• Home
  • Humbahas
  • Martin Manurung Perjuangkan Haminjon Toba Untuk Masuk Daftar Komoditas Ekspor Unggulan
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 01 Februari 2020 14:34:00

Martin Manurung Perjuangkan Haminjon Toba Untuk Masuk Daftar Komoditas Ekspor Unggulan

BAGIKAN:
IST|PelitaBatak
Pollung (Pelita Batak):
Martin Manurung menemui petani Haminjon atau Kemenyan Toba di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kunjungan pada Jumat (31/1) itu guna menyerap aspirasi para petani tradisional di wilayah tersebut.

Martin menemui para petani di Desa Pandumaan, Kecamatan Pollung. Para petani kemenyan hadir menyampaikan keluhan mereka. Salah satunya mengenai harga Haminjon yang tidak stabil, bahkan semakin turun. Padahal sepuluh tahun sebelumnya, harga kemenyan pernah mencapai lebih dari Rp400 ribu.

Martin menjelaskan, masalah Haminjon tersebut karena adanya faktor penghambat sehingga komoditas itu tidak menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VI DPR yang juga Ketua Panja Perdagangan Komoditas Ekspor itu memastikan akan mempelajari dan memperjuangkan Kemenyan Toba untuk masuk daftar komoditas ekspor unggulan, sehingga pasar ekspornya terang. Para petani juga akan tahu harga pasar sebenarnya, seperti halnya yang berlaku pada komoditas ekspor lainnya.

"Inilah tujuan saya datang kemari setelah terpilih, mendengar langsung aspirasi dan keluhan kita semua. Saya akan bawa ini ke rapat-rapat di DPR, bahkan akan berkordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah. Semuanya harus kita buat terang dan jelas," ujar Legislator NasDem tersebut.

Dalam waktu yang sama, salah satu petani Haminjon, James Sinambela menjelaskan banyak petani yang terpaksa beralih ke usaha lainnya. Padahal usaha pengumpulan Haminjon tersebut merupakan usaha kehidupan masyarakat adat.

"Dulu dengan penjualan Haminjon, kami bisa menyekolahkan anak-anak hingga lulus SMA bahkan hingga ke perguruan tinggi. Tapi sekarang, sangat berat," keluhnya kepada anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut II tersebut.

Benget, petani Haminjon lainnya menambahkan, kelestarian pohon Kemenyan Toba sudah sangat hancur sejak datangnya perusahaan asing yang menanam ekaliptus sebagai bahan pokok usaha pembuatan kertas. (Tim)
  BeritaTerkait
  • Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bidang Perekonomian: Pondasi Ekonomi Bagus Jadi Modal Dasar

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):  Menko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antara lain: kem

  • Di Manchester, Indonesia Tawarkan Danau Toba ke Investor Perhotelan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London-BKPM semakin gencar mengajak investor untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu

  • Khotbah Natal Pemprovsu, 19 Desember 2018 di Hotel Danau Toba, Medan, pkl 17.00: "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" (1 Korintus 1:30)

    tahun lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBPHP/WA: 0812-62472015Sub Tema: "Dengan Perayaan Natal Pemprovsu Berhikmat Melayani Masyarakat Menuju Sumut Lebih Bermartabat."PengantarSaudara

  • Prananda Paloh dan Martin Manurung Tabur 30 Ribu Benih Ikan ke Danau Toba

    3 tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak) : Setelah penyerahan kaki palsu dan meresmikan Martin Manurung Centre (MMC) di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa),Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung b

  • Ini Jadwal Pesta Akbar Festival Bunga dan Buah 2017 di Danau Toba

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Agenda heboh bakal tersaji di salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Danau Toba, Sumatera Utara. Salah satunya agenda Calender of Event Pariwisata Danau

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb