• Home
  • Humbahas
  • Peduli Pembangunan Humbahas, Kaum Millenial Diskusi Dana Desa untuk Pertanian
KSP Makmur Mandiri
Senin, 22 Juni 2020 06:57:00

Peduli Pembangunan Humbahas, Kaum Millenial Diskusi Dana Desa untuk Pertanian

BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Humbang Hasundutan (Pelita Batak):
Sebagai wujud kepedulian Pemuda Humbang Hasundutan terhadap pembangunan Humbang Hasundutan yang lebih maju khususnya pada sektor pertanian. Pemuda Humbang Hasundutan yang terhimpun dalam Kaum Milenial Indonesia (KAMI) wilayah Humbang Hasundutan (Humbahas) mengadakan Diskusi Online dengan tema "Kolaborasi Pendanaan dan Optimalisasi Dana Desa untuk Pertanian dalam Pandemi Covid-19".

Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan kondisi terkini isu dana desa dan pertanian, yang harapannya diskusi tersebut mampu memunculkan ide dan gagasan inovatif terkait penyelesaian masalah isu pertanian di Humbahas sehingga diharakan anggaran dana desan yang tepat sasaran pada pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

Hadir dalam diskusi tersebut, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Viktor Silaen selaku Ketua Komisi B DPRD Sumut, Sekretaris Jenderal DPP KNPI Jackson Kumaat serta Humica Simamora mewakili Petani Humbahas pada Sabtu (20/6) pagi melalui aplikasi Zoom Meeting yang dihadiri sekitar 60 orang peserta.

Swangro Lumban Bantu selaku Founder KAMI dalam sambutannya mengungkapkan kehadiran KAMI sebagai bentuk kegelisahan melihat anak muda saat ini dominan dengan hidup individualistik, apatis terhadap lingkungan sekitarnya dan terlalu fokus dan sibuk dengan gawainya masing.

"Kita ingin melihat bahwa kaum milenial juga dapat berperan dengan lingkungannya, apalagi dalam webinar KAMI kali ini berbicara mengenai Dana Desa dan Pertanian. Nantinya kita harapkan para Milenial mengambil peran dalam isu hangat tersebut di Humbahas," ujar Swangro.

Direktur Wilayah KAMI Humbahas yang juga moderator dalam webinar tersebut, Yedija Manullang menjelaskan landasan kegiatan adalah Perpu Nomor 1 Tahun 2020 serta Hasil rapat Pemkab Humbahas terkait penggunaan anggaran Dana Desa untuk diprioritaskan sebagai penguatan kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat melalui upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Kita ingin mendengar sejauh mana anggran tersebut dialokasikan dari pemkab humbahas, pengawasan dari anggota DPRD, sejauh mana serapan dana yang dirasakan dari praktisi dan rekomendasi dari akademisi hingga harapan dari pemuda, nantinya kita harapkan akan memperkaya dan memberikan perspektif baru serta memberikan solusi kongkret untuk kemajuan Humbahas kedepannya," jelas Yedija Manullang.

Bupati Dosmar dalam paparannya menjelaskan bahwa Kabupaten Humbahas yang memiliki 153 desa yang tersebar di 10 kecamatan, memiliki empat kultur yakni memiliki Iman, pekerja keras, tanah subur, air cukup yang dimana kalau dioptimalkan akan membuat Humbahas menjadi rolemodel pertanian di Sumatera Utara.

Dosmar melanjutkan, saat ini Pemkab Humbahas mengakolasikan dana Refocusing APBD sebanyak Rp.15 M dialokasikan untuk pertanian untuk membeli benih bawang merah dan bibit jagung. Hal ini dilakukan karena bawang merah sumatera utara mengalami defisit, biaya usaha tani cukup murah dan bisa disimpan dalam beberapa bulan. Pun jagung mengalami konsisten harga yang cukup stabil baik di masa Pandemi.

"Dari 10 kecamatan, 153 desa harus dilakukan klaster pertanian. Misalnya di daerah pertanian di daerah Pakkat, Palilitan, Tarabintang (Papatar) ditanam padi, jagung dan buah-buahhan. Untuk daerah dataran tinggi Doloksanggul, Paranginan, dan Lintong ditanam tanaman Holtikultura. Kita harus fokus, anggaran tidak banyak, waktu tidak banyak agar tidak sia-sia APBD dan Dana Desa dan tidak selamanya kita miskin," pungkas Dosmar yang berharap melalui forum Diskusi tersebut dapat disampaikan kepada masyarakat.

Selanjutnya, Viktor Silaen selaku Ketua Komisi B DPRD Sumut mengatakan bahwa Desa merupakan ujung tombak pembangunan negara jadi harus ada regulasi dari pemerintah daerah dalam mengelolah serapan anggaran untuk kepentingan masyarakat.

"Pemerintah sebaiknya memikirkan industri turunan dari hasil pertanian misalnya saus yang di produksi secara kecil dalam rumah produksi (home industri) dan tentu dalam dukungan dan pengawasan dari pemerintah Humbahas, dengan demikian ketika panen melimpah dan hasil pertanian banyak tidak membuat harga jatuh dan hasilnya dapat diproduksi jadi barang lain," ujar Viktor. 

Humica Simamora salah satu Petani di Humbang Hasundutan mengkritik pemkab Humbang Hasundutan yang dalam alokasi pendanaan sejauh ini hanya fokus pada pembangunan fisik saja.

"Optimalisasi dana selama ini dalam bidang pertanian belum fokus pada SDM, padahal akan lebih susah kedepannya. Kalaupun ada sarana dan prasana tidak dapat dikekolah oleh SDMnya dan ini berlanjut dari tahun ke tahun sehingga membuat pembangunan itu-itu saja," jelas Humica yang menyayangkan Bupati tidak mengikuti kegiatan penuh dikarenakan ada kunjungan Menteri Pertanian ke Humbahas.

Lebih lanjut, Humica mengatakan Pemkab belum memiliki strategi khusus pada saat panen melimpah bisa diberikan kepada Petani untuk memasarkan hasil pertanianya, ditambah lagi sudah semakin banyak orang melirik pertanian dan mengantungkan hidup dipertanian, apalagi dimasa pandemi ini bahwa pertanian dapat survive.

"Dana desa belum terealisasi merata diseluruh desa di Humbahas, salah satunya didesan Simangonsang (Desa Humica) padahal didesa-desa lain sudah merasakan dan sudah dikelolah," ujar Humica yang juga Alumnus USU tersebut.

Mewakili Kelompok Pemuda, Sekretaris Jenderal KNPI Jackson Kumaat menantang para Milenial Humbahas agar dalam optimalisasi dana desa.

"Agar dana tepat sasaran maka semua harus bersinergis, karena Dana tersebut dialokasikan untuk kepentingan orang banyak. Maka agar tidak terjadi penyelewangan dibutukan pengawasan dan pendampingan. Tentu itu bukan hanya tugas oleh DPR melainkan juga masyarakat, salah satunya adalah Pemuda," tegas Jackson Kumaat. 

Diskusi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut dihadiri oleh banyak kalangan dari praktisi, akademisi dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya dari bogor dan kendari yang memberikan perhatian kepada pertanian di Humbahas.(*)
  BeritaTerkait
  • Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul

    tahun lalu

    PendahuluanKITA patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini Kabupaten Humbanghasundutan usianya mencapai 16 Tahun setelah terbentuk menjadi daerah pemekaran otonomi daerah baru salah satunya di I

  • Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Natal GMKI WILAYAH I dilaksanakan di Humbang Hasundutan

    3 tahun lalu

    Humbahas (Pelita Batak):GMKI Wilayah I NAD-SUMUT melaksanakan audiensi dengan Bupati Humbang Hasundutan. Audiensi yang dilaksanakan pada tanggal 28 November 2017 di Bukit Inspirasi, Humbang Hsundutan

  • Natal GMKI Wilayah I Dipusatkan di Humbang Hasundutan

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Dari hasil audiensi GMKI Wilayah I NAD-SUMUT  dengan Bupati Humbang Hasundutan tanggal 28 November 2017 lalu di Bukit Inspirasi, Humbang Hasundutan diputuskan perayaan Nata

  • Dimana Ada Kemauan. Disitu Ada Jalan: FBBI berulang tahun ke 4, setelah 5 tahun berdiri.

    2 tahun lalu

    Oleh: Ronsen Pasaribu/Ketua Umum FBBI.Meresahkan keterputukan Bonapasogit, dilihat dari Fasilitas Pembangunan, Infrastruktur, Pembedayaan Masyarakat, pertanian, perdagangan, pendidikan, income percapi

  • Sumut Berpotensi Ekspor Pangan

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Anggota DPD RI Sumut Parlindungan Purba mengatakan bahwa Sumut memiliki potensi sebagai daerah pengekspor pangan nasional karena memiliki lahan yang cukup tersedia dan banyak ko

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb