KSP Makmur Mandiri
Jumat, 18 Juni 2021 19:52:00

Lima M dan Taat Aturan

Oleh: Bachtiar Sitanggang
BAGIKAN:
Ist|pelitabatak

SIAPA yang tidak ngeri, takut dan gemetar menyaksikan tayangan televisi, berita serta pesan dari para sahabat baik perorangan maupun grup WhatssAp yang mengingatkan betapa membahayakan hidup dan kehidupan pandemi Corona Virus 2019 (Covid-19). Tetapi di balik itu betapa Pemerintah dengan segala kemampuan telah berjuang meningkatkan ketahanan tubuh dan kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia serta mempertahankan perekonomian keluarga, masyarakat dengan berbagai cara termasuk dengan bantuan langsung maupun menopang usaha kecil menengah dan nasional.

Pemerintah juga berusaha mencari dan membeli vaksin untuk menangkal Covid-19 dengan target 170 juta masyarakat Indonesia harus divaksin, berapa dana yang harus dikeluarkan untuk itu.

Namun, masih ada yang anggap enteng dengan bahaya Covid-19 dan bahkan seolah-olah itu hanya “mainan belaka”, bahkan ada dokter yang juga anggota DPR pernah berkata bahwa dia dan keluarganya tidak akan mau divaksin. Padahal sudah banyak dipertontonkan di televisi betapa susahnya mengkremasi dan memakamkan para korban di luar negeri dan di dalam negeri terpaksa sampai-sampai kekurangan lahan pemakaman mengingat jumlah yang wafat di luar perkiraan.

Segala kemampuan dan keberadaan yang dimiliki pemerintah dikerahkan seperti TNI, Polri, Pemda dan Satpol PP serta Satgas Covid-19 untuk mencegah agar tidak terjadi pergeseran penduduk dari satu daerah ke daerah lain pada saat lebaran kemarin (mudik) dengan melakukan penyekatan dengan membentuk pos-pos serta berbagai himbauan dan peraturan, tapi tokh diabaikan sebagian warga masyarakat melalui jalan-jalan tikus dan ada yang “sok pahlawan” menerobos penyekatan oleh para pesepeda motor. 

Kurang apa lagi Pemerintah dalam menjaga dan memelihara warga negaranya? Kita bersyukur, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden memilih para pembantunya yang bekerja tanpa pamrih dan tidak mengenal putus asa menghadapi tingkah laku anggota masyarakat mulai dari yang intelektual sampai masyarakat awam, yang kadang tidak bersyukur dan mensyukuri.

Bagaimana Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo, Menteri BUMN Erick Tohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkomarinvest Luhut B. Pandjaitan dan lain-lain terutama para sivitas rumah sakit di seluruh tanah air.

Sudah diserukan agar terhindar dari Covid-19 harus menerapkan 5 M, yaitu menggunakan Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilitas, masyarakat dan para pelaksana di lapangan juga seharusnya jujur dan taat aturan. Boleh hajatan tetapi tetap menjaga jarak, kenyataannya justru menari-nari dan main joget; para petugas ada yang menjual keterangan diSwab, vaksin yang seharusnya gratis, justru dijual kepada para napi. Jumlahnya kecil tetapi merusak kredibilitas dan integritas.  

Akibat ke-abai-an dan pelanggaran “kita” sekarang Pemerintah sungguh kewalahan. Bulan April sudah sempat sekitar 4 ribuan yang positif, kemarin 17 Juni mencapai 12 ribuan. Rumah sakit di beberapa daerah sudah harus siap-siap, perlu rumah sakit lapangan. Bahkan jurubicara Covid-19 sudah mewanti-wanti keletihan petugas dan kejenuhan rumah sakit. 

Permasalahan selanjutnya, perlu antisipasi terutama daerah yang jauh dari kota Provinsi seperti di Kawasan Danau Toba dan Pantai Barat Sumatera Utara, apakah kesiapan menghadapi kondisi yang tidak diharapkan sudah mampu? Seperti ruangan dan tempat tidur, alat pelindung dan obat-obatan terutama para petugas? Jangan sampai tabung gas “kosong”. 

Kita berharap Rumah Sakit  Doloksanggul, Pangururan, Balige, Sibolga, Padangsidimpuan telah tersedia kebutuhan untuk menanggulangi Covid-19? 

Semoga Pemda masing-masing mempersiapkan segala sesuatunya dan DPRD-nya memperhatikan, jangan hanya kampanye dekati rakyat dan mengaku penampung dan penyalur aspirasi rakyat. Parpol memang menjadi partner (diam) yang baik bagi pemerintah selama penanggulangan covid-19 ini, walaupun ada anggota dewan yang mengeritik vaksin.   

Pertolongan Tuhan saat ini sedang berlangsung menyelamatkan kita, melalui Pemerintah dan para tenaga kesehatan, tetapi apakah kita mendengar “seruanNya” untuk taat melaksanakan 5 M dan tunduk petunjuknya? Semoga setiap Pemda transparan atas kemampuan dan keberadaannya, dan para petugas lapangan jujur dan bertanggungjawab, paling tidak dampak covid-19 akan dapat diminimaliser.

Mungkin perlu direnungkan peristiwa yang menimpa “isteri Lot” dalam kitab suci, sudah diselamatkan dari mara bahaya dengan aturan “jangan menoleh ke belakang”, karena tidak taat menjai “tiang garam”. Semoga pelanggaran-pelanggaran apapun jauh dari kita sehingga Covid-19 dapat dihalau, masyarakat dan bangsa kita terselamatkan seperti “Lot dan dua anak perempuannya”. Salam sehat.(*)

Penulis adalah wartawan senior dan advokat berdomisili di Jakarta.

  BeritaTerkait
  • Jalan Dengan Segala Aspeknya

    3 tahun lalu

    Oleh: Ronsen PasaribuIngin tahu, kita bicarakan ihwal pentingnya pengaturan jalan bagi manusia.Jalan ya jalan. Tanpa butuh definisi, kita paham apa arti jalan. Hanya ada yang membedakan istilah di ber

  • Tanggapan Inti terhadap "Draft Aturan Peraturan HKBP 2002 Hasil Amandemen III"

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt Dr Robinson Butarbutar Parsameanta, STT-HKBPI. Dasar Ekklesiologi HKBP yang sudah disusun oleh para tokoh HKBP melalui sejarah pengalamannya bergereja yang sudah hampir 157 tahun adalah ekkl

  • Suara FBBI Untuk Calon Gubernur Sumatera Utara

    3 tahun lalu

    Momen yang tepat buat FBBI sebagai ormas yang berposisi indipenden dalam setiap Pilkada untuk menyampaikan aspirasi yang mau disampaikan untuk dijadikan isu memajukan Bonapasogit di Sumatra Utara.FGD

  • Kodrat Shah Inisiasi Dengan Arif dan Bijak Pemilihan Ketua PP Deli Serdang

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Dalam rangka mengedepankan dialog, musyawarah mufakat, dan membangun kebersamaan dalam tubuh Pemuda Pancasila sebagai rumah kebangsaan bersama atas dasar ideologi Pancasila, Kodra

  • Rumah-Ku Rumah Doa

    2 tahun lalu

    Oleh:Bachtiar SitanggangKABAR kali ini bukan kabar baik, tetapi sungguh memalukan dan menyedihkan. Memang hari Jumat lalu saya sudah diberitahu oleh seorang rekan advokat bahwa ada gejolak di suatu te

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb