KSP Makmur Mandiri
Minggu, 28 Maret 2021 15:13:00

Untung Rugi Di Golgota

Oleh: Bachtiar Sitanggang
BAGIKAN:
Ist|pelitabatak
MENJELANG peringatan masa sengsara di Golgota, tahun ini saya lebih merenungi peristiwa 2000 tahun silam itu, berkaitan dengan dahsyatnya mamon itu merasuk hidup dan kehidupan manusia. Betapa tidak,  seorang murid  tega menghianati Yesus dengan mendapat 30 keping perak dari pemuka Yahudi, karena Yudas berpikiran untung rugi.

Mengapa lebih merenungi tahun ini, ada alasannya. Minggu pagi ini banyak yang mengirim salam, “Selamat Hari Minggu Palmarum” sebagai tradisi menyambut kedatangan Yesus ke Yerusalem yang disambut dengan sorak sorai.

Ada  juga postingan berita Pelita Batak On Line Jumat, 26 Maret 2021 dengan judul : “Putra Kelahiran Taput Dukung Pemkab Taput Pendirian UNTARA lebih menguntungkan”. Berita itu yang disebut putra Taput (Tapanuli Utara) itu ternyata bukan orang-orang sembarangan, mereka adalah orang-orang yang beruntung sebagai senior GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) dan berpendidkan dengan gelar kesarjanaan.
Tidak semua anak Taput anggota GAMKI dan tidak semua sarjana seperti mereka yang terberkati itu dan mampu memberikan pendapat, pendapat mereka itulah yang merangsang saya lebih merenuhi peristiwa Golgota.

Mereka bertiga sebagai tokoh GAMKI sering menyanyiakan Kidung Jemat No. 339: Maju Laskar Kristus : 1. “Maju, laskar Kristus.....Ikut salib Yesus....”. 
Putra kelahiran Taput dan tokoh GAMKI tersebut kurang lebih mendukung transformasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menjadi atau dialih-fungsikan menjadi UNTARA (Universitas Tapanuli Raya) sebagaimana telah diusulkan Bupati Taput ke Presiden, dan berbagai argumen dikemukakan ketiga tokoh itu , dan ada benarnya dengan hitung-hitungan untung rugi.

Universitas negeri bersifat umum memang suatu keharusan sebab tanpa pendidikan tidak akan ada kemajuan, tetapi mengalihkan “berkat” adalah perbuatan yang tidak terpuji. Menurut sebagian kecil pihak, hadirnya IAKN di Tarutung adalah berkat dan tanda kehadiran Kristus di tengah-tengah masyarakat Tapanuli sebagai sarana untuk mengejawantahkan Amanat Agung Matius 28:19-20.

Saya teringat ketika lahan gereja GPIB Effata di Jln Melawai Kebayoran baru diruislag (tukar guling) dengan Pasar Raya. Banyak tokoh Kristen yang keberatan, sebab berdirinya gereja itu menunjukkan kehadiran Yesus di tengah kota Jakarta. Kalau tidak salah tokoh Kristen Sabam Sirait, Jhon Tahamata, Sahat Marodjahan Doloksaribu (tokoh GAMKI), dan Victor Matondang dari PARKINDO ikut bersuara dan berupaya agar tidak jadi, banyak akal manusia tapi kehendak Tuhan yang jadi, ternyata tanah gereja itu diberikan Gubernur Henk Ngantung atas perintah Presiden Sukarno untuk kaum Protestan, bersamaan St. Yohannes untuk kaum Katholik di Jalan Suryo sekarang, dan Mesjid Al Azhar yang ketiganya berdekatan. Tanah gereja di Jalan Melawai ternyata atas nama Sekretariat Negara.

Kembali soal untung mendirikan UNTARA sebagaimana argumen ketiga tokoh GAMKI dalam berita PB tersebut, ada yang cukup menggetarkan hati.....”tidak khawatir pembentukan universitas umum nilai keimanan tergradasi atau berkurang.” Benar mendirikan UNTARA adalah kebutuhan, tetapi menganeksasi  IAKN adalah meruntuhkan panji-panji....Membandingkannya IKIP yang menjadi UNIMED rasanya seperti pemahaman orang awam saja, mereka lupa IAIN yang menjadi Universitas Islam Negeri. 

Tetapi yang paling memprihatinkan adalah pendapat yang menatakan: “.....IAKN Tarutung sudah jenuh dalam lapangan kerja, karena setiap sekte gereja  telah membuka sekolah tinggi untuk keperluan guru agama dan pendetanya”.  Pada hal pendidikan itu tidak hanya untuk jadi “pejabat” guru agama dan pendeta, jauh dari itu IAKN adalah sarana pengimplementasian Matius 9: 37-38 “.......Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit......”. 

Gereja-gereja seharusnya bertermakasih dengan IAKN sebab dengan sendirinya tugas panggilan mereka untuk menginjili sebagian teratasi, tidak sebaliknya merasa tersaingi.

Dalam membaca berita tersebut, memang harus mengelus dada, karena perbedaan pola pikir. Membaca berita tersebut......”karena dengan mempertahankan IAKN menjadi UAKN yang hanya menghasilkan sarjana pendidikan Agama Kristen Protestan sudah mubazir ....kok tega-teganya menggunakan kata-kata itu dalam kaitan  pendidikan dan pekabaran injil ke ujung dunia.

Semua dalam proses, jangankan menghilangkan IAKN Tarutung, Yesus saja dihianati (dijehehon) Yudas, tetapi itu semua adalah untuk terwujud-nyatanya Kehendak Allah.

Demikian juga masalah “perebutan” dan “mempertahankan” IAKN oleh sebagian orang berhadapan dengan sejumlah besar tokoh yang berupaya mentransformasikan IAKN menjadi UNTARA. 

Mungkin yang lebih tepat saat ini untuk merenung ucapan Yesus di Kayu Salib; “Jangan kehendakKu Bapa, kehendakMU jadilah”. Sebab apapun kita wacanakan, tidak lepas dari kata-kata orang bijak, “segenggam kekuasaan mengalahkan segudang kebenaran”. Kekuasaan ada di tangan Bupati apalagi kalau dikuatkan Presiden, seng ada lawan. 

Selamat Palmarum bagi yang merayakannya.***

Penulis adalah wartawan senior dan advokat senior berdomisili di Jakarta.
  BeritaTerkait
  • PTPN Holding Pacu Kinerja di Tahun 2017

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Tradisi di awal tahun bersalam-salaman di PTPN II Tanjung Morawa masih terus dilaksanakan antar sesama karyawan PTPN II,

  • MENGHADIRKAN NEGARAWAN PEMIMPIN OTENTIK

    2 tahun lalu

    HARI Rabu, 17 April 2019 sejarah mencatat Negara Republik Indonesia telah melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) ke 11 kali sejak tahun 1955. Pemilu telah dilakukan di republik ini menjadi catatan sejar

  • Ephorus HKBP: Tuhan Masih Beri Kesempatan-Pesta Pembangunan Sopo Godang HKBP Pematangsiantar

    2 tahun lalu

    Pematangsiantar (Pelita Batak):Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing melayani ibadah minggu HKBP Pematangsiantar yang dipadu dengan Pesta Pembangunan Sopo Godang bertempat di Sopo Godang HK

  • Pembangunan Tol Medan Binjai Dapat Dukungan Masyarakat Jalan Kawat III dan IV

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli Jalan Kawat III dan IV  yang berjumlah 300 KK lebih setuju pembangunan Jalan Tol Medan Binjai, setelah bertemu

  • Balon Bupati Tigor Lumbantoruan Taput Periode 2019-2024 Daftar ke Nasdem

    4 tahun lalu

    Taput(Pelita Batak): Membuktikan dirinya maju sebagai Balon Bupati Tapanuli Utara pada pilkada 2018-2023 Tigor Lumbantoruan mendaftarkan diri sebagai Balon Bupati ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb