• Home
  • News
  • Aksi 2.000 Lilin di Medan, Warga Tolak Aksi Teror dan Paham Radikal
KSP Makmur Mandiri
Senin, 14 Mei 2018 16:59:00

Aksi 2.000 Lilin di Medan, Warga Tolak Aksi Teror dan Paham Radikal

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Sejumlah elemen mahasiswa, organisasi masyarakat dan tokoh lintas agama mengikuti aksi 2.000 lilin melawan terorisme di lapangan merdeka Medan, Minggu malam (13/5/2018).
Medan (Pelita Batak):
Seluruh lapisan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya berduka atas tragedi teror bom di Kota Surabaya, dengan mengelar Aksi 2.000 Lilin di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (13/5/2018) malam.

Aksi solidaritas tersebut juga menolak paham radikalisme di Indonesia. Aksi ini spontan dilakukan kelompok anak muda, yang ajakannya tersebar melalui aplikasi pesan WhatsApp. Dengan cepat, aksi solidaritas dan duka atas aksi teror di Kota Surabaya itu mendapat respon positif dari para pemuka agama, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai lapisan berkumpul di Lapangan Merdeka, Medan.

Tema Aksi 2.000 Lilin Pray For Surabaya dengan tagar utama #NKRIBerduka, serta tagar lainnya #MainCepat, #KamiTidakTakut, #GenerasiMudaBersatu, dan #IndonesiaPeduliKemanusiaan, mengajak masyarakat dari berbagai agama, golongan dan latar belakang mengecam aksi tak manusiawi itu, menolak aksi teror dan paham radikalisme.

Dalam aksi tersebut, warga yang hadir menyalakan lilin sebagai tanda duka atas tragedi berdarah yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan orang lainnya itu. Juga membubuhkan tanda tangan pada kain panjang yang dibentangkan sebagai aksi penolakan aksi teror dan paham radikalisme di Tanah Air.

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus turut berduka dan mengutuk keras atas tragedi ledakan bom di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. "Saya atas nama pribadi dan keluarga, mengucapkan turut berbelasungkawa atas tragedi ledakan bom di Surabaya. Kita semua berduka," tutur Sihar di Medan.

Sihar mengatakan, tragedi tersebut tak hanya membuat keluarga para korban kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Menurutnya, peristiwa berdarah tersebut tak dapat ditolerir. Sebab, tak satu pun agama di muka dunia yang menghalalkan membunuh orang-orang yang tak berdosa. Apalagi dengan cara bom bunuh diri di tempat ibadah itu. "Tragedi ini sungguh sangat tidak manusiawi. Sedih lihat kondisinya. Ini bukan duka bagi keluarga para korban saja, ini duka kita semua, duka Indonesia," ujar pendamping Cagub Sumut, Djarot Saiful Hidayat itu. (bcl comm)
  BeritaTerkait
  • Akhyar Nasution : Kelurahan Menjadi Satgas Anti Narkoba

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution mewakili Wali Kota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Balai Kota Medan, Kamis (15/9/2016) mengadakan pertemuan membicarakan masalah ya

  • Umat Kristiani Kota Padangsidimpuan Gelar Solidaritas dan Doa Bersama Tragedi Terorisme

    3 tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Umat Kristiani bersama para pendeta Menggelar Deklarasi aksi Solidaritas dan Doa bersama tragedi teroris Surabaya dan Mako Brimob, yang berlangsung di kantor Pusat GKP

  • Ketua PGI Medan, Pdt Martin Manullang, Percobaan Bom di Gereja Tindakan Orang Tak Bertanggungjawab

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Daerah Kota Medan Pdt Martin Manullang STh MM, menanggapi pasca gagalnya aksi bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan Dr Mansur Medan, 28 Agustus kemarin menyerukan kepada s

  • Teroris Bunuh Satu Keluarga di Sulawesi Tengah, Ketum HBB Minta Pemerintah Tegas Terhadap Kelompok Intoleran

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul, SH,MH menyuarakan agar pemerintah serius dan tegas menindak kelompok-kelompok intoleran, Sabtu (2

  • DPP Horas Bangso Batak Minta KomnasHAM Ditutup

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Horas Bangso Batak (DPP HBB) Lamsiang Sitompul, SH,MH meminta pemerintah menutup Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM). Lembaga ini dini

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb