KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 05 September 2020 12:23:00

Awas, Bahaya Mengancam....

Oleh Bachtiar Sitanggang
BAGIKAN:
Ist| pelita Batak
BEBERAPA hari lalu ada kiriman teman dalam WhatsApps hasil uji specimen Swab Covid-19 yang dilakukan di Humbang Hasundutan, ada yang terkonfirmasi positif dan juga yang negatif. Dari postingan tersebut kalau tidak keliru hitung, ada satu dokter spesialis, dua dokter UGD; dua petugas apotek; seorang anggota Polsek; seorang perawat UGD dan seorang karyawan Kejari. Semua mereka adalah pelayan masyarakat, artinya telah banyak orang yang berhubungan dengan mereka, sebagai dokter, perawat, petugas apotek dan penegak hukum.  

Kemudian keesokan harinya, diperoleh juga daftar warga yang dilayani oleh dokter yang bersangkutan. Dengan ketelatenan pihak Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Humbahas, akan dengan mudah semua pihak untuk mengawasi diri dan keluarganya bila perlu meminta agar diperiksa diri orang-orang yang telah berhubungan dengan siapapun mereka yang dinyatakan positif Covid-19. Sebab dengan cepat memeriksakan diri atas hasil terus tersebut akan lebih mudah memagari diri termasuk keluarga dan masyarakat sekitar.

Septembar 2020 ini pertambahan yang terpapar sudah melewati angka 3000-an, artinya bahwa bahaya Covid-19 belum  mereda, dan kemungkinan akan semakin menaik selama masyarakat tidak sadar akan bahaya wabah yang tidak mengenal status sosial, usia dan jenis kelamin ini. Oleh karenanya jangan ada yang merasa kebal terhadap penyakit ini.
 
Di beberapa daerah termasuk Daerah Khusus Ibukota Jakarta, telah kesulitan menyediakan fasilitas kesehatan menghadapi Covid-19, dokter saja sudah 100 orang yang menjadi pahlawan, tidak terkira para perawat. Ruang perawatan bagi yang mendertia serta isolasi bagi yang sedang menunggu hasil test tinggal sedikit dan sedang mempersiapkan gelanggang olah raga yang ada di tiap kecamatan.

Di Jakarta, Bandung, Surabaya dengan fasilitas kesehatan yang memadai serta tenaga medis yang tersedia, masih tetap tinggi. Bagaimana dengan eks Karesidenan Tapanuli, apakah fasilitas kesehatan dan tenaga medis sudah mencukupi?
Belum ada informasi apakah sudah sering dilakuklan rapid test, swab, dan PCR di beberapa daerah Tapanuli termasuk Humbahas.

Sepanjang informasi hanya RSUD Tarutung sebagai rumah sakit rujukan di sekitarnya termasuk kabupaten tetangganya. Kita hanya mengusulkan agar para pejabat setempat tidak terus berada di sudut aman dan posisi nyaman. Keterbatasan Pemerintah Pusat harus dirasakan Pemerintah Daerah, sudah harus mempersiapkan daerahnya menghadapi situasi yang semakin tidak menentu. Syukur-syukur cepat berlalu, kalau tidak apa yang telah dipersiapkan daerah?

Ketika Covid-19 merebak di Wuhan RRT, Walikota Surabaya telah mempersiapkan masker untuk sewaktu-waktu diperlukan untuk dibagikan kepada masyarakatnya.
Apakah Bupati Humbahas berpikir seperti itu termasuk bupati-bupati lain, atau hanya menunggu tetesan dari pusat dan donatur? Semoga tidak. 

Perlu disadari betapa tingginya risiko Covid-19 ini kalau tidak dilawan bersama. Presiden Joko Widodo sendiri tidak henti-hentinya mengeluarkan kebijakan untuk mengeliminir dampak Covid-19 ini. 
Dengan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukuk Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 menunjukkan bahwa bahaya masih mengancaman. Dari Inpres tersebut di bagian Kedua butir 6 menyebutkan, agar : Para Gubernur, Bupati, dan Wali kota untuk: meningkatkan sosialisasi secara masif penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendahan Corona Vints Lisease 2019 (COVID-I9),  dengan melibatkan masyarakat, pemuka agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat lainnya;  menyusun dan menetapkan peraturan gubernur/peraturan bupati/wali kota yang memuat ketentuan antara lain:  kewajiban mematuhi protokol kesehatan.

Dengan ketaatan masyarakat melaksanakan secara konsekwen protokol kesehatan dengan menggunakan masker dengan baik dan benar serta bersih, menjaga jarak dan menghindari kumpulan orang banyak apalagi berlama-lama, rajin cuci tangan dan selalu menjaga jarak serta sering mengganti baju, sedikit banyak akan terhindar dari Covid-19 serta tidak akan menjadi penyebar virus. 

Masyarakat tidak usah kaget, bila jumlah yang terpapar Covid-19 bertambah, itu adalah karena ketidak disiplinan kita sendiri. Dan semakin banyak orang yang menjalani test rapid, swab dan PCR akan semakin ketahuan yang positif baik yang sakit maupun yang telah menjadi orang tanpa gejala (OTG).

Anda, saya dan kita semua dituntut untuk menjaga diri, bukan karena egois, akan tetapi kalau saya dan kita masing-masing terselamatkan, maka keluarga, saudara, lingkungan dan masyarakat juga akan terselamatkan. Untuk daerah-daerah yang melaksanakan pilkada serentak, misalnya di Humbahas, Samosir, Simalungun, Kota Siantar, Kota Medan, dan lain-lain agar mengikuti aturan protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan KPU. Calon-calon kepala daerah harus menjadi teladan mengikuti dengan ketat protokol kesehatan agar diikuti oleh masyarakat luas. Mari kita putus penyebaran Covid-19. Selamat berjuang.***

Penulis adalah wartawan senior dan advokat berdomisili di Jakarta.
  BeritaTerkait
  • 5 Jenis Kanker dengan Harapan Hidup Terbesar

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):Pertanyaan yang paling umum diajukan pada dokter dan tenaga kesehatan setelah seseorang didiagnosis dengan kanker adalah, "Seberapa besar peluang saya untuk sembuh?"

  • Gunung Sinabung Kembali Bergejolak, Warga Dihimbau Jauhi Zona Merah

    4 tahun lalu

    Warga seputaran Gunung Sinabung diimbau waspada dan menjauhi kawasan gunung. Pasalnya gunung tersebut kembali bergejolak dengan  menunjukkan peningkatan aktivitas yang sangat signifikan.

  • SGF Sumut Gelar Seminar Kanker Serviks

    4 tahun lalu

    Tim Penggerak  (TP) PKK Kota Medan mendukung penuh dan menyambut baik digelarnya Seminar Kanker serviks yang digagas Solidaritas Group Facebook (SGF) Sumut. Diharapkan, seminar yang direncanakan berlangsung selama 2 hari ini dapat meningkatkan penget

  • Arman Depari : Awas Bahaya Narkoba, Mari Perang Melawan Narkoba

    2 tahun lalu

    https://www.youtube.com/embed/ywXkutbxxYk

  • Semua Pihak Tidak Bisa Lengah dan Lelah Jaga Kondusifitas

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Siapapun pihak terkait diminta untuk tidak lengah dan lelah dalam menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan nasional dan daerah. Hal itu dikatakan Gubernur sumut H T Erry Nuradi saat membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakorda)

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb