• Home
  • Humbahas
  • Pantur Banjarnahor Bangun "Sopo Marpadot" Tempat Diskusi Bagi Para Petani
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 07 April 2021 16:02:00

Pantur Banjarnahor Bangun "Sopo Marpadot" Tempat Diskusi Bagi Para Petani

BAGIKAN:
Abed ritonga | pelita batak
Pantur Banjarnahor Bangun "Sopo Marpadot" Tempat Diskusi Bagi Para Petani
Parsingguran (Pelita Batak):
“Marpadot tu hamajuon” merupakan tulisan  yang selalu hadir di setiap status/caption di media sosial salah seorang Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Pantur Banjarnahor.

Pantur Banjarnahor selalu mengampanyekan kalimat “Marpadot tu hamajuon” di dalam setiap  pertemuan, baik pertemuan  keluarga, rekan kerja, hingga para petani dan  masyarakat. Marpadot Tu Hamajuon akhir-akhir ini semakin membumi di kalangan masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan, bahkan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya di kawasan Tapanuli Raya.

Seiring dengan membuminya kalimat "marpadot tu hamajuon", Pantur melalui diskusinya bersama komunitas Relawan Sahabat Pantur (ReSaPan) akhirnya membuahkan ide untuk membangun “Sopo Marpadot” yang dibangun di Desa Parsingguran Dua, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara.

Pantur Banjarnahor mengatakan, kata “Sopo” sudah tidak asing lagi bagi kita, khususnya masyarakat suku batak. Sopo yang bisa diartikan tempat menerima tamu serta tempat mengadakan pertemuan atau perkumpulan di ruang terbuka. Sedangkan kata "Marpadot" diartikan sebagai orang yang bekerja keras, sogot tu juma botari mulak . Dari terjemahan tersebut, dapat disimpulkan bahwa "Sopo Marpadot" adalah suatu wadah bagi orang-orang yang ingin dan mau bekerja keras (marpadot), saling berdiskusi, bertukar pikiran, berbagi ilmu dan berbagi pengalaman dari capaian usaha yang digelutinya.

Sopo Marpadot ini nantinya akan menjadi motivasi untuk maju melalui usaha kemandirian. Di samping itu, Sopo Marpadot adalah bagian dari orang yang siap keluar dari zona nyaman, artinya siap untuk dididik dan ditempa menjadi pelopor kesuksesan melalui edukasi, pelatihan keterampilan, dan pendidikan lainnya.

Lebih lanjut Pantur Banjarnahor menyampaikan bahwa kita harus mengakui,  jika terbiasa hidup secara terorganisasi,  terbiasa untuk hidup teratur, terbiasa hidup dengan disiplin dan jujur, pastilah segala pengharapan dan rencana hidup kita akan berjalan dengan baik.

Tindakan nyata dan bukan sebatas kata, adalah pelaksanaan ide, konsep, atau gagasan, yang kemudian diubah menjadi sesuatu yang memberikan hasil yang nyata pula dan dapat memberikan perubahan di masa mendatang, yang juga merupakan bagian dari Sopo Marpadot," ujar Pantur Banjarnahor.

Selain rasa optimistis, disiplin diri yang tinggi juga menjadi salah satu faktor penting untuk dapat menggapai masa depan yang lebih baik, dan itu akan kita dapatkan nantinya di "Sopo Marpadot".

Terakhir, Pantur Banjarnahor mengatakan bahwa dengan konsep “marpadot”, kita tidak lagi menyia-nyiakan setiap kesempatan yang datang, karena waktu akan terus bergerak maju. Selagi masih bisa, sebaiknya kita mengambil setiap kesempatan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, kita juga harus turut andil bagian dan peranan untuk memajukan daerah kita, Humbahas yang kita cinta.

“Marpadot” membutuhkan kita untuk lebih fokus lagi, karena dalam berproses akan ada banyak hambatan dan rintangan, serta tantangan yang kita hadapi. "Sopo Marpadot" juga akan mengubah paradigma dan stigma yang terbangun oleh opini semata. Bagi kita, biarkan hasil karyamu menarik perhatian sekaligus menginspirasi orang-orang di sekitar kita.

Pantur juga menegaskan sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap semangat dalam mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian.

"Menggapai kesuksesan memang butuh perjuangan dan pengorbanan. “Sopo Marpadot”nantinya akan menjadi solusi untuk tidak langsung menyerah," ujar Pantur Banjarnahor.(Abed Ritonga)
  BeritaTerkait
  • Ribuan Objek Wisata di Danau Toba, Perlu Diinventarisasi dan Disosialisasikan

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):  "Setidaknya ada seribu tempat wisata yang bisa kita temukan di Kawasan Danau Toba," demikian pernyataan Mardi F.N. Sinaga (Mantan Ketua Umum Gerakan Cinta Dan

  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    4 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Hak Milik Atas Tanah: Hak Terkuat dan Masalahnya

    4 tahun lalu

    Oleh Ronsen LM Pasaribu   Pasal 16 Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960, atau disebut UUPA membedakan jenis Hak Atas Tanah yaitu Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan,

  • Pusat Habatakon (Batak Center) Didirikan untuk Menyelamatkan Kebudayaan Batak di Masa Depan

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Kebudayaan Batak perlahan-lahan ditinggalkan oleh penganutnya yaitu orang-orang Batak itu sendiri, semakin tergerus oleh kemajuan teknologi informasi, pergaulan bebas, hedonisme

  • Pimpinan HKBP Silaturahmi Bersama Gubernur Kalimantan Barat

    2 tahun lalu

    Pontianak (Pelita Batak):  Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama rombongan bersilahturahmi dengan Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, SH, M.Hum di Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 30 N

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb