jalan kaki ke Istana Negara Tiba di Rantauprapat

    4 minggu lalu

    Rantauprapat (Pelita Batak):Setelah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama hampir 12 jam dari Kota Kisaran, ratusan petani dari 2 Desa yakni dari Desa Simalingkar A dan Desa Sei Mencirim Kabu

  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani ke Istana Saat Ini Menuju Duri, Disomasi PT NDB

    4 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Seimencirim dan Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, masih tetap semangat melangkahkan kakinya m

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb