• Home
  • News
  • Akhyar Nasution Memaparkan Tentang Kearifan Budaya lokal
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 18 April 2017 18:13:00

Akhyar Nasution Memaparkan Tentang Kearifan Budaya lokal

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Medan (Pelita Batak) :
Kota Medan adalah suatu kota yang multi cultural. Awal pendirian kota Medan sudah multi cultural, multi agama, multi budaya, dan  multi etnis, dan Indonesia juga multi Etnis. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Medan Ir.Akhyar Nasution pada saat sebagai nara sumber dalam pembentukan Kader-kader Bela Negara bagi Organisasi Masyarakat, organisasi Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Negara di Provinsi Sumatera Utara, Selasa (18/4/2017) di Gedung Aula Yos Sudarso Lantamal Belawan. Hadir pada acara tersebut PPTP KEMHAN Prov.Sumut colonel Inf.Azhari dan Kolonel Arhanud Eddy Ebdaryana,ST.
 
Menurut Wakil, Keberagaman etnis yang ada di kota Medan tidak menjadi hambatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan Ketertiban umum. Hal ini terbukti, bahwa kota Medan dengan keberagaman etnisnya belum pernah terjadi konflik antar etnis.
 
Kearifan local sebagai suatu pengetahuan yang ditemukan oleh masyarakat local tertentu melalui kumpulan pengalaman dalam mencoba dan diintegrasikan dengan pemahaman terhadap budaya dan keadaan alam suatu tempat. Selain itu kearifan local merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa mamsyarakat itu sendiri. Kearifan local juga biasanya diwariskan secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi melalui cerita. Kearifan local ada di dalam cerita rakyat, peribahasa, lagu dan permainan rakyat.
 
Visi kota Medan adalah kota yang multi cultural, tidak ada satu kelompok yang mendominasi bahwa dia yang paling dominan, itulah dasar dari visi kota Medan.
 
Dalam bela Negara, pada saat ini tidak terlepas dari kompentensi atau persaingan bangsa. Kalau kita menilik kebelakang tentang sejarah Negara-negara tua seperti Cina, Mesir dan Babilonia terjadi kompetensi peradaban, ternyata peradaban itu berkembang tetap terjadi kompetisi atau persaingan. Kalau kita melihat lagi tentang kehidupan masa lalu jaman mesopotania, Babilonia, Parsi tetap terjadi kompetensi, jadi bangsa yang eksis adalah bangsa yang mampu mempertahankan peradabannya.” Ujar Wakil.
 
Indonesia adalah bangsa yang eksis, bangsa yang mampu mempertahankan peradabannya. Indonesia mempunyai lebih 13000 pulau-pulau yang beragam etnis dan budaya tapi tetap bersatu.
 
Indonesia kedepan, kata Wakil, akan menghadapi persaingan kompetensi, baik kompetensi ekonomi dan kompetensi budaya. Didalam kehidupan regional maupun internasional, Indonesia berada pada posisi strategis. Indonesia banyak tantangan ekonomi, dan Indonesia masih banyak diatur oleh Negara-negara lain, ini adalah tantangan bagi kita ke depan.”ucap Wakil Walikota.
 
Saat ini, kata Wakil, yang sangat berbahaya adalah tantanga dari dalam negeri. Yaitu NARKOBA. Musuh kamu saat ini adalah narkoba. Negara-negara lain tidak perlu mengirimkan senjata-senjata yang mutakhir ke Indonesia, cukup dengan mengirim narkoba, generasi muda bangsa ini akan hancur 5 tahun kedepan. Indonesia sudah menghawatirkan keberadaan narkoba sebagai perusak generasi bangsa. Disinilah peran-peran kader bela Negara diharapkan.” Harap Wakil Walikota.(Tap)
  BeritaTerkait
  • Kenalkan Generasi Millenial Tentang Nilai Budaya Melalui Medan Berseni

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Pelaksanaan Medan Berseni 2018 yang dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Medan dan Dinas Kebudayaan Kota Medan, merupakan sebuah bentuk tanggung jawab untuk mendidik generasi millenia

  • Akhyar Nasution : Keberagaman Menjadi Modal Pembangunan Kota Medan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Dewan Kota Medan menggelar Focused Group Discussion (FGD) yang mengusung tema "Revitalisasi Keberagaman dan Kearifan Lokal Dalam Mencegah Radikalisme di Kota Medan&rdq

  • RE Nainggolan: Harus Satukan Sikap dan Tekad Agar UNESCO Akui Ulos

    4 tahun lalu

    Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan sikap dan tekad untuk mengajukan ulos sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Rencana dan pekerjaan yang mulia, jika masih ada orang maupun kelompok yang mau memperjuangkan

  • Gubernur Sumut T Erry Nuradi Mengaku Bermarga Purba Dasuha

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI) Sumatera Utara dan Malam Pesona Budaya Simalungun berlangsung dengan baik di Ign Washingt

  • Pusat Habatakon (Batak Center) Didirikan untuk Menyelamatkan Kebudayaan Batak di Masa Depan

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Kebudayaan Batak perlahan-lahan ditinggalkan oleh penganutnya yaitu orang-orang Batak itu sendiri, semakin tergerus oleh kemajuan teknologi informasi, pergaulan bebas, hedonisme

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb