• Home
  • News
  • 14 Eks Anggota DPRD Sumut Kembali Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Suap
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 31 Januari 2020 10:53:00

14 Eks Anggota DPRD Sumut Kembali Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Suap

BAGIKAN:
kompas.com
Jakarta (Pelita Batak):
KPK menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap anggota DPRD Sumatera Utara. Total ada 14 tersangka yang ditetapkan KPK.

"Ada 14 tersangka yang ditetapkan KPK," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Berikut ini 14 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019:

1. Sudirman Halawa
2. Rahmad Pardamean Hasibuan
3. Nurhasanah
4. Megalia Agustina
5. Ida Budiningsih
6. Ahmad Hosein Hutagalung
7. Syamsul Hilal
8. Robert Nainggolan
9. Ramli
10. Mulyani
11. Layari Sinukaban
12. Japorman Saragih
13. Jamaluddin Hasibuan
14. Irwansyah Damanik

KPK menduga 14 eks anggota DPRD Sumut itu turut menerima uang dari eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Ali mengatakan penerimaan itu dilakukan dengan jumlah beragam.

"Penyidik mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat dan barang elektronik bahwa 14 tersangka tersebut diduga menerima fee dengan jumlah beragam dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Sumut," sebutnya.

Belasan anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019 ini disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya sudah menetapkan 50 eks anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Para tersangka itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orang.

Suap tersebut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut pada 2015. Para tersangka kini sedang menjalani pidana masing-masing setelah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan dengan hukuman rata-rata 4 hingga 6 tahun penjara.(detik.com)
  BeritaTerkait
  • KPK Kembali Tahan 7 Anggota DPRD Sumut Terkait Dugaan Suap Gatot Pujo Nugroho

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): KPK kembali menetapkan 7 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka baru kasus dugaan suap dari Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho terkait pembahasan APBD Sumut serta pem

  • Kader Nasdem di Sumut Diingatkan Tidak Ikut-Ikutan Korupsi

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) ingatkan kadernya di Sumatera Utara untuk menjauhi perilaku korup. Nasdem juga menyatakan  prihatin atas di

  • Terkait Kasus Mangkrak Bupati Simalungun, KPK Kordinasi dengan Polri

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung, untuk menelusuri kasus dugaan korupsi menyangkut B

  • Dua Mantan Anggota DPRD Sumut Ditahan KPK

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dan mendalami kasus suap dan tindak pidana korupsi di lingkungan DPRD Sumut periode yang lalu. Kamis (4/10/2018), dua mantan an

  • Tahanan Tewas di Sel Polres Tobasa, Benni Kejar Keadilan Ke Medan

    4 tahun lalu

    Benni Pangaribuan abang kandung almarhum Andi Pangaribuan yang tewas akibat dianiaya dua oknum polisi di Sel tahanan Polres Tobasa November 2015 lalu datang ke Medan mencari keadilan, Sabtu (23/7/2016). "Saya datang dari Toba mencari keadilan atas ke

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb