• Home
  • Humbahas
  • Kepala Rutan Humbang Hasundutan Bekerja Sama Dengan Kapolres Ungkap Jaringan Peredaran Narkotika
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 19 Mei 2021 15:08:00

Kepala Rutan Humbang Hasundutan Bekerja Sama Dengan Kapolres Ungkap Jaringan Peredaran Narkotika

BAGIKAN:
Rikjon Simanullang | Pelita Batak
Kepala Rutan Kab. Humbang Hasundutan Bekerja Sama Dengan Kapolres Humbang Hasundutan ungkap Jaringan Peredaran Narkotika

Humbang Hasundutan (Pelita Batak):

Kepala Rutan Revanda Bangun bersama Kapolres Humbahas, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar didampingi Kasat Narkoba AKP Rissad Manalu, Kasubsi Pengamanan Rutan MP Tarigan, Kasubsi Pelayanan Tahanan Dessail Lubis, saat memberikan keterangan pers di Mapolres Humbahas, Selasa 11 / 05/2021 mengatakan, bahwa terkait penangkapan dua orang kurir jaringan narkoba asal Tapteng di Wilkum Polres Humbahas, tepatnya Desa Aek Godang Arbaan, Kec. Onanganjang, Kab. Humbahas, Selasa (11/5) lalu, pihak Rutan Klas IIB Humbahas langsung melakukan respon cepat karena telah menyeret nama oknum WBP Rutan Klas IIB Humbahas.

Dijelaskan Revanda, setelah Mikael Agustinus Marbun dimintai keterangan di Rutan dan sesuai hasil pemeriksaan Satres Narkoba Polres Humbahas, oknum WBP Rutan Klas IIB Humbahas itu hanya perantara atau penghubung atas peredaran narkoba. Pengendali sesungguhnya adalah oknum BH, warga binaan Lapas Sibolga.

Kita meluruskan kekeliruan dan kesalahan informasi terkait oknum WBP Humbahas yang sebelumnya diduga sebagai pengendali peredaran narkoba. Bahwa sesuai hasil pemeriksaan pihak Rutan dan pemeriksaan Satres Narkoba Polres Humbahas, Mikael Agustinus Marbun bukan pengendali namun hanya sebagai telangkai penghubung atas peredaran narkoba tersebut. Pengendali sesungguhnya adalah oknum WB Lapas Sibolga berinisal BH,” ujarnya.

Mikael Agustinus Marbun yang merupakan pindahan dari Lapas Sibolga itu diduga memiliki jaringan dengan oknum BH, warga binaan Lapas Sibolga. Jika Mikael Agustinus Marbun memang terlibat jaringan peredaran narkoba, pihak Rutan akan mengusulkan yang bersangkutan  dipindahkan ke Nusakambangan. Tentu setelah proses pemeriksaan di kepolisian, sebut Revanda.

Terkait Mikael Agustinus Marbun yang terlibat jaringan peredaran narkoba serta penemuan handphone dari kamar hunian WBP, Revanda mengakui bahwa pihaknya sudah kecolongan. Hal tersebut tidak terlepas dari keterbatasan.

Kondisi saat ini, 800 orang lebih WBP sementara Rutan Klas II Humbahas dengan kapasitas 480 orang. Petugas hanya 43 orang, termasuk Karutan. Delapan orang regu pengamanan dibagi tiga regu. Jadi hanya delapan orang menjaga WBP sebanyak 800 orang. Sisanya staf administrasi di perkantoran. Belum lagi alat atau teknologi yang tidak memadai termasuk listrik.

Pun demikian, pihaknya akan terus melakukan evaluasi secara kontinyu. “Untuk menciptakan aman dan kondusif bagi WBP, kita selalu melakukan razia rutin secara berkala dan razia dadakan atas barang illegal di dalam Rutan. Barang illegal tersebut adalah handphone, sajam, narkoba dan lainnya. Barang illegal yang didapat dari kamar hunian akan dimusnahkan berkoordiasni dengan pihak Polres. Sebagai sanksi atas temuan barang illegal, kepada WBP diberikan hukuman berupa strapsel, kamar sunyi, cabut remisi dan tidak diusulkan proses pengintegrasian pembebasan bersyarat (PB), asimilasi, dan lainnya,” kata Revanda.

Mengungkap jaringan peredaran narkoba, Revanda mengapresiasi kinerja Polres Humbahas melalui Satres Narkoba.

Dia juga mengaku siap berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk memutus peredaran barang haram itu. “Kita siap berkoordinasi menumpas peredaran narkoba. Kita juga minta kerjasama yang baik dari Polres Humbahas untuk terus membasmi narkoba, mengungkap peredaran narkoba khususnya di Rutan dan Lapas, Sumatera Utara bahkan di Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres AKBP Ronny Nicholas dalam keterangan pers tersebut, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan atas pengungkapan dan penangkapan jaringan narkoba di Wilkum Polres Humbahas. Tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan mengejar jaringan pengendali narkoba inisial BH dari Lapas Sibolga.

Dalam pengungkapan jaringan narkoba, komunikasi tidak boleh terputus. Terkait razia berupa narkoba, sajam dan handphone di Rutan, kita siap bekerjasama jika dibutuhkan. Pengembangan terhadap tersangka jaringan yang memiliki histori dari Lapas Sibolga akan terus diusut dan dilakukan pengembangan. Dalam hal ini sangat diharapkan kerjasama yang baik dari pihak Rutan Klas IIB Humbahas serta Lapas Sibolga,” (Rikjon Simanullang)

  BeritaTerkait
  • Polres Labuhanbatu Ungkap Jaringan Sabu-sabu Tanjung Balai- Labusel

    9 bulan lalu

    Labuhanbatu (Pelita Batak):Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap jaringan sabu-sabu dari Tanjung Balai ke Kabupaten Labusel. Hal itu dikatakan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan pada konfrensi

  • Saling Ejek, Kepala Abang Dibacok Hingga Tewas

    4 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak) : Berman Sihite (35), pria lajang warga Desa Silaeang, Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), tewas mengenaskan di perladangan miliknya setela

  • Bupati Humbahas Canangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke 14 dan HKG PKK ke 45

    4 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat/BBGRM ke 14 tingkat Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Hari Kesatuan Gerak/HKG PKK ke 45, Senin 21 Agustus 2017 dicanangkan oleh Bupati

  • Perayaan Natal 2018, Bupati Humbahas Gelar Open House

    2 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor menggelar open house Natal di kediamannya rumah dinas bupati, Komplek Perkantoran Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Ra

  • Gila ! Napi Bisa Produksi Narkoba Dalam Rutan Tanjung Gusta

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Seorang narapidana kembali tertangkap di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta. Ia kedapatan menyimpan alat cetak yang diduga dijadikan untuk membuat pi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb