• Home
  • News
  • AJI Desak POM AU Transparan Ungkap Tersangka Penganiayaan Jurnalis
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 20 Oktober 2016 11:20:00

AJI Desak POM AU Transparan Ungkap Tersangka Penganiayaan Jurnalis

BAGIKAN:

Medan (Pelita Batak) :
Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) Lanud Soewondo menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penganiyaan dan penghalangan jurnalis yang dilakukan prajurit TNI AU saat meliput bentrok di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.

Dua prajurit TNI AU yang telah ditetapkan  sebagai tersangka juga telah ditahan. Namun, pihak POM AU tidak mau menyebutkan dau identitas prajurit TNI AU yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Alasannya adalah harus ada petunjuk dari atasan.

Menyikapi hal itu, Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Medan mendesak penyidik Polisi Militer (POM) Angkatan Udara Soewondo untuk transparan dalam mengungkap identitas prajurit pelaku kekerasan terhadap sejumlah jurnalis itu.

"Sikap POM Lanud Soewondo yang tidak mau mengungkapkan identitas prajurit pelaku kekerasan mengindikasikan ada sesuatu yang ditutup-tutupi," kata Ketua AJI Medan, Agoez Perdana, Rabu (19/10/2016).

AJI mendesak kepada POM AU harus transparan dan membuka perkembangan kasus sejelas-jelasnya. "Jika memang alat bukti sudah cukup, maka penyidik POM Lanud Soewondo harus segera mengungkapkan identitas para pelaku, agar kasusnya dapat segera diproses ke ranah peradilan militer dan pelaku dapat dihukum setimpal," tegas Agus.

Tim Advokasi Pers Sumut dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Aidil Aditya mengharapkan, penyidik POM AU Lanud Soewondo untuk segera menyampaikan perkembangan penanganan kasus lima orang jurnalis yang sudah melakukan pelaporan sejak dua bulan lalu lewat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan.

"Kasus yang menimpa Array, seharusnya segera bisa disidangkan karena sudah ada dua tersangka yang ditahan. Sementara kasus yang lain menurut POM AU, masih dalam penyelidikan. Saat ini kami akui masih belum jelas penyelidikannya sudah sampai mana untuk kasus yang telah di laporkan," pungkasnya.(TAp)

  BeritaTerkait
  • LPSK Desak POM AU Ungkap Identitas Tersangka Kekerasan Jurnalis di Medan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) mendesak prajurit TNI AU untuk mengungkap identitas tersangka kasus kekerasan jurnalis saat meliput konfilk lahan Sari Rejo beber

  • Wartawan Dipukul dan Dihalangi Meliput di Belawan, DPP IWO Desak Polisi Tahan Pelaku

    4 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Ketua Umum DPP IWO (Ikatan Wartawan Online), Khresna Budhi Chandra mendesak polisi segera menahan SED, terduga pelaku penganiayaan wartawan online di Belawan, Kota Medan. Iapun

  • Kekerasan Terhadap Pers Marak, Jurnalis di Medan Aksi Damai

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Jurnalis gabungan dari sejumlah organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa terkait penganiayaan jurnalis Adi Palapa Harahap, yang bekerja sebagai kontributor iNews TV (MNC B

  • AMCI Desak Hukum Ditegakkan Bagi Penganiaya Jurnalis di Medan

    5 tahun lalu

    Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Medan. Kali ini, korbannya adalah Array (wartawan di salah satu media harian di Medan) dan Andry Safrin (kontributor di salah satu televisi nasional). Kedua jurnalis itu mendapatkan penganiayaan oleh pra

  • OTK Aniaya Penjab Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Taput (AMPT)

    5 tahun lalu

    Taput (Pelita Batak) :Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Taput (AMPT) berbuntut kericuhan, dimana sekelompok orang tak dikena (OTK) yang diduga terorganisir melakukan pengeroyokan atau penganiayaan terhadap penanggung jawab unju

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb