• Home
  • News
  • Sarma Hutajulu : Kembalikan Air Danau Toba Sampai Airnya Layak Konsumsi
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 10 Januari 2017 21:07:00

Terkait Kematian Puluhan Ton Ikan Di Perairan Danau Toba

Sarma Hutajulu : Kembalikan Air Danau Toba Sampai Airnya Layak Konsumsi

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Sarma Hutajulu

Medan (Pelita Batak) :
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Sarma Hutajulu SH berpendapat, Pemerintah tidak bisa setengah hati dalam upaya pelestarian Danau Toba. Pemerintah dan seluruh element yang mengatakan cinta Danau Toba harus bertindak nyata bagaimana Danau Toba bukan hanya aman dijadikan untuk beternak ikan. Mestinya ari danau layak dikonsumsi sebagaimana tadinya bisa diminum.

"Ini bukan lagi pertama kali terjadi. Kita sangat prihatin dan ini menunjukkan bahwa memang danau Toba juga punya keterbatasan. Pemerintah harus memperhatikan betul masalah ini, dan tidak cukup hanya menjadikan Danau Toba aman untuk beternak ikan. Namun, harus terus berupaya hingga pada akhirnya air Danau Toba layak konsumsi seperti masa lampau", kata Sarma di Medan, Selasa (10/1/2016) menaggapi kematian Puluhan ton ikan di perairan Danau Toba di wilayah Desa Tipang, Kecamatan Bakkara, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Sarma mengatakan, kematian puluhan ton ikan di Kecamatan Bakkara beberapa hari terakhir ini salah satu penyebabnya diduganya akibat kerusakan lingkungan yang berdamoak pada penurunan kualitas PH air yang sudah diambang batas.

Sarma meyakini, salah satu faktor penyebab rusaknya kualitas air adalah menumpuknya pakan ikan yang mengandung zat kimia tingkat tinggi selama ini di Danau Toba.

Oleh karenanya, cara untuk memperbaiki PH air, Sarma menyarankan agar pemerintah khususnya Pemprov Sumut dan Pemkab di kawasan Danau Toba memberikan pendidikan secara bertahap kepada masyarakat tentang pola budidaya ikan yang lebih baik dan menguntungkan.

Salah satu langkah yang tepat, kata Sarma seperti memfasilitasi masyarakat membuat pakan ikan organik. Jadi tidak lagi bertumpu pada pakan pelet yang diproduksi dari kota. Sehingga, ketika ada peristiwa seperti ini Pemerintah tidak hanya menyalahkan begitu saja masyarakat yang hanya untuk bertahan hidup.

Disamping itu, petani yang memproduksi pakan ikan organik juga akan semakin bergairah, dan secara otomatis masuk di siklus itu. Dampaknya pun akan baik ke Danau Toba. Hal inilah bagi Sarma salah satu alasan tepat, untuk mewujudkan bagaimana Danau Toba itu bukan hanya aman dijadikan untuk beternak ikan, tapi dapat dikonsumsi kembali dimasa mendatang, mengingat dulu airnya dapat diminum.

Tambahnya lagi, dalam rangka menjaga daya dukung Danau Toba itu, sebaiknya makanan ikan disana tidak lagi betumpu kepada pelet yang jelas-jelas berpotensi mengancam kerusakan akibat jat kimia yang terkandung di dalamnya berlebihan.

Oleh karenanya, Sarma mengajak masyarakat di sekitar Danau Toba yang konon merekalah yang kontak langsung dengan Danau Toba, agar mulai begeser ke pola budidaya yang lebih baik. Barangkali dengan cara terus berinovasi, seperti mengubah pola makan ikan secara perlahan dari yang selama ini pakan pelet menjadi pakan organik yang dalam artian lebih sedikit mengandung jat kimia. Disini peran masyarakat sangat besar untuk menjaga lingkungannya demi keberlangsungan hidup maupun generasi berikutnya.

Selain itu, Sarma menekankan agar Pemerintah juga harus segera menuntaskan zonasinya. Mana zonasi pariwisata, dan mana zonasi KJA masyarakat. Zonasi itu sangat penting, sehingga ketika terjadi  kasua seperti ini, masyarakat tidak disalahkan, karena masyarakat juga butuh hidup.

Melihat kejadian ini Sarma mengkritik, baik Kabupaten maupun provinsi aga proaktif dalam menangani masalah tersebut. Tidak saja hanya menggemborkan soal BODT, tapi yang menjadi dasar adalah upaya untuk mengembalikan Danau Toba harus maksimal. Segala element harus bersinergi, apalagi organisasi yang mengatasnamakan pencinta Danau Toba. "Tapi bagaimana, ikan saja sudah susah bernafas. Itu berarti airnya tidak layak konsumsi lagi. Jadi jangan sampai kedepannya manusia yang jadi korban. percuma Terlalu jauh membahas BODT, bila kejadiannya seperti ini,"cetus Politisi PDIP ini.

Lanjut Sarma, hutan-hutan di sekitarnya yang juga merupakan pemasok air ke Danau Toba harus diperhatikan betul. Sehingga, kesejahteraan masyarakat di Sekitar Danau Toba kedepannya bisa terwujud. (Jun/TAp)

  BeritaTerkait
  • Pembangunan Danau Toba Tak Boleh Hilangkan Budaya Batak

    4 tahun lalu

    Geliat pembangunan di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, mulai terlihat sejak 2016. Kala itu, melalui Peraturan Presiden Nomor 49/2016 tentang Badan Otorita Pengelola Danau Toba tertanggal 1 Juni

  • Komisi A DPRD Sumut Gelar RDP Bersama Bupati Tobasa, Direksi BODT, Dishut Provsu Bersama Masyarakat Adat Marga Butarbutar Sigapiton

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait sengketa lahan seluas 500 hektar antara masyarakat adat Desa Sigapiton, Sibisa dan Motung sekitarnya dengan Badan Pelaksana Otorita Par

  • 17 Tim Siap Adu Skil di Toba Kaldera Asahan River 2017

    3 tahun lalu

    Balige (Pelita Batak):Danau Toba makin intens menebarkan pesonanya. Kali ini, pesona destinasi yang sedang dipersiapkan menjadi ,10 Bali Baru, itu bakal membius wisatawan lewat Toba Kaldera Asahan Riv

  • Pembangunan Pariwisata Danau Toba Dengan Spiritualitas

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Upaya pembangunan pariwisata kawasan Danau Toba yang dilakukan pemerintah sudah melangkah jauh dari sebelumnya. Sayangnya, pembangunan yang menjelma dan didasari spiritualitas aka

  • Kemajuan Teknologi Belum Berdampak Bagi Kesejahteraan Masyarakat Batak

    5 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan kemajuan kebudayaan kita. Kita tidak mampu secara kreatif menata kembali hubungan dan struktur sosial, politik dan ek

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb