• Home
  • News
  • Arist Sirait : Anak Jadi Pelaku Kriminal, Harus Menjadi Perhatian Orangtua di Indonesia
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 11 Juli 2017 14:45:00

Peristiwa Penusukan anggota TNI di Bali

Arist Sirait : Anak Jadi Pelaku Kriminal, Harus Menjadi Perhatian Orangtua di Indonesia

BAGIKAN:
IST|PELITABATAK
Arist Merdeka Sirait
Denpasar  (Pelita Batak) :
Prada Januar Setiawan (20) anggota TNI yang sedang menjalani pendidikan Militer di Pulaki, Buleleng Bali terpaksa meregang nyawa setelah ditusuk DKDA (16) bersama 3 orang temannya masing terduga CI (17), RA (19) FC (22) dengan sebilah pisau sejenis sangkur  Minggu dini hari 09 Juli 2017 di Jln
Ngurah Raih, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung Bali.

Satu jam setelah peristiwa penusukan anggota TNI yang sedang berlibur dinas pendidikan di Denpasar,  aparat Polresta Denpasar telah memeriksa 11 terduga pelaku dan menetapkan DKDA (16) siswa SMA di Denpasar sebagai pelaku utama.

Peristiwa yang juga melibatkan anak-anak, Jumat 30 Juni 2017, terjadi di Tasikmalaya Kota, Jawa Barat. Anak sebagai pelaku tindak pidana penbunuhan sadis  dengan cara menggorok leher yang sebelumnya diduga melakukan kejahatan seksual terhadap dua anak usia 7 dan 11 tahun anak tetangganya yang dilakukan seorang anak berinisial AW (15).

Dilatarbelakangi peristiwa itu, mengapreasi dan mengucapkan terima kasih kepada Mayjen Komarudin Simanjuntak selaku Pangdam Udayana yang telah memberikan respon  dan pernyataan yang menyejukkan atas peristiwa penusukan anggota TNI.

Pangdam juga memerintahkan kepada prajurit dan jajaran pimpinan TNI di pulau Dewata ini  untuk mencari tahu latarbelakang pelaku dan untuk tidak terpancing terhadap isu yang tidak sesuai dengan fakta.

Mengingat peristiwa penusukan ini melibatkan 2 orang usia anak, dan sesuai pula dengan ketentuan UU No. 11 Tahun 2912 tetang Sistim Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 Tahun 2002 mengenai  Perlindungan Anak,  Komnas Perlindungan Anak telah menerjunkan Quick Investigator Komnas Anak Tim Bali untuk membangun kerjasama investigasi dan  pendampingan  terhadap terduga pelaku anak baik ditingkat penyidik Polri unit PPA dan mengapreasi peran dan gerak cepat P2TP2A Bali.

"Mengingat pelakunya masih usia anak dan dengan  tidak mengurangi rasa keadilan bagi keluarga korban meninggal dan korban luka, Komnas Perlindungan Anak berharap pihak Kepolisian Polresta Denpasar  dan aparatur penegak hukum lainnya dalam penanganan proses penegakan hukum bertindak mengedepankan prinsip-prinsip  dari UU SPPA da UU Perlindungann Anak," demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Selasa (11/7/2017).

Peristiwa ini haruslah menjadi perhatian dan refleksi bagi orangtua dan keluarga Indonesia,  guna memberikan ekstra perhatian bagi perkembangan prilaku anak dan menjadi intropeksi diri terhadap peran orangtua sebagai imam dan contoh bagi anak untuk menerima nilai-nilai kebaikan dalam lingkup sosial dan rumah. "Mari kita ciptakan rumah dan keluarga yang Ramah anak," katanya.

"Sekali lagi melalui media ini Komnas Perlindungan Anak mengapreasi sikap dan peranan Pangdam Udaya dan jajarannya, Polresta Denpasar dan Quick Investigator Komnas Anak Tim Bali serta P2TP2A Bali  atas kerjasamanya," tambah Arist Merdeka Sirait. #KOMNAS Perlindungan ANAK selalu ADA untuk  ANAK Indonesia. (TAp|rel)
  BeritaTerkait
  • Prostitusi Online Anak Kejahatan Luar Biasa

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai lembaga independen dibidang promosi, sosialisasi dan perlindungan anak di Indon

  • Komnas Anak : Waspada Penculikan Anak untuk Penjualan Organ Tubuh

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Maraknya kabar penculilan anak untuk tujuan penjualan organ tubuh anak yang beredar minggu ini telah meresahkan masyarakat. Informasi yang simpang siur, harus tetap men

  • Dua Anak Jadi Korban, Penembakan di Lubuk Linggau Melanggar HAM

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh anggota Kepolisian Resor lubuk Linggau, Sumatera Selatan terhadap satu keluarga warga masyarakat Kabupaten Rejang Kebong Bengkulu

  • Kebijakan PSBB Tidak Berperspektif dan Sensitif Hak Anak

    8 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kebijakan Penetapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dinilai oleh Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait  tidak berperspektif dan sensiti

  • Komnas Anak : Lingkungan Sekolah Belum Bebas Dari Perundungan

    10 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Komnas Perlindungan Anak : Meninggalnya NFA (11) siswi Madrasah Ibtidaiyah dengan cara bunuh diri harus diakui merupakan kegagalan management pengelolaan sekolah dan kegagalan m

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb