KSP Makmur Mandiri
Selasa, 25 Agustus 2020 13:23:00

Kabar Dari Seberang

Gereja Itu Tubuh Kristus, Jangan Dipecah

Oleh Bachtiar Sitanggang
BAGIKAN:
Ist| pelita Batak
KETIKA Harmoko Ketua Umum DPP Golongan Karya (Golkar-bukan Partai) yang juga Menteri Penerangan RI, Pemimpin Umum Dr. Albert Hasibuan SH dan Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Pembaruan Pdt. Dr. Sutarno, STh menugaskan saya meliput kegiatannya.

Di era Orde Baru ada dua partai dan satu kekuatan sosial politik yang terdiri dari, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), serta Golkar.

Di DPP Golkar ada seorang Bagian Hubungan Masyarakat (Bag Humas) yang banyak tahu tentang situasi politik, keamanan dan kemasyarakatan termasuk ke-agama-an. Dalam berbagai kesempatan dan pertemuan, kami sering bertukar pengalaman dan informasi, termasuk mengurai berbagai peristiwa sebagai pengisi waktu.

Sebagai seorang yang pernah berkecimpung di bidang intelijen strategis, suatu saat, menyangkut Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sebagai lembaga keagamaan ketiga terbesar di Indonesia setelah NU dan Muhammadiyah, dia bercerita tentang kemelut di HKBP. Mungkin tidak banyak lagi jemaat HKBP termasuk pendeta yang mengalami akibat negatif dan sangat memenderitakan batin serta menurunkan moral dan perasaan ketika itu.

Dari keterangannya, ada yang tertanam dalam hati saya, yaitu bahwa yang berperan dalam penyelesaian kemelut HKBP adalah seseorang abdi negara dengan menyebut nama seseorang yang saya tahu tapi tidak kenal orangnya. Akan tetapi, apa peran dan keterlibatan tokoh tersebut dalam kemelut yang berkepanjangan itu tidak jelas, namun nama itu terus mengiang dan terpatri melekat di benak saya.

Sebagai wartawan bidang politik dan pertahanan serta meliput di Istana Kepresidenan, waktu itu, kemelut di tubuh HKBP sedikit-sedikit tahulah termasuk dugaan keterlibatan Pemerintah melalui Bakorstanas (Badan Koordinasi Stabilitas Nasional) dan adanya fungsionaris HKBP memintanya.

Seturut perjalanan waktu, setelah 24 tahun (dari 1993-2017), suatu ketika teman-teman dari kelompok Na Ringgas Manjaha mengajak saya menemui yang namanya disebut sebagai yang berperan dalam kemelut HKBP. Bapak yang sudah purnawirawan Mayjen itu ternyata orangnya sederhana-akrab, cerdas-wawasan luas mendunia, nasionalis sejati dan seorang rohaniawan. Dari pembicaraannya, selalu mendasarkan tanggung jawabnya pada iman dan kasih.

Namanya yang terpatri di benak saya ketemu orangnya, saya memberanikan diri menanyakan peranannya dalam kemelut HKBP. Dengan cepat beliau menjelaskan , suatu saat Menteri Agama RI,waktu itu, Tarmizi Taher, meminta tanggapannya. 

Presiden Soeharto katanya mengatakan ke Tarmizi Taher, untuk mengatasi kemelut jemaat HKBP, diakui saja kepemimpinan kedua-duanya. Dengan tegas  dia menjawab:  “HKBP itu Gereja. Gereja adalah tubuh Kristus jangan dicampuri apalagi dipecah menjadi dua.  Sampaikan ke Pak Harto”. Suasana hening dan para pejabat yang hadir tidak ada yang menanggapi.

Setelah 24 tahun kesan: bahwa yang berperan dalam kemelut HKBP adalah si Bapak tersebut, baru dapat saya pahami. Mungkin pemerintah waktu itu, mengakhiri kemelut HKBP dengan jalan pintas, mengakui dua-duanya yang bertikai.

Namun,karena ucapan sang abdi negara yang juga Sintua HKBP itu, bahwa HKBP adalah gereja dan gereja adalah tubuh Kristus, tidak boleh dicampuri apalagi dipecah, niat “baik” mencegah meluasnya konflik internal HKBP, tidak jadi dengan mengakui keduanya.

Dengan kesadaran fungsionaris, jemat dan warga HKBP, situasi pelan-pelan berubah dan perdamaian pelan tapi pasti, HKBP tetap utuh seperti sekarang. Menjelang Sinode Godang ke- 65, apakah ada pengaruh “seruan” sang tokoh bahwa HKBP adalah gereja dan gereja adalah tubuh Kristus tidak boleh dipecah, sebaiknya direnungkan bersama.

Sinode Godang HKBP direncanakan 19-25 Oktober 2020 ini dengan dihadiri 1500 peserta dan tamu, semoga berjalan lancar sesuai jadwal dan semakin menunjukkan HKBP sebagai tubuh Kristus.
Dengan kondisi pandemi covid-19, harus taat protokol kesehatan, apakah untuk pertemuan orang sebanyak itu butuh Rapid Test atau Swab Test-PCR, agar peserta dan keluarga tenang. 

Mengumpulkan pendeta sebanyak itu apakah masih relevan, efektif dan efisien? Mengatasi kegaduhan di jemat perlu ditemukan sistem pemilihan dan kepemimpinan yang lebih Alkitabiah.

HKBP sebagai tubuh Kristus "gabe pasu-pasu tu saluhut bangso" (menjadi berkat ke seluruh dunia) mudah-mudahan semakin menampakkan diri melalui fungsionarisnya menjadi garam dan terang serta berkat bagi dunia yang semakin tidak menentu ini.***

Penulis adalah wartawan senior dan Advokat berdomisili di Jakarta.
  BeritaTerkait
  • Menyambut Seminar Ekklesiologi HKBP - Komisi Teologi HKBP Menuju Sebuah Gereja Pendeta?

    3 tahun lalu

    Tulisan ini ditujukan kepada Komisi Teologi HKBP yang sedang menggelar Seminar Ekklesiologi HKBP di tiga kota sesuai dengan informasi Ephorus HKBP Pdt.Dr.Darwin Lmbantobing pada  kata sambutan

  • Tulisan Kedua: Menyambut Seminar Ekklesiologi HKBP - Komisi Teologi HKBP Menuju Sebuah Gereja Pendeta?

    3 tahun lalu

    Oleh: Ephorus Emeritus HKBP Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk   Paparan ini merupakan lanjutan dari paparan terdahulu yang telah terkirim kepada Komisi Teologi HKBP via email, 17 April lalu

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Ketujuh)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukIV. Apa Artinya "Pendeta Representasi Figur Kristus"?1. Kemajemukan Jabatan:  Pendeta pada Urutan KeempatJabatan gerejawi di HKBP adalah beragam, bukan manunggal

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  • Robinson Butarbutar Effect, KRP, dan Masa Depan HKBP

    3 tahun lalu

    KETIKA Ketua Rapat Pendeta HKBP 2017-2021 mampu membawa kualitas pelayanan pendeta naik kelas dengan sejumlah prestasi yang bermulplipief effect (efek besar) bagi jemaat HKBP, saya menyebutnya dengan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb