• Home
  • Apa & Siapa
  • Puisi : Goresan Jiwa Pelipur Lara Tuk Hamidah Sang Pujangga Lama
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 07 Mei 2020 07:06:00

Puisi : Goresan Jiwa Pelipur Lara Tuk Hamidah Sang Pujangga Lama

Oleh : Ronald Gofock Sitanggang
BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Ronald Gofock Sitanggang
DAHULU kala kenangan itu kokoh berdiri berikan tanda, sebar berita tonggak sejarah untuk sang dara, mengenang dia pujangga lama sipenggugah jiwa dan raga

Dahulu kala cerita itu tersiar nyata tentang cerita seorang dara penyejuk hati nan lara. Goreskan pena untuk berkarya bagi sesama para penikmat rangkaian kata

Namun kini kenangan itu hanyalah kenangan semata. Ditengah masa yang telah hilanglah kini sudah. Berganti rupa, berubah wujud terkesan indah bukanlah tujuan asa bagi sang penguasa. Berganti rupa merubah wujud hanyalah pembuka asa raih rupiah bagi sang pemilik usaha

Haruskah nama itu kini kan hilang digerus masa tuk yang empunya kuasa, sang penikmat rasa, atas nama rupiah belaka? Haruskah sang penguasa rupiah tega tuk hancurkan nama pujangga dara sang pemilik nama, penggetar rasa dengan karya nyata? Sungguh tegakah dia sang pemilik usaha lenyapkan nama, atas nama usaha tuk mengejar rupiah semata?

Dahulu kala sang dara pemilik nama harus rela kehilangan mestika, kenapa kini kita tega lenyapkan tanda pengenang nama demi rupiah semata? 

Bukankah kenangan itu layak berdiri tuk mengenang dara, sang pujangga lama, pengharum nama, lewat goresan pena? Bukankah kita selayaknya memberi tanda untuk mengenang dia tanpa harus mengejar asa untuk raih rupiah belaka? 

Bila kini kenangan itu lenyaplah sudah setelah kau merubah rupa. Dengan apa berikan tanda tuk mengenang dia sang pujangga lama? Dengan apa hargai dia yang berkarya lewat goresan pena? Tegakah kita lenyapkan dia, pujaan para penikmat rangkaian kata demi kejar rupiah semata?

Hai dikau penguasa, sang pengusaha yang berusaha tuk mengejar rupiah semata....

Hargailah karya nyata walau lewat goresan pena

Cintailah karya nyata para pujangga tanpa harus lenyapkan tanda tuk mengenang mereka

Sayangilah karya mereka jangan kau paksa asa demi rupiah saja.... (**)


Jatiasih 07052020

eRGeS
  BeritaTerkait
  • Pengunjung PSB Membludak Saksikan Drama Pongol dan Marnortor

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Antusiasme masyarakat menyaksikan Panggung Seni Budaya (PSB) yang digelar Dinas Pariwisata Kota Medan di seputaran Jalan Pulau Penang semakin tinggi. Tampaknya PSB kini tel

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (4)

    4 tahun lalu

    Di dalam sebuah kampung di Toba, terjadi duka yang sangat dalam karena putra, tunggal seorang pemimpin yang terpandang meninggal dunia. Ayahnya sangat terpukul, karena tidak ada lagi anaknya yang a

  • Pancasila Benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia

    9 bulan lalu

    PEMIKIRAN strategis mengenai Pancasila Benteng NKRI pada dasarnya diletakkan dan dibentangkan dari sejumlah materi studi kajian tematik. Atmosfir Indonesia Raya dan jiwa roh semangat Indonesia Pusaka

  • Luar Biasa, Drama Korea Dipentaskan Dalam Balutan Budaya Batak

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Grup teater non profit Teater Legiun menggelar pementasan berjudul "Horas Amang-Tiga Bulan untuk Selamanya" yang terinspirasi dari serial televisi drama Korea, What

  • Renungan pada Ibadah Pembukaan Konas Remapping HKBP, Menyongsong Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) 28 Pebruari 2020 di Balikpapan

    5 bulan lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBPTeks: Jeremia 29: 7 Usahakanlah kesejahteraaan/syalom kota ke mana kamu Aku telah kubuang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan sebab di

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb