KSP Makmur Mandiri
Selasa, 23 Juni 2020 17:57:00

"Zheng Bao" Di Samosir

BAGIKAN:
Ist
Bachtiar Sitanggang
Oleh Bachtiar Sitanggang

Cerita Tiongkok kuno, terkenal Hakim Zheng Bao sebagai Kepala Daerah (merangkap hakim) menyelamatkan kota dan rakyatnya dari banjir bandang yang menyapu sebagian wilayahnya. Zheng Bao mencari tau akar permasalahan, dan menemukan pinggiran sungai dihulu telah berubah hutan menjadi pemukiman mewah dan taman-taman milik para kasim, pejabat dan keluarga kaisar. Daya dukung lingkungan mengecil akibatnya banjir bandang menerjang kota.

Zheng Bao memerintahkan, semua pemilik bangunan membongkar sendiri dan dikembalikan ke fungsi semula. Karena ketegasannya semua membongkar sendiri. 

Sebelum Zheng Bao memerintah, daerah itu siapa kuat seenaknya berbuat seolah tidak ada hukum. Zheng Bao merubah system pemerintahan mendekatkan penguasa dengan rakyat, dan memberantas korupsi yang berlangsung secara besar-besaran.
 
Penegakan hukum di Samosir saat ini seperti kisah Zheng Bao, bagaikan mimpi di siang bolong, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sasmosir mulai menegakkan  hukum  di Samosir. Terutama kasus "Korupsi Tele" hutan 350 Ha beralih fungsi jadi hak milik perorangan.
Tersangkanya saja yang "jomplang" mantan Kepala Desa BP dan  mantan Bupati Toba ST dan mantan Sekretaris Daerah tahun 2003 PS. Bagaimana sampai Kades "kena" bagaimana pejabat yang berwenang yang lebih besar. 

Kepolisian Resort (Polres) Samosir juga mulai pro-aktif, mengusut penyaluran dana bantuan sosial untuk korban Covid-19 dan bibit sayur Rp. 600.000.000,-- Sebelumnya hal-hal seperti itu tidak ada di Samosir mungkin dengan "datangnya Zheng Bao". Bantuan sebelum mungkin tidak ada masalah.

Penegak hukum sebelumnya adem ayem, bagaikan "bunga matari penyegar taman" sehingga "Zheng Bao" mewarisi tumpukan persoalan seperti "Kasus Tele" kejadian puluhan tahun lalu. 

Dana Silpa juga dilirik ternyata ada "ngendon" ratusan juta di tangan Kades, tiga telah mengembalikan ke kas negara. Bagaimana dengan Dana Desa Rp. 960.000.000,--/desa dan proyek-proyek-proyek lainnya, mungkin juga dilirik, kecuali penegak hukumnya kelelahan.

Ada proyek embung Pea Rihit di Ronggur ni huta, pada masyaraka tahu namanya Aek Tawar, tapi nama proyek Pea Rihit. Saat penebaran benih ikan oleh Bupati, disebut Aek Tawar. Tidak jelas bolak-baliknya nama embung itu. Awalnya dipertanyakan rakyat, tetapi "takut", pokoknya dari pada tidak ada pembangunan. Mengapa demikian, mungkin Kajari atau Kapolres tahu.

Paling berkesan adalah pemberantasan judi. Dulu toto gelap (togel) yang dulu marak dengan  jackpot, meja biliar sampai ke desa-desa. Belakangan semua judi dan tembak-tembak ikan sudah diberantras Polres. Proyek pemiskinan rakyat itu sebelumnya seolah dipelihara. Kades, Camat dan anggota DPRD dan bahkan penegak hukum tahu.

Alkitab, mencatat Raja Salomo penegak hukum yang arif dan bijaksana. Kisahnya, dua wanita dengan dua anak memperebutkan anak yang hidup. Karena kedua ibu bertengkar keras raja menyuruh mengambil pedang dan menyuruh: "Penggallah bayi yang hidup itu menjadi dua dan berikan separuh kepada masing-masing wanitaini". "Jangan!" Teriak ibu yang sebenarnya dari bayi itu. Mohon jangan dibunuh bayi itu berikanlah kepadanya". Tetapi wanita yang lain berkata, "Jangan berikan kepada siapapun, penggallah".

Raja berbicara, "Jangan  bunuh anak itu! Berikanlah kepada wanita yang  pertama. Dialah ibu yang sebenarnya". Salomo tahu hal itu  sebab ibu yang sebenarnya mencintai bayi itu sampai-sampai ia rela membeikannya kepada wanita lain saupaya anak itu tidak dibunuh. Semoga para penegak hukum kita seperti itu.

Ada tiga penegakan hukum berkesan di Samosir, pertama: Kepala SD dituduh korupsi dana BOS, dalam BAP kerugian negara hanya Rp. 6.558.750,-- di Dakwaan menjadi Rp. 30.796.370,-- aneh. Mungkin kerugian negara untuk kasus itu miliaran rupiah, disidang di PN Medan, hukuman satu tahun. 

Kedua, tiga orang ibu dituduh merusak pompa penyemprot rumput seharga Rp. 3.000.000,-- (konon berkaitan dengan kasus tanah di Sibea-bea Janji Martahan, lokasi pembangunan Patung Yesus Kristus) harus diboyong dari Pangururan ke PN Balige, tidak tahu hukumannya bagaimana.

Ketiga, terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun dituntut  ikut bertanggung jawab petugas karcis (honorer), itupun tidak tahu kabar-beritanya. 

Dengan gencarnya penegak hukum di Samosir bagaikan penyuluhan hukum bagi semua, penegak hukum, ASN dan masyarakat umum. Penegakan hukum tidak harus menunggu Ratu Adil atau Zheng Bao, namun penegakan hukum juga seyogyanya seperti Raja Salomo. Penegak hukum tidak tunduk pada kekuasaan tetapi taat kepada hukum, etika dan moral sesuai dengan sumpahnya. Bravo Penegak Hukum di Samosir.***

Penulis adalah wartawan senior dan advokat berdomisili di Jakarta. 
  BeritaTerkait
  • Film Batak Dokumenter: Harta Samosir

    4 tahun lalu

    https://www.youtube.com/embed/XhDXRnQjD3Y

  • Investor Asal Australia Lirik Danau Toba

    4 tahun lalu

    Gencarnya promosi dan rencana pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan Danau Toba menarik perhatian para investor. Informasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investasi dari Australia di

  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    4 tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  • Bishop GKPI Resmikan Koordinasi Wilayah VII untuk Dukung Perayaan Natal Nasional di Doloksanggul

    4 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Bishop GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) Pdt Oloan Pasaribu MTh meresmikan wilayah VII yang meliputi Humbang Hasundutan - Tobasa – Samosir, dan sekaligus m

  • Fun Walk For Wonderful Toba di Monas, Cara Orang Batak Dukung Pemerintah

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):   Puluhan ribu warga masyarakat menghadiri acara Fun Walk For Wonderful Toba yang dilaksanakan di Silang Monas, Jakarta, Minggu (15/5/2016), yang dibuka langsung

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb