KSP Makmur Mandiri
Selasa, 18 Agustus 2020 16:38:00

Kabar Dari Seberang

UNANG TATAMBAI DOSA

Oleh Bachtiar Sitanggang
BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
AGAK miris membaca berita-berita tentang silang-sengketa di kalangan jemaat gereja-gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di berbagai tempat, belakangan ini, dengan berbagai peristiwa dan alasan-alasannya.   

Menurut berita-berita tersebut, masalahnya karena ada penolakan terhadap pelayan (gembala) baru, mempertahankan  gembala lama. Penolakan karena perilaku dan perangai sang gembala yang dinilai tidak pantas dilakukan, termasuk dari segi etika dan moral. Dan ada juga soal pengelolaan milik gereja seperti, pertanggung-jawaban terhadap dana-dana gereja.

Selama ini memang banyak terjadi silang-sengketa di kalangan jemaat,  namun tidak pernah jelas penyelesaiannya, sebab setiap kasus hampir hilang menguap ditelan waktu, sehingga akibatnya menjadi “api dalam sekam” yang sewaktu-waktu bisa membara.

Kadangkala persoalan-persoalan itu seakan-akan tidak didasari iman dan Kasih Kristus sang Gembala Agung, bahkan sering mempermalukan Kristus serta menyalibkannya kembali. Kita kadang-kadang bertanya, apakah mereka-mereka yang bersengketa di gereja dan kalangan jemaat itu tidak takut lagi akan Tuhan? Apalagi kalau seorang pendeta ikut terlibat atau bahkan menjadi sumber masalah? Bagaimana mereka mengatakan “damai sejahtera dari Allah Bapa dari AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan dari Roh Kudus”  sementara mereka menjadi pokok ketidakdamaian?

Kadang-kadang hati ini bertanya,  apakah nama Allah Bapa kita yang di Surga dipermuliakan oleh perbuatan dan  perlakuan kita? 

Saya teringat ketika beberapa sintua meminta saya untuk menangani perselisihan mereka dengan pendeta resort, dan sebagai advokat saya tidak bisa menolak, sesuai dengan kode etik. Tapi, saya jawab, saya minta dulu petunjuk Ephorus HKBP sebagai Pimpinan Pusat.

Lalu saya meminta arahan Ephorus HKBP WTP Simarmata, MA., (waktu itu) via email dengan menyampaikan: “Pasidinghon huhut padao angka haributon dohot bentrok, piga-piga sintua manomui ahu, mangido jala mandok asa ahu songon sahalak ruas naeng Kuasa Hukum nasida laho mangurus dohot mangantoi Kepentingan Hukum dohot Hak-hak nasida”. (Menghindari dan menjauhkan keributan serta bentrok, beberapa Penatua menemui saya, meminta dan menyatakan saya sebagai seorang anggota jemaat menjadi kuasa hukum mereka untuk mengurus dan membela kepentingnan hukum serta hak-hak mereka}.
Jawab beliau: “Tapaima ma pamingkirion secara gerejawi marhite unsur-unsur na adong, isara Majelis Distrik dohot amanta Paraeses. Penyelesaian internal selalu lebih baik songon nidokmuna i ala huria do on”.  (Kita tunggulah pemikiran secara gerejawi melalui unsur-unsur yang ada, seperti Majelis Distrik dengan Bapak Praeses. Penyelesaian internal selalu lebih baik seperti yang kamu katakan sebab ini adalah gereja).

Atas dasar saran dan petunjuk Ephorus tersebut, saya menerima sebagai kuasa hukum para sintua tersebut, dengan pengertian para sintua yang memberi kuasa kepada kantor Advokat Sitanggang & Rekan, saya dan rekan saya sudah mempunyai dasar hukum untuk bertindak. Sehingga saya menyurati pihak-pihak yang berkepentingan agar menahan diri sesuai dengan arahan Ephorus dan penyelesaiannya secara gerejawi.

Kepada para sintua pemberi kuasa saya minta untuk menahan diri, sebab ini urusan gereja “tubuh Kristus”, “UNANG TATAMBAI DOSA” (jangan kita tambah dosa), akan tetapi mari kita berdoa untuk memohon petunjuk Roh Kudus agar kita diajari bertindak dan berbuat untuk kemuliaannya.

Padahal para sintua tersebut sudah mengumpulkan data-data mau melapor ke pihak luar, namun sesuai dengan petunjuk Ephorus supaya diselesaikan secara internal, dan tidak perlu mengundang pihak luar apalagi melaporkan ke penegak hukum dengan dugaan-dugaan semata.

Tanpa terasa kondisi di jemaat gereja kami lambat laun sesuai dengan perjalanan waktu, semakin terasa rukun dan damai, dengan adanya proses alamiah dan kesadaran bersama “UNANG TATAMBAI DOSA”.

Kepada beberapa rekan advokat yang mendapat Kuasa Hukum dari pihak-pihak yang bersengketa di beberapa gereja (tidak hanya di HKBP) “UNANG TATAMBAI DOSA” itu saya sarankan, yang walaupun tidak mudah, tapi efektif.

Persoalan internal gereja harus diselesaikan dengan penuh kasih dan sekali-kali jangan diselesaikan dengan siapa salah dia kalah. Sebaiknya bagi jemaat yang bertikai, mari  “UNANG TATAMBAI DOSA”. Mari memohon petunjuk  Roh Kudus agar  kehendakNYA yang jadi.***

(Penulis adalah wartawan senior dan advokat berdomisili di Jakarta)
  BeritaTerkait
  • Rumah-Ku Rumah Doa

    10 bulan lalu

    Oleh:Bachtiar SitanggangKABAR kali ini bukan kabar baik, tetapi sungguh memalukan dan menyedihkan. Memang hari Jumat lalu saya sudah diberitahu oleh seorang rekan advokat bahwa ada gejolak di suatu te

  • Jamita Sadarion sian Pdt Dr Robinson Butarbutar, Dosen STT HKBP: Naposo ni Debata

    4 tahun lalu

    1. Tu Sipareon ni na umbege jala tu Roha ni na jumaha na parjolo ni panurirangon ni si Jesaya on, i ma nasida naung tarbuang, naung agoan masa depan, naung manghilala naung diuhum jala ditadingkon

  • Pamingkirion tu Parsiranggutan di Ekklesiologi HKBP di Rapot Pandita HKBP Oktober 2017

    3 tahun lalu

    I. Pamuhai Di Sinode Godang HKBP September 2016 na salpu, ruas ni sinode do ahu songon Plt. Direktur Sikkola Pandita. Disi tangkas do soara ni bahat parsinode asa diamandemen sistem pamil

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Keempat)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukII. Bahasa Figuratif dalam Sejarah Penafsiran Alkitab1. Interpretasi Alegoris dan TipologisBahasa figuratif rupanya jadi alat tafsir buat para bapa gereja yang  

  • Jamita Evangelium: Roma 12: 9-21, Minggu XII Dung Trinitatis 3 September 2017: Parbuehon Haporseaon Ganup Ari

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, STT-HKBP, 0812-62472015I. Pamuhai1. Di bona ni ngolu ni Hakristenon di Bonapasogitta, ganup tardidi sasahalak tu bagasan goar ni Debata Sitolusada i, i ma angka na m

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb