KSP Makmur Mandiri
Senin, 08 Juni 2020 09:32:00

Tao Toba Palambok Pusu-pusu

BAGIKAN:
Ist
Bachtiar Sitanggang
Oleh Bachtiar Sitanggang

Di tahun 1970-an, secara periodik TVRI "si pemersatu bangsa" menyiarkan penyanyi Gordon Tobing cs mengalunkan "Tao Toba natio" sebagian liriknya :...molo hutatap ho sian na dao o tao toba na tio, boi do sonang rohangkon palambok ate-atekki, palambok pusu-pusukki....dengan suara melengking Koes Hendratmo.

Citaan Muliater Simanungkalit  mampu menghantar pendengarnya menerawang jauh betapa indahnya Danau Toba terkenal ke ujung bumi, membuat rindu semua kaum menyaksikannya, namun sekarang hampir tidak terurus. 

Pemangku kepentingan melupakan hakekat hidup "mata ni mual si patio-tio-on" (mata air harus selalu dibersihkan" ternyata Danau Toba sumber kebutuhan masyarakat dikotori oleh  berbagai ke-cemaran. Jangankan untuk di minum, mandi saja sudah takut keracunan ribuan ton limbah perhari mencemari.

Pemerintah Pusat menargetkan Kawasan Danau Toba sebagai unggulan 10 besar tujuan wisata di Indonesia. Namun Pemda kelihatannya tidak tahu berbuat apa. Tapi bagaimana terwujud kalau Pemda-nya gamang, tidak tahu diuntung?

Menggenjot keunggulan itu telah disediakan Bandara Sisingamangaraja XII di Silangit, Presiden Joko Widodo sendiri member perhatian khusus, membentuk BPODT, keihatannya jalan di tempat.

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan 11 Juli 2019 lalu di Kualanamu mendesak Gubernur agar mengatur Danau Toba dengan zero keramba, sebab  hampir setengah permukaannya ditutupi keramba. Sebab kalau tidak dibenahi jumlah kunjungan wisatawan akan menurun.

Sekarang bukan zero rencana relokasi di perairan Porsea, diijinkan atau tidak belum ada permohonan kata Bupati Toba. 
Para Bupati kawasan Danau Toba mungkin "malu" dengan dugaan Menko Maritim, jenderal ceplas-ceplos itu bilang : "jangan karena dikasih duit, maaf ya, sama pengusahaan itu kita diam. Tak waktunya lagi itu, kita harus bangga jadi orang Indonesia". 
Namanya aja dugaan, sehingga tidak perlu ditanya, mengapa KPK tidak bergerak atau "radar KPK" tidak sampai ke kawasan Danau Toba. 

Kotornya Danau Toba sudah diambang batas, (menurut Jenderal Luhut hasil penelitian Bank Dunia menunjukkan ke dalaman danau 400-50 meter itu hanya 50 m mengandung oksigen.

Mungkin karena itu atau memprsiapkan Danau Toba memasuki New Normal pasca Covid-19, maka diadakan Web Seminar (Webinar) besok Selasa, 9 Juli 2020?  tetapi tujuannya baik.

Dimulai jam 14.00 sampai selesai diselenggarakan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) dan Majelis Permusyawarata Rakyat RI (MPR RI). Judulnya seru: Strategi Pengembangan Pariwisata di Kawasan Danautoba di Era New Normal Pasca Covid-19. 

Keynote Speaker H. Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI (Dewan Pembina KMDT), dan pembicara Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing Ephorus HKBP, St. Edison Manurung SH, MM Ketua DPP KMDT. Arie Prasetyo Kemenkarekraf/Dirut BPOD, Prof. Dr. John Hutagaol Dewan Pakar Ekonomi DPP KMDT, Dr. Drs. Sonny W. Manalu MM Waketum DPP KMDT Staf Ahli Menteri Sosial, Drs. Nikson Nababan MSi, Bupati Taput/Ketua Kordinator KMDT sekawasan Danautoba dan Para Bupati sekawasan Danau Toba dengan Moderator Dr. Ir. Irian Sitorus Sekjen DPP KMDT. 

Pembicara tidak ada alasan berhalangan sebab di rumah/kantor tempat masing-masing, semoga hasilnya tidak asal "di-omong-kan". Ketua MPR RI urus negara sudah direpotkan oleh kotornya Danau Toba. 

Para pembicara secara material dan spiritual sangat berbobot pasti memberikan "impola" (intisari), mungkin baru kali ini seminar Danau Toba mempertaruhkan Ketua MPR RI.   

Dari Arie Prasetyo Direktur BPODT diharapkan bahwa BPODT bukan ancaman bagi warga kawasan Danau Toba, dan kejadian Sigapiton tidak terulang. BPODT adalah berkat dan bukan bencana, sehingga hak-hak Masyarakat Hukum Adat atas tanah harus diakui dan Raja Bius harus dihormati. Jangan seperti dulu main bulldozer, sekarang pembangunan untuk rakyat dan bukan sebaliknya.

Semoga Ephorus juga berkenan mebawa suara hati jematnya yang menderita, HKBP yang mengadopsi nama Batak harus bertanggung jawab untuk  dipertahankan keberadaan Batak itu agar tidak tercabut dari akarnya. 

Para Bupati sekawasan Danautoba, mudah-mudahan sadar atas "peringatan" Jenderal Luhut, zero keramba, dan dugaan terima duit, sekaligus ingat sumpah/janji jabatan di depan Tuhan (ada Ephorus). 

Semoga terwujud pelestarian lingkungan Danau Toba, agar kesejahteraan lahir batin rakyat sekitar meningkat. Kalau "masih seperti yang dulu" Webinar  tentang strategi akan tetap strategi, rakyat sudah bosan slogan politik dan  kemauan politik. Kalau hanya sekedar seminar sama seperti  "golok mengiris bawang", energi habis, tangan luka-luka, bawangnya hancur. Selamat ber-Webinar.

Penulis adalah wartawan senior dan advokat berdomisili di Jakarta.

  BeritaTerkait
  • Bahasa Batak Terancam Punah, GP3 Hadir di Toba Samosir Melestarikannya

    2 tahun lalu

    Tobasa (Pelita Batak): Santabi godang ma loloan nanihormatan, tangan do botohon, ujung nai ma jari jari, molo adong sidohonon jumolo iba marsantabi artinya dengan segala kerendahan hati panitia penye

  • Partandang na Bitik

    4 tahun lalu

    Adong do sada boru ni Ama ni Panukkunan, margoar si Lastiar Christina Margareth. Biasa dijou si Lastri. Na burju do Si Lastiar on jala pargaul. Nang pe boru siampudan. Unduk marnatua tua. Uli rupan

  • Puisi : Monacco Toba

    4 tahun lalu

    di haetehon ni damang tagan haposoon ni daompung tusam nungnga disuan di dolok rahis ni huta nami dingkan holbung topi ni huta dingkan rura topi ni tao

  • Eloi - Eloi... Lama Sabachtani

    4 tahun lalu

    Ale Tuhan Jahowa Martua Debata, bona ni hatuaon pangondian nami marsundut sundut, di bagasan bonos dohot lomos namaheu ro do hami tedek mangalu aluhon sorat ni arsaknami tu adopanMu di langgatan ha

  • Senandung dan Cerita Jelang Tidur Buat Anak Tercinta

    4 tahun lalu

    Tulisan Ronsen LM Pasaribu, Ketua Umum DPP FBBI   "Modom madamang uncok, modom madamang, tampuk ni pusu-pusukku, do damang da uccok. Urat ni ate-atekku, do damang uncok. Modom ma

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb