KSP Makmur Mandiri
Senin, 14 Oktober 2019 14:29:00

Berita Baik Buat Generasi Muda Samosir

BAGIKAN:
ist
Bachtiar Sitanggang
Oleh Bachtiar Sitanggang

Ketika Presiden Joko Widodo memulai membangun jalan tol, lapangan terbang di berbagai daerah termasuk Silangit, dermaga di mana-mana serta pencanangan tol laut menghubungkan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, pulau besar dengan pulau-pulau kecil, pulau terdalam dan terluar, orang bertanya-tanya, darimana dananya?

Ketika Jokowi membuka keterisolasian Papua dengan membangun jalan dari Jayapura ke pegunungan, orang semakin heran. Lebih heran lagi, ketika harga bahan bakar minyak dan bahan bangunan sama di Jakarta dengan di Wamena dan Puncak Jaya, orang semakin bingung.

Mengapa tidak dari dulu dilakukan seperti itu? Di era Orde Baru smber penerimaan negara justru lebih besar dari minyak, hasil tambag dan kayu menghasilkan devisa, tidak ada pembangunan seperti era Jokowi? 
Ternyata jawabnya sederhana: "di mana ada kemauan di situ ada jalan".

Itulah mungkin yang akan diterapkan bakal calon bupati Samosir 2020-2025 Vandico Timotius Gultom sebagaimana dikemukakan kepada masyarakat Samosir Sabtu (12/10) di Panguruan sebagaimana diberitakan pers hari ini.

Ada yang perlu dicatat dari Vandico dalam membangun kabupaten Samosir, yaitu: membuat pendidikan gratis sampai S-2 dan S-3 khusus bagi putra-puteri Samosir. Membuat irigasi dan air bersih; memberikan pupuk gratis bagi petani dan akan menggratiskan BPJS.
Selain itu akan meningkatkan kerjasama pemerintah dan pengusaha local serta sinergi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Pertanyaannya, dari mana dananya, apa mampu Pemda Samosir memberikan bea siswa untuk S-2 dan S-3?  Irigasi dan air bersih, dari jaman colonial sampai republik tidak pernah ada pembangunan irigasi apalagi air bersih, malahan lebih hebati di era PRRI sempat membangun dua bendungan di Ronggur ni huta. Menjelang usia 20 tahun Kabupaten Samosir berbenah diri saja kelihatannya belum selesai, masih belum mampu membiayai diri sendiri, baru-baru manjae.

Boro-boro memberikan pupuk gratis bagi petani, dinas yang mengurusi saja tidak pernah muncul, darimana dananya.  Apa Vandico beli sendiri? 

Sama,  memang Pak Jokowi pake uangnya sendiri membangun Indonesia Indonesia? Tidak, "di mana ada kemauan di situ ada jalan", makanya pemimpin itu harus kreatif, melayani.  Jokowi mampumelakukan pembangunan sekarang mungkin jalan sudah dirintis pendahulunya presiden-presiden sebelumnya.

Menggratiskan BPJS juga mengherankan kalau Vandico mampu melakukannya bagi masyarakat Samosir, sebab secara nasional saja BPJS itu devisit, kok di Samosir bisa ditanggung Pemda?

Apa resep yang dimiliki Vandico sehingga dia berani menyuarakan hal-hal seperti itu? Tentu Vandico tidak sembarangan mengemukakan itu kalau hanya isapan jempol belaka atau hanya memperdaya masyarakat agar memilihnya. 

Pertanyaannya sekarang, bagaimana masyarakat dapat mengetahui kemungkinan dari program itu bisa terwujud seandainya dia terpilih? Untuk itu ada baiknya partai-partai politik dan kaum cendekiawan untuk mengevaluasi teori dan rumus Vandico tersebut, artinya parpol itu tidak seperti masa silam, "siapa bayar pake perahu", karena hanya Partai Nasdem yang terang-terangan ngomong "tanpa mahar".

Partai politik serta para cendekiawan harus berani mengatakan yang baik itu baik dan yang tidak baik tidak baik, sehingga masyarakat Samosir tidak seperti selama ini seolah "membeli kucing dalam karus" atau memilih karena "money politics".

Vandiko tentu harus menjelaskan gratis program S-2 dan S-3 selama dia menjabat kalau terpilih, berapa orang di dalam dan luar negeri, serta syaratnya apa. Sebab selama ini untk S-1 saja rasanya "nyaris tak terdengar". Belum pernah Kabupaten Samosir memberikan beasiswa S2-S3 kepada putra-puterinya.

Kerjasam pemerintah dan pengusaha lokal sinergi pemerintah pusat dan daerah kemungkinan masih langka selama ini. 
Untuk kemajuan suatu daerah di era digital ini, tidak bisa lagi bagaikan air mengalir, "mengharap duren runtuh" atau "menanti bola muntah", harus kreatif, kalau tidak akan ketinggalan.

Pemimpin masa depan harus manusia yang selesai dengan dirinya, tidak diatur kiri kanan selain hukum dan peraturan. Tidak jamannya lagi menjadi raja-raja kecil, harus menjadi pelayan seperti Risma Harini di Surabaya, Emil Dardak di Trenggalek atau Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi. Semoga Samosir periode berikutnya mampu seperti itu. ***Penulis adalah wartawan senior sekarang advokat berdomisili di Jakarta.       

  BeritaTerkait
  • Museum HKBP: Terobosan Pendidikan dan Pariwisata

    tahun lalu

    Tarutung(Pelita Batak): Seminarium Sipoholon Kab. Tapanuli Utara, 4 Juli 2018, HKBP mengadakan Peletakan Batu Pertama Museum HKBP di Seminarium Sipoholon.  Pembangunan Museum ini sangat pent

  • POROS PANCASILA DAN PERADABAN DUNIA MASA DEPAN: Menyongsong Pemilu Tahun 2019

    7 bulan lalu

    Oleh: Djalan SihombingBesok, Rabu (17/04/2019) Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum Presiden/Wakil Presiden; Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, DPRD Provinsi, da

  • #PGM_Zaman_NOW (Sebuah SARAN)

    2 tahun lalu

    Oleh Jeje TobingDi berbagai wilayah di Indonesia, ada banyak bentuk Perkumpulan atau Paguyuban yang didirikan atas dasar rumpun, daerah asal, seprofesi, sealumni dan lain-lain.Tujuan dari semua perkum

  • Swangro Lumbanbatu Tutup Tournament Futsall dalam Memperingati Hari Sumpah Pemuda

    2 minggu lalu

    Samosir (Pelita Batak):Turnament Futsal yang dilaksanakan di Pangururan Samosir resmi di tutup oleh Swangro Lumbanbatu ini adalah bagian dari memperingati sumpah pemuda, Minggu (27/10/2019). Turn

  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    3 tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb